Prediksi Susunan Pemain Juventus vs Torino di Liga Italia, Mencari Pendamping Duet Ronaldo-Dyabala

Prediksi Susunan Pemain Juventus vs Torino di Liga Italia, Mencari Pendamping Duet Cristiano Ronaldo-Dyabala
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

Pemakaman Pelda Anumerta Rama di TMP dan perhatian khusus dari PBB

ANTARA - Jenazah Pembantu Letnan Dua Anumerta Rama Wahyudi, setelah tiba di Pekanbaru pada Jumat siang (3/7), sorenya langsung dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Pekanbaru. Pangdam Bukit Barisan memastikan ...

14 jam19 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Farke tolak tawaran klub lain karena terlanjur sayang Norwich

Manajer Norwich City, Daniel Farke, mengungkapkan ia menolak tawaran tawaran pekerjaan dari sejumlah klub lain sepanjang musim ini karena terlanjur sayang dengan tim yang saat ini terpatri di dasar klasemen Liga Inggris ...

14 jam19 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Kualifikasi ke Eropa tak akan pengaruhi proyek jangka panjang Everton

Manajer Everton Carlo Ancelotti menegaskan proyek jangka panjang yang dijalankan sejak ia tiba di klub itu tidak akan terpengaruh dengan terpenuhi atau tidaknya target memperoleh tiket kualifikasi ke kompetisi Eropa musim ...

14 jam19 menit Antaranews

ANTARA NEWS

NBA izinkan pesan sosial disematkan di atas nomor punggung

NBA dan asosiasi pemain profesional, NBPA, mencapai kesepakatan untuk mengizinkan para pemain menyematkan pesan sosial di atas nomor punggung jersey masing-masing ketika musim 2019/20 dilanjutkan di Disney World Orlando, pada 30 ...

14 jam19 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Produsen keramik Essenza memperkuat jaringan distribusi di pasar lokal

PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) membidik gerai-gerai di kawasan yang masih banyak pengembangan proyek properti.

14 jam20 menit Kontan

KONTAN

Tambah gerai baru sebelum pandemi

PT MAP Boga Adiperkasa Tbk sudah menghabiskan anggaran belanja modal sebesar Rp 179 miliar selama triwulan I-2020

14 jam20 menit Kontan

KONTAN

Perusahaan baja nasional itu sedang berjuang melawan masalah

Sejak tahun lalu Kementerian BUMN mengejar-ngejar KRAS agar segera menyelesaikan restrukturisasi utang

14 jam20 menit Kontan

KONTAN

Dilarang di India, TikTok pastikan tidak berikan data pengguna ke pemerintah China

Aplikasi media sosial TikTok mejauhkan diri dari China setelah India melarang 59 aplikasi China.

14 jam21 menit Kontan

KONTAN

Targetkan pendapatan naik 8%, berikut tiga strategi Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF)

Penjualan SAMF merosot 26,39% dari Rp 353,53 miliar menjadi Rp 260,22 miliar di kuartal pertama 2020.

14 jam21 menit Kontan

KONTAN

Mengawali semester II-2020, bursa saham dalam tren positif

Selama sepekan pada periode 29 Juni hingga 3 Juli 2020, Pasar Modal Indonesia masih didominasi data positif.

14 jam21 menit Kontan

KONTAN

Jokowi akan kembalikan pengawasan bank ke BI, berikut pertimbangannya

 Presiden Jokowi sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan regulasi perbankan ke kewenangan bank sentral.

14 jam21 menit Kontan

KONTAN

BI proyeksikan inflasi Juli 2020 sebesar 0,04%, telur dan daging ayam ras jadi pemicu

Berdasarkan survei pemantauan harga BI pada minggu pertama bulan ini, inflasi diperkirakan akan sebesar 0,04% mom. 

14 jam22 menit Kontan

JPNN.

Ini 5 Dampak Jika Sembarangan Diet Bebas Gluten

JPNN.com - Diet bebas gluten banyak diminati karena manfaatnya untuk menurunkan berat badan. Diet ini sukses dilakukan beberapa selebritas Hollywood, seperti Gwyneth Paltrow dan Jessica Alba.

14 jam22 menit Jpnn

JPNN.

Konyol! Sekelompok Anak Muda Buat Tantangan Menginfeksi Diri dengan Corona

JPNN.com, ALABAMA - Di tengah masyarakat berusaha keras melawan serangan virus corona baru, sekelompok anak muda di Kota Tuscaloosa, Alabama ini justru membuat pesta tantangan kepada siapa pun yang berani diinfeksi virus mematikan tersebut.

14 jam23 menit Jpnn

Viva.co

'Badai Tornado' Guncang MU, Pogba dan Bruno Fernandes Cedera

MU kemungkinan besar tanpa Pogba dan Fernandes hadapi Bournemouth.

14 jam24 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Sisi Kelam Ayah Khabib, Sering Emosi Seperti Tyson

Ayah Khabib meninggal Jumat malam 3 Juli 2020.

14 jam24 menit Viva

Viva.co

Sekda Bandung: Apa Jaminannya Pemandu Lagu dan Tamu Tidak Kontak Fisik

Tempat hiburan masih ada yang tidak terapkan protokol kesehatan.

14 jam25 menit Viva

Viva.co

Giliran Mahasiswa Galang Dana Bantu Pengungsi Rohingya di Aceh

Ada 94 pengungsi yang diselamatkan nelayan Aceh sebelumnya.

14 jam25 menit Viva

Detik

Arsenal Pagari Gabriel Martinelli dengan Kontrak Jangka Panjang

Gabriel Martinelli tampil apik bersama Arsenal musim ini. Pemain 19 tahun itu pun dikontrak jangka panjang oleh The Gunners.

14 jam26 menit Detik

Detik

Ayah Khabib Nurmagomedov Meninggal Dunia

Dunia UFC dirundung duka. Khabib Nurmagomedov baru saja kehilangan ayahnya, Abdulmanap Nurmagomedov, karena sakit jantung komplikasi dengan virus corona.

14 jam27 menit Detik

Detik

MU Lagi Tren Positif, Solskjaer Enggan Disanjung

Ole Gunnar Solskjaer mendapat pujian usai mengembalikan performa oke Manchester United. Namun, manajer asal Norwegia itu tak peduli dengan sanjungan tersebut.

14 jam27 menit Detik

Detik

WHO Minta Semua Negara Serius Hentikan Penyebaran Virus Corona

"Orang-orang perlu bangun. Data tidak bohong. Situasi di lapangan tidak bohong," kata Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan.

14 jam27 menit Detik

.VOA.

KPA Khawatir Rekrutmen TNI-Polri di BUMN Picu Kekerasan Agraria

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) meminta Kementerian BUMN membatalkan penempatan pejabat aktif maupun purnawirawan polisi-TNI di perusahaan BUMN. Sekjen KPA Dewi Kartika khawatir pelibatan pejabat aktif maupun purnawirawan Polisi-TNI di perusahaan BUMN akan memperparah konflik dan kekerasan di sektor agraria. Apalagi, kata dia, jika rekrutmen tersebut diarahkan untuk menyelesaikan konflik pertanahan dengan pendekatan hukum dan represif untuk menjaga aset BUMN. Menurutnya, pantauan KPA pelibatan kedua institusi tersebut telah berdampak pada timbulnya kekerasan dan kriminalisasi terhadap masyarakat. Karena itu ia, menyarankan kebijakan Kementerian BUMN ini untuk dibatalkan. "Jadi MoU-MoU antara kementerian dan lembaga dengan Polri-TNI itu menjadi tren yang terus meningkat dalam 10 tahun terakhir ini. Kemudian membuat kita menjadi lebih khawatir lagi, karena tidak hanya MoU tapi masuk langsung ke struktur," jelas Dewi Kartika kepada VOA, Jumat (3/7). Dewi Kartika menambahkan lembaganya mencatat sepanjang 2019 ada 258 petani dan aktivis agraria yang dikriminalisasi, 211 orang mengalami penganiayaan, 24 orang tertembak dan 14 orang tewas. Tindakan kekerasan dan kriminalisasi tersebut didominasi kepolisian sebanyak 37 kasus, TNI dan Satpol PP masing-masing enam kasus, serta petugas keamanan perusahaan 15 kasus. "Dan sudah bukan lagi rahasia publik, bahwa ada pejabat-pejabat mantan TNI-Polri yang itu juga punya bisnis di perkebunan. Ini sudah pasti akan menimbulkan konflik kepentingan," tambah Dewi. Dari sisi BUMN, Dewi menuturkan ada ratusan ribu keluarga dan ribuan desa yang wilayah hidupnya tumpang tindih dengan perusahaan milik BUMN. Antara lain PTPN, Perhutani dan anak-anak perusahaannya. Kondisi ini juga diperkuat data Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA). Khusus masalah agraria dengan PTPN, KPA mencatat ada 137 desa dan wilayah adat di 24 kabupaten seluas 288.431 hektar yang berada dalam HGU, tumpang tindih klaim dengan HGU PTPN atau digusur PTPN. Termasuk di dalamnya adalah tanah pertanian, ladang, pemukiman, fasilitas umum dan sosial seperti sekolah, tempat ibadah, dan kantor pemerintahan desa. Sedangkan konflik agraria dengan Perhutani di seluruh Jawa, tercatat ada 74 desa seluas 42.042 hektar di 20 kabupaten. Artinya, berdasarkan dari data LPRA KPA, ada lebih dari 90 ribu keluarga yang masih bermasalah dengan perusahaan-perusahaan BUMN. Pejabat Polri-TNI Bertugas Mengawasi BUMN? Menanggapi itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan purnawirawan dan pejabat aktif Polri-TNI tersebut duduk di jabatan komisaris, bukan direksi. Mereka bertugas untuk melakukan pengawasan agar perusahaan BUMN sesuai dengan visi-misi pemerintah dan aturan yang berlaku. "Apakah ada terbukti komisaris-komisaris yang selama ini dari Polri-TNI itu terjun langsung melakukan seperti itu di konflik-konflik yang KPA nyatakan, itu ada tidak. Apakah berhubungan dengan perusahaan seperti itu, kan tidak juga," tutur Arya Sinulingga kepada VOA, Jumat (3/7). Arya menambahkan pelibatan pejabat aktif maupun purnawirawan Polisi-TNI di perusahaan BUMN sudah terjadi pada pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Semisal pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ada 87 orang, sedangkan pada masa Presiden Joko Widodo periode pertama sebanyak 70 orang. [sm/em]

15 jam39 menit VOAIndonesia

TRIBUNNEWS

Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow Finalis PBSI Home Tournament Butuh Adaptasi lagi

Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow kembali dipasangkan setelah berpisah selama setahun.

15 jam39 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Prediksi Arsenal vs Wolves di Liga Inggris, Kecerdasan Mikel Arteta, Pragmatisme Nuno Espirito Santo

Prediksi Arsenal vs Wolves di Liga Inggris, Kecerdasan Mikel Arteta, Pragmatisme Nuno Espirito Santo

15 jam39 menit Tribunnews