Kenapa Polda Jatim Kandangi Empat Ferrari, Dua McLaren, Jaguar, dan Mini Cooper?

Sebanyak delapan unit mobil mewah diduga bodong terparkir di halaman Markas Polda Jawa Timur
« Kembali Baca berita lengkap »

BISNIS

DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN : Wiranto Pimpin Wantimpres

Bisnis, JAKARTA ? Presiden Joko Widodo melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara Jakarta pada Jumat (13/12). Wiranto yang dipercaya sebagai ketua dewan pertimbangan tersebut memantapkan posisinya sebagai bagian dari pemerintahan Jokowi periode kedua.

2 jam58 menit Bisnis

BISNIS

OPINI : Polemik Tak Berujung JKN

Beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengeluhkan tindakan dokter yang berlebihan dalam melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terawan mengatakan pelayanan kesehatan yang diberikan dokter seharusnya berupa pelayanan kesehatan dasar, yakni pelayanan kesehatan yang optimal bukan maksimal. Beliau menilai hal ini berujung pada membengkaknya tunggakan pembayaran biaya JKN yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

2 jam59 menit Bisnis

BISNIS

OUTLOOK APINDO : Ekspor Jasa 2020 Diyakini Tumbuh 7%

Bisnis, JAKARTA ? Ekspor jasa pada 2020 diprediksi akan meningkat sekitar 5%- 7% meski pertumbuhan ekonomi pada tahun tersebut diproyeksikan lebih rendah pada kisaran 4,85%?5,1% dari pada target pemerintah sebesar 5,2%.

2 jam59 menit Bisnis

BISNIS

TRANSFORMASI PENDIDIKAN NASIONAL : Nadiem & Terobosan Merdeka Belajar

?Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan.?

2 jam59 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

REFORMASI TATA KELOLA BUMN : Erick Menggebrak Lagi

Bisnis, JAKARTA ? Aksi benah-benah di tubuh BUMN oleh Erick Thohir terus berlanjut. Yang terbaru, aktivitas direksi diatur dan rangkap jabatan akan dibatasi.

2 jam59 menit Bisnis

BISNIS

pergelaran busana dari ibu untuk kamu : Padu Padan Kain Tradisional

Perempuan paruh baya berjalan perlahan didampingi oleh anak gadisnya. Mereka menuruni tangga panggung sambil bergandengan tangan dengan erat.

2 jam59 menit Bisnis

BISNIS

KESEHATAN : Tetap Bugar dengan Aktif Bergerak

Organisasi kesehatan dunia atau WHO menyebut pola hidup yang kurang aktif menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia. Untuk itu, bergerak dengan aktif menjadi penting dan mendasar untuk diterapkan sehari-hari guna menunjang kesehatan dan produktivitas.

2 jam59 menit Bisnis

BISNIS

RENCANA KERJA 2020 : PHE Bidik Kenaikan Lifting Migas

Bisnis, JAKARTA ? PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero), menargetkan produksi siap jual atau lifting minyak dan gas bumi 2020 sebanyak 181.510 barel setara minyak per hari (boepd) atau naik 3,32% dibandingkan dengan target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2019 sebanyak 175.674 boepd.

2 jam59 menit Bisnis

BISNIS

DATA INTERNET : Smartfren & Indosat Berebut Pelanggan 2020

Bisnis, JAKARTA ? PT Smartfren Telecom Tbk. masih akan bertumpu pada produk 4G unlimited pada 2020, mengingat 50% dari total pelanggan menggunakan produk tersebut.

3 jam0 menit Bisnis

BISNIS

KAWASAN INDUSTRI : China Siap Investasi Rp42 Triliun di Takalar

Bisnis, JAKARTA ? Sejumlah investor dari China sangat tertarik menanamkan investasi di Takalar Integrated Industrial Park Sulawesi Selatan dengan komitmen dana Rp42 triliun.

3 jam0 menit Bisnis

BISNIS

PROPERTI 2020 : 5 Pengembang Kakap Berebut Pasar Batam

Bisnis, JAKARTA ? Sedikitnya lima pengembang kelas kakap masih membidik pasar properti di Batam, Kepulauan Riau. Kondisi itu menjadikan pasar properti kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau tersebut masih menjanjikan.

3 jam0 menit Bisnis

BISNIS

TAJUK : Ambisi Ekspor Produk Otomotif 1 Juta Unit

Problem defisit neraca transaksi berjalan yang tak kunjung dapat diatasi semakin menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih di tengah situasi perekonomian global yang lesu, upaya menarik investasi asing dan memacu ekspor semakin tidak mudah. \n

3 jam0 menit Bisnis

BISNIS

SURVEI STATE OF SNACKING : Camilan, Antara Tradisi dan Pengaruh Urbanisasi

Makanan kecil atau camilan (snack) seringkali menjadi pelengkap aktivitas kita sehari-hari. Sembari menonton televisi, berbincang dengan teman dan keluarga, hingga mengerjakan tugas atau pekerjaan lain tak lengkap rasanya tanpa ngemil.

3 jam0 menit Bisnis

BISNIS

PEMBANGUNAN STADION : Titik Terang Calon Kandang Persija

Pemberdayaan warga terdampak langsung proyek Jakarta International Stadium atau JIS, bukan sebatas janji manis. Warga Kampung Bayam siap dilibatkan dan hidup berdampingan dengan calon lapangan bola kebanggaan Ibu Kota DKI Jakarta.\n

3 jam0 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

PERSIAPAN NATAL DAN TAHUN BARU : Sulut Kawal Stok Bapok

Bisnis, MANADO ? Para pemangku kepentingan di Provinsi Sulawesi Utara mengawal pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok pada pengujung 2019 untuk menjaga keseimbangan di tingkat petani, pedagang, serta konsumen.\n

3 jam1 menit Bisnis

BISNIS

Pemerintah Dorong Inovasi dan Investasi Implant Traumatik Buatan Lokal

Kementerian Kesehatan mendorong inovasi dan investasi alat kesehatan buatan lokal di industri farmasi Tanah Air.

3 jam1 menit Bisnis

JPNN.

Semen Padang, Badak Lampung FC, dan Kalteng Putra Degradasi

JPNN.com, JAKARTA - Semen Padang menyusul Badak Lampung FC, dan Kalteng Putra terdegradasi dari Liga 1 2019.

3 jam2 menit Jpnn

JPNN.

Mahaka Radio Integra Lakukan Restrukturisasi demi Hadapi 2020

JPNN.com, JAKARTA - PT Mahaka Radio Integra (MARI) Tbk bakal memperkuat lini bisnis percetakan melalui Pustaka Abdi Bangsa (PAB) pada 2020 agar bisa membalik kerugian tahun ini.

3 jam2 menit Jpnn

JPNN.

Membedah Keunggulan Future Light, Inovasi Terbaru North Face

JPNN.com, JAKARTA - North Face kini memiliki teknologi baru untuk memanjakan para pendaki. Future Light dipilih sebagai nama inovasi yang kini melekat di seluruh jaket North Face mulai akhir Desember 2019.

3 jam2 menit Jpnn

JPNN.

Selain Garuda, BUMN Kodja Bahari Perlu Perombakan Direksi

JPNN.com, JAKARTA - Mantan Komisaris Utama PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (PT DKB), Desi Albert Mamahit, mendukung penuh program bersih-bersih perusahaan negara yang dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Sebab, perusahaan yang bergerak di bidang galangan kapal ini selalu merugi setiap tahunnya.

3 jam2 menit Jpnn

JPNN.

Gus Nabil: Pencak Silat Efektif Mengatasi Ekstremisme

JPNN.com, JAKARTA - UNESCO menetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Penetapan ini mengukuhkan Pencak Silat Nusantara sebagai warisan penting untuk dunia.

3 jam2 menit Jpnn