Baru 5 Hari Jadi Kapolda Jatim, Irjen Teddy Minahasa Ditangkap atas Kasus Narkoba

Kabar mengejutkan tersiar hanya dua jam sebelum pertemuan luar biasa antara Presiden Jokowi dan para pejabat Mabes Polri, kapolres, dan kapolda dari seluruh Indonesia. Sumbernya adalah Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.

Kepada awak pers, Sahroni mengatakan bahwa Kapolda Jawa Timur Irjen Teddy Minahasa Putra baru saja diciduk Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Diduga kuat ia terbelit kasus narkoba.

"Sementara diduga benar. Kalau enggak salah narkoba. Isunya demikian," tutur Sahroni pada Jumat 14 Oktober 2022, seperti dilansir CNN Indonesia. CNN juga melaporkan bahwa Teddy tak tampak dalam rombongan pejabat kepolisian yang sedianya menghadap presiden di Gedung Krida Bhakti, kompleks Sekretariat Negara, pukul 14.00 WIB.

Kabar ini langsung menimbulkan kehebohan. Pasalnya Teddy baru lima hari menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, menggantikan Irjen Nico Afinta yang dimutasi ke Mabes Polri, diduga kuat imbas Tragedi Kanjuruhan, yang membuat Nico menjadi musuh para suporter sepakbola. Sebelumnya, Teddy adalah Kapolda Sumatera Barat sejak 25 Agustus 2021.

Harta kekayaan Irjen Teddy Minahasa menjadi sorotan begitu ia diumumkan sebagai kapolda baru Jawa Timur. Saat ditelusuri di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara  (LHKPN), per 2021 Teddy Minahasa memiliki kekayaan senilai Rp30 miliar, membuatnya resmi menjadi polisi terkaya di Indonesia.

Termasuk dalam kekayaan tersebut, Teddy memiliki 53 rumah di berbagai wilayah. Bandingkan dengan kekayaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang “cuma” punya harta Rp9,2 miliar.

Sumber anonim tvOnenews mengonfirmasi Teddy memang ditangkap karena kasus narkoba. Menurut sumber tersebut, Teddy mengambil sebanyak 5 kg sabu-sabu sitaan polisi Sumbar, kemudian menjualnya kepada seorang germo.

Menanggapi kabar penangkapan Teddy, Kapolri mengatakan akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan rumor ini sore nanti, Jumat (14/10). "Sore setelah dari Istana saya akan release resmi," ujar Listyo kepada Detik.

Adapun, sebelum drama Teddy terkuak, berita terbesar hari ini seharusnya tentang Presiden Jokowi mengumpulkan seluruh jajaran petinggi kepolisian dengan cara unik. Mereka diminta datang ke Istana Negara tanpa pengawal, topi, dan tongkat. Para pejabat mabes, kapolda hingga kapolres itu juga tidak diperkenankan membawa ponsel, digantikan buku catatan serta pulpen.

Dalam pertemuan ini, Jokowi berniat mengingatkan para polisi agar bekerja keras untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Citra polisi sedang babak belur akibat rentetan kasus Sambo, tragedi kanjuruhan, serta kasus-kasus perilaku menyimpang polisi yang malah terlibat tindak kejahatan.