Berkah Usai Jatuhnya Harga Kripto: Harga Kartu Grafis Komputer Jadi Masuk Akal

GPU, atau yang biasa disebut kartu grafis, sangat sulit dicari selama dua tahun terakhir. Kelangkaan ini memicu lonjakan harga yang tak terkendali, yang akhirnya semakin mempersulit konsumen mendapatkan produk bagus. 

Namun, kini sepertinya telah berembus angin segar tentang persediaan GPU di pasaran. Kartu grafis dikabarkan mulai tersedia kembali dengan harga jauh lebih murah. Hal ini disebabkan oleh tumbangnya pasar kripto

GPU menjadi alat utama bagi para miner untuk menambang koin digital. Semakin banyak kartu grafis yang digunakan, semakin banyak pula aset yang dapat diperoleh. Namun, kapitalisasi pasar kripto sudah menguap lebih dari $2 triliun (Rp31 kuadriliun) dalam tujuh bulan terakhir, kini hanya menyisakan sekitar $900 miliar (Rp13 kuadriliun). Akibatnya, para penambang terpaksa melepas kartu grafis mereka dan menjualnya lagi.

Dugaan lain mengatakan, keputusan Ethereum beralih ke metode baru “Proof of Stake”, yang mana penambang dapat memvalidasi transaksi sesuai jumlah koin yang dimiliki, juga mendasari penurunan harga GPU. Sebelum kripto kolaps, transaksi Ethereum sangat bergantung pada kartu grafis.

Selama ini, banyak konsumen berasumsi harga GPU yang selangit disebabkan oleh tingginya permintaan dari kalangan gamer, tapi rupanya penambang kripto yang mendorong kenaikan harga.

Situs web Tom’s Hardware mencatat awal pekan ini, sejumlah produk GPU dijual di bawah harga ritel resmi (MSRP), seperti AMD yang harganya 8 persen lebih murah. Harga GPU Nvidia saat ini masih cukup mahal, tapi diprediksi akan turun dalam waktu dekat.

Sementara itu, di Tiongkok, banyak penambang yang menjual GPU bekas mereka di situs jual beli online.

“Para penambang di Tiongkok mengobral [RTX] 3080 mulai 3.500 yuan (Rp7,7 juta) di Xianyu (aplikasi e-commerce kedua Taobao),” demikian bunyi twit di akun @ILeakVN pada Selasa watu setempat. Akun tersebut menyertakan tangkapan layar iklan berbagai jenis GPU di Xianyu.

Kami pun mencari “3080” di Taobao, dan ternyata produk itu memang dipasarkan di kisaran harga tersebut.

Beberapa penjual bahkan mengiklankannya lewat siaran langsung. Dalam tangkapan layar yang beredar di situs pencarian Baidu, tumpukan GPU terlihat dibiarkan begitu saja di lantai.

Laporan perusahaan konsultan Bitpro, dikutip Bloomberg, menunjukkan, para penambang Ethereum mengeluarkan $15 miliar (Rp222 triliun) untuk membeli GPU. Pada 2021, Bitpro mengklaim harga unit pemrosesan grafis itu turun hampir $400 (Rp5,9 juta).

Chloe Xiang berkontribusi dalam laporan ini.