Beli Banyak Barang di Tengah Pandemi Virus Corona, Cinta Laura: Enggak Ada Gunanya

Ada sebagian orang panik saat wabah virus corona (Covid-19) melanda. Mereka jadi belanja berlebihan karena harus mengurangi aktivitas di luar rumah.
« Kembali Baca berita lengkap »

TRIBUNNEWS

Ma'ruf Amin Minta Pemda Jemput Bola Distribusikan Alat Rapid Test Corona

Wakil Presiden Maruf Amin berharap pemerintah daerah ikut proaktif atau menjemput bola dalam pendistribusikan alat rapid test corona.

1 jam1 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

PBSI Dukung Langkah BWF dan IOC Tunda Olimpiade 2020 kata Achmad Budiharto

Wabah Corona yang masih belum reda di ratusan negara di dunia membuat IOC (International Olympic Committee) akhirnya memutuskan Olimpiade Tokyo 2020

1 jam1 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Raffi Ahmad Coba Tenangkan sang Anak yang Takut Disuntik, Rafathar: Kenapa Senyumnya Kaya Gitu?

Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan saat virus Corona atau Covid-19 merebak.

1 jam1 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ini Cara Membuat Anak Mau dan Tidak Bosan Belajar di Rumah selama Penyebaran COVID-19

Ini Cara Membuat Anak Mau dan Tidak Bosan Belajar di Rumah selama Penyebaran COVID-19

1 jam1 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Peran Vital Dani Ceballos di Arsenal, Aset Berharga bagi Mikel Arteta dan Spanyol

Sosok gelandang Arsenal, Dani Ceballos. Dikabarkan akan diperpanjang masa pinjaman dari Real Madrid dan demi masa depan Spanyol.

1 jam1 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Penjelasan Rahmat Effendi soal Rapid Test Massal di Stadion Patriot yang Dikritik Dokter

Ia menerangkan, jika kemarin terjadi kerumuman, dikarenakan informasi instruksi yang belum dipahami dengan baik

1 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

UPDATE Corona 26 Maret 2020 di 27 Provinsi Indonesia, Tambahan Terbanyak dari Sulsel

Berikut update corona per Kamis, 26 Maret 2020 di 27 Provinsi Indonesia. Tambahan kasus terbanyak berasal dari Sulawesi Selatan.

1 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Imbas Wabah Corona, KPK Siapkan Sidang Lewat Video Conference di Pengadilan Tipikor Jakarta

KPK mengatakan persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk urusan tindak pidana korupsi (tipikor) terus berjalan di tengah pandemik Covid-19

1 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ini Penyebab Sebagian Orang Rentan Terinfeksi Virus Corona

Atau memiliki kebutuhan khusus karena sedang hamil atau didiagnosis dengan kondisi gangguan usus.

1 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ada 14 Kasus Baru Virus Corona di Sulawesi Selatan, Achmad Yurianto: Ini Hendaknya Jadi Perhatian

Achmad Yurianto menyebut ada penambahan kasus baru pasien positif virus corona di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 14 orang.

1 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Tak Tunjukan Gejala Apa pun, Gadis 21 Tahun Meninggal Akibat Virus Corona

Seorang gadis berusia 21 tahun tanpa gejala sakit apapun dan berada dalam kondisi yang sehat, meninggal akibat tertular virus corona di Inggris.

1 jam3 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Cerita Sandiaga Uno Sebelum WFH: Sempat ke Luar Negeri hingga Flu Berat

Sandi menambahkan, sempat berkunjung ke luar negeri sebelum memulai aktivitas dari rumah dan mengalami flu berat.

1 jam3 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pelatih fisik Madura United Optimis Pemainnya Bisa Jalankan Program di Rumah Masing-masing

Sansan Pur optimisitis pemainnya tetap profesional berlatih mandiri selama menjalani masa libur akibat virus corona.

1 jam3 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ibu-ibu Positif Covid-19 Nekat Kabur Ikut Mobil yang Angkut Jenazah Anaknya di Bulukumba

Seorang warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) meninggal dunia setelah keluar dari rumah sakit.

1 jam3 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Lihat Foto Jokowi Usap Wajah saat Pemakaman Ibunda, Ustaz Yusuf Mansur : Siapa yang Gak Kesentuh ?

Sedih melihat raut wajah presiden Jokowi, Ustaz Yusuf Mansur pun mengurai ceritanya.

1 jam4 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

PDP COVID-19 di Indramayu meninggal saat dirawat

Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 yang dirawat di RS Mitra Plumbon Indramayu, Jawa Barat, meninggal dunia, namun tidak diketahui apakah terinfeksi atau tidak, karena belum sempat dilakukan pemeriksaan ...

1 jam4 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Jumlah ODP terkait COVID-19 di Sumut terus bertambah jadi 3.080 orang

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara mengumumkan perkembangan terbaru kasus virus corona di provinsi itu hingga Kamis menunjukkan lonjakan signifikan pada kategori orang dalam pemantauan (ODP) ...

1 jam4 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Plt Gubernur ingin TKI dari Malaysia tidak menumpuk di Kepri

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menginginkan tidak terjadi penumpukan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dikembalikan dari Malaysia melalui daerahnya sehingga terjadi penumpukan. "Kami tak ingin ada penumpukan ...

1 jam4 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Bogor dapat bantuan gedung untuk tangani COVID-19

Pemerintah Kota Bogor mendapat bantuan dana tunai Rp100 juta serta tawaran untuk menggunakan bangunan di Jalan Cifor Bogor Barat dari pengembang properti Elang Grup untuk penanganan COVID-19. "Bantuan tersebut didonasikan ...

1 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

PDP asal Cisolok Sukabumi yang meninggal dipastikan negatif COVID-19

Pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu dipastikan negatif COVID-19. "Dari hasil ...

1 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

PDP meninggal dunia di Kota Bogor jadi lima orang

Warga Kota Bogor berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di Kota Bogor bertambah dua orang lagi pada Kamis sehingga semuanya menjadi lima orang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri ...

1 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Kemenristek kucurkan Rp20 miliar untuk riset dan inovasi atasi corona

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengalokasikan anggaran Rp20 miliar untuk kegiatan terkait riset dan inovasi dalam mengatasi wabah corona (COVID-19). Anggaran tersebut ...

1 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Ricciardo gunakan isolasi sebagai kamp pelatihan di kala pandemi

Bagi pebalap Australia Daniel Ricciardo, isolasi di tengah pandemi virus corona menjadi semacam kamp pelatihan yang sempurna pasalnya ia bisa berlatih sembari menghabiskan waktu dengan keluarga. Dalam sesi tanya jawab di live ...

1 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

TKI bermasalah di Tanjungpinang tidak diperiksa kesehatannya

Sekitar 160 TKI bermasalah yang diusir dari Malaysia ke Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tidak pernah diperiksa kesehatannya. Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, di Tanjungpinang, Kamis, membenarkan kesehatan TKI ...

1 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Ojek online dinilai mampu jaga perputaran ekonomi di tengah COVID-19

Ekonom Universitas Brawijaya Malang Nugroho Suryo Bintoro menyatakan bahwa keberadaan ojek online di tengah penyebaran virus Corona atau COVID-19, dinilai mampu menjaga perputaran perekonomian Indonesia. Nugroho mengatakan, ...

1 jam6 menit Antaranews