Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas Masih Bertengger di Posisi Teratas Pada Latihan Bebas Kedua

Duo pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, masih bertengger di posisi teratas pada latihan bebas kedua atau FP F1 GP Austria.
« Kembali Baca berita lengkap »

ANTARA NEWS

30 Menit - Ketua KPU - Mencegah potensi politisasi pandemi

ANTARA - Politisasi pandemi berupa kampanye terselubung dalam bentuk bantuan sosial dari kandidat tertentu menjadi hal yang patut untuk diantisipasi oleh penyelenggara di Pilkada Serentak 2020. Hal ini menjadi bahasan kami ...

22 jam54 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Serang polisi, Tersangka narkoba di Medan ditembak

Tim Anti Bandit (Tekab) Polsek Medan Timur, Sumatera Utara, menembak tersangka pengguna narkoba karena berusaha menyerang petugas kepolisian dengan menggunakan parang di Jalan Bukit Barisan Medan, Jumat. Kapolsek Medan Timur ...

22 jam54 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Red Bull ajukan protes resmi terkait sistem kemudi Mercedes

Red Bull pada Jumat mengajukan protes resmi terkait penggunaan sistem kemudi poros ganda (DAS) kontroversial Mercedes pasca dua sesi latihan bebas Grand Prix Austria. Sebelumnya, kepala tim Red Bull Christian Horner menyatakan ...

22 jam54 menit Antaranews

ANTARA NEWS

3.304 unit handphone ilegal disita Bea Cukai Kepri

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri menyita 3.304 unit handphone ilegal berbagai merek yang diangkut menggunakan kapal kayu tanpa nama di Perairan Pulau Patah, Batam, Kepulauan Riau. Kakanwil DJBC ...

22 jam54 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Tatapan terakhir saat Pelda Anumerta Rama Wahyudi dimakamkan

Pemakaman Pembantu Letnan Dua Anumerta Rama Wahyudi yang gugur di Kongo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat siang, dengan ditandai tembakan salvo. Tembakan itu juga berarti menjadi ...

22 jam54 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Ole yakin penampilan Mason Greenwood akan kian membaik

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer meyakini penampilan talenta muda Mason Greenwood akan kian membaik setelah sepanjang musim ini tampak menjadi pemain yang naik daun. Pemain berusia 18 tahun itu mencetak satu gol ...

22 jam54 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Eddie Howe tak takut dipecat Bournemouth

Manajer Bournemouth Eddie Howe mengaku tidak takut dipecat dari jabatannya sebab menurutnya mengkhawatirkan hal itu tidak akan membantu upayanya menghindarkan tim itu dari ancaman degradasi. Howe sudah lima tahun menangani ...

22 jam54 menit Antaranews

WOWKEREN

Daniel Mananta Ternyata Pernah Punya Niatan Bercerai Dari Istri Bule

Daniel Mananta menceritakan bagaimana ia pernah memiliki niatan untuk bercerai dengan istri bulenya yang bernama Viola Maria. Yang mana hal itu muncul di tahun pertama pernikahannya.

22 jam57 menit Wowkeren

WOWKEREN

Agensi Umumkan Shownu Monsta X Idap Ablasi Retina, Sudah Jalani Operasi Dan Sembuh

Starship Entertainment selaku agensi yang menaungi boy grup tersebut mengumumkan melalui akun Twitter resmi grup bahwa Shownu mengidap ablasi retina dan telah menjalani operasi.

22 jam57 menit Wowkeren

Viva.co

5 Potret Seksi Kekasih Tammy Abraham, Lebih Hot dari Cewek Bekasi Itu

Cewek Bekasi itu mengakui keseksian Leah Monroe.

22 jam58 menit Viva

Viva.co

Merinding, Bentuk Firasat Khabib Jelang Ayahnya Dijemput Malaikat Maut

Bagaimana firasat Khabib?

22 jam58 menit Viva

Viva.co

Tengku Zul: Negeri Ini Tidak Jelas Arahnya, Dikritik Ngamuk

Tengku Zul mengkritik kinerja pemerintah.

22 jam59 menit Viva

Viva.co

Dinyatakan Hilang, Jayadi Ternyata Bertahan Hidup di Tengah Laut

Dua hari Tim SAR mencari dan tidak ketemu.

22 jam59 menit Viva

Detik

Bruno Fernandes Bikin MU Jadi Calon Juara Liga Inggris

Performa apik Bruno Fernandes seiring dengan tren positif MU. Michael Owen meyakini Fernandes telah membuat MU jadi calon juara Premier League musim depan.

23 jam0 menit Detik

Detik

Inter Siap Permanenkan Alexis Sanchez, tapi Minta Diskon ke MU

Inter Milan kabarnya siap mempermanenkan Alexis Sanchez. Namun, Nerazzurri berharap mendapat diskon dari Manchester United.

23 jam0 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Usai Robben, Kini Giliran Sneijder yang Mau Comeback?

Wesley Sneijder dikabarkan ingin mengakhiri masa pensiunnya dan kembali aktif sebagai pesepakbola. Dia dikaitkan dengan klub kampung halamannya, FC Utrecht.

23 jam0 menit Detik

Detik

Tentara yang Ditangkap Masuk ke Halaman Kediaman PM Kanada Segera Disidang

Tentara yang membawa senjata itu pun akan segera menjalani persidangan.

23 jam1 menit Detik

Detik

Rumah Terendam Banjir, Warga Bantaran Sungai Bone Gorontalo Diimbau Mengungsi

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Bone untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

23 jam1 menit Detik

Detik

Polisi: Korban Intip Payudara di CCTV Starbucks Keberatan Videonya Viral

Polisi mengungkap korban tidak menerima atas kejadian yang akhirnys viral di media sosial itu. Meski begitu, korban belum membuat laporan.

23 jam1 menit Detik

TRIBUNNEWS

Flu Babi Baru Muncul di China, Akankah Jadi Pandemi dan Haruskah Kita Waspada?

Para peneliti mengatakan telah menemukan sebuah galur baru virus flu yang bisa menjadi pandemi di China, yang bisa berpindah dari…

6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

'Seperti Mau Menangis': Hari Pertama Sebagian Melbourne 'Lockdown' Lagi

Di hari pertama lockdown di beberapa wilayah di Melbourne, Negara Bagian Victoria mengumumkan 77 kasus baru COVID-19.

6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

'Percaya Virus Corona Sebagai Konspirasi': Ribuan Warga Melbourne Tak Mau Dites

Lebih dari 10.000 orang warga di wilayah hotspot virus corona menolak dites pada tes massal yang dilakukan oleh Pemerintah Victoria.…

6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Hampir 10 Ribu Angka Kematian COVID di Indonesia Jika Ikuti Cara Hitung WHO

Angka kematian terkait virus corona di Indonesia jauh lebih tinggi jika memasukkan mereka yang meninggal dengan gejala virus corona,…

6 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

'Dunia Akan Lebih Kacau': Australia Belanja Senjata Hingga Rp2.700 Triliun

Australia mengumumkan strategi pertahanan yang lebih agresif untuk mengantisipasi kebangkitan China, dengan menyebut tantangan yang…

7 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Terobosan Baru, Disifektan Berbahan Baku Limbah Kayu

Selain menghasilkan produk disinfektan yang sangat dibutuhkan guna memerangi Covid-19, juga menjaga kelestarian hutan lewat pemanfaatan limbahnya

7 menit Tribunnews