BMKG Catat Gempa M 4.1 Guncang Sumba Barat Daya NTT, Dirasakan hingga Tambolaka

Gempa bumi guncang Sumba Barat Daya NTT dengan magnitudo 4.1 pada Kamis (10/10/2019) terjadi pada pukul 14:31:23 WIB
« Kembali Baca berita lengkap »

TRIBUNNEWS

Loncat dari Lantai 2 Rumah, Pelajar di Ambon Tewas karena Panik Guncangan Gempa

Seorang bocah tewas karena meloncat dari lantai 2 rumahnya, panik genpa Ambon mengguncang Magnitudo 5.2 SR

23 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jose Mourinho Tolak Latih Lyon, Special One Lebih Memilih Menunggu Tawaran dari Klub Liga Inggris

Namun Mourinho menegaskan bahwa fokusnya adalah kembali melatih di Inggris, di mana keluarganya saat ini tinggal.

23 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Praktisi IT: Perguruan Tinggi Hadapi Kesenjangan Antara Teori dengan Implementasi di Dunia Industri

STMIK Nusa Mandiri menjadi perguruan tinggi pertama yang menerima program transfer of technology dari para praktisi IT di ILUNI12.

23 jam3 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

RESMI : Laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2019 Pekan ke-23 Digelar di Bali

RESMI : Laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di pekan ke-23 Liga 1 2019 akan digelar di Bali, Kamis (10/10/2019)

23 jam3 menit Tribunnews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

TRIBUNNEWS

Kedua Pelaku Penusukan Wiranto Tinggal Dekat Tempat Penyerangan

Dedi mengungkapkan FA berasal Brebes, Jawa Tengah, sementara SA berasal dari Deli Serdang, Sumatera Utara.

23 jam3 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Pengakuan Lionel Messi Soal Kabar Tolak Antoine Griezmann di Barcelona

Catatan tiga gol dan dua assist Griezmann dalam tujuh penampilan di La Liga musim ini berkontribusi menjadikan Barcelona tim paling produktif.

23 jam3 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jenguk Wiranto, Tjahjo Kumolo Percayakan Pengusutan ke Polri

Mengenai sosok Wiranto, Tjahjo‎ menyebut dia merupakan sosok yang bersahaja dan tidak mau dikawal.

23 jam3 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Polres Brebes Sita Busur dan Anak Panah di Kediaman Terduga Penusukan Wiranto

Perangkat Desa Sitanggal, Wartono, mengatakan polisi menyita barang bukti berupa enam anak panah, satu busur, dan satu dus buku-buku

23 jam3 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

7 Fakta Menkopulhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal, Sosok Pelaku hingga Kondisi Terkini

7 Fakta Menkopulhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal, Sosok Pelaku hingga Kondisi Terkini

23 jam4 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pengakuan Dokter soal Luka yang Didapat Wiranto dari Penyerangan, Dapat 2 Tusukan Cukup Dalam

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto diserang oleh orang tak dikenal di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019).

23 jam4 menit Tribunnews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

TRIBUNNEWS

Pemilik Kontrakan Ungkap Sosok Pelaku Penikaman Wiranto: Mereka Suami Istri dan Dikenal Tertutup

Fitri Andriana Binti Sunarto dan Syahril Alamsyah alias Abu Rara, dua terduga pelaku penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto dikenal tertutup.

23 jam4 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Polisi Brebes Sita Busur dan Anak Panah di Rumah Fitria Andriana, Pelaku Penusukan Wiranto

Polisi Brebes Sita Busur dan Anak Panah di Rumah Fitria Andriana, Pelaku Penusukan Wiranto

23 jam4 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Pelaku penyerangan Wiranto dikenal taat beribadah

Syahril Alamsyah (31), yakni salah satu pelaku penyerangan terhadap Menko Politikik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto, dikenal dengan sosok yang taat beribadah.   "Selalu pakai baju jubah si Alam itu. Taat kali ...

23 jam4 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Polda Papua tangkap pelaku ujaran kebencian

ANTARA - Polda  Papua menangkap seorang pria pelaku ujaran kebencian melalui media sosial. Pelaku ditangkap di kediamannya di Kota Jayapura. Tersangka AD menyebarkan informasi bohong tentang adanya penyerangan yang dilakukan ...

23 jam4 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Bappenas: Pencabutan konsesi lahan Sukanto Tanoto selesai akhir 2019

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan bahwa pencabutan konsesi lahan hutan tanaman industri (HTI) untuk PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) yang dikelola oleh Sukanto Tanoto ...

23 jam5 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Korpri Sleman bantu air bersih untuk masyarakat Prambanan

Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih bagi wilayah terdampak kekeringan di Dusun Dayakan, Desa ...

23 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

KPK eksekusi Bernard Hanafi Kalalo ke Lapas Klas I Tangerang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (9/10), mengeksekusi Pengusaha Bernard Hanafi Kalalo ke Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Klas I Tangerang, Banten. "KPK telah melakukan eksekusi terhadap Narapidana Bernard ...

23 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Pemerintah tidak hilangkan PAI di sekolah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan jika Pemerintah tidak akan pernah menghilangkan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dan sebaliknya akan lebih memperkuat ke depan. Menag Lukman Hakim Saifuddin ...

23 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Wiranto diserang, LPSK siap lindungi para korban

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan siap melindungi korban penyerangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Kamis siang. Selain melukai Menko Polhukam Wiranto, ...

23 jam5 menit Antaranews

ANTARA NEWS

BMKG sebut hari tanpa bayangan akibat matahari tepat di atas

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan hari tanpa bayangan yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini karena matahari tepat berada di atas posisi paling tinggi di langit. "Saat ...

23 jam5 menit Antaranews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

ANTARA NEWS

LIPI temukan obat kolesterol dari fregmentasi pisang raja

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan fragmentasi pisang raja sereh di Labotorium LIPI Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/10/2019). LIPI telah berhasil melakukan penelitian dan ...

23 jam6 menit Antaranews

ANTARA NEWS

BNPT : Kearifan lokal dapat cegah berkembangnya paham radikal

Deputi Bidang Pencegahan dan Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen Hendri Parundungan Lubis mengatakan, kearifan lokal di suatu daerah dapat mencegah berkembangnya paham radikal. "Hasil ...

23 jam6 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Pembenahan kinerja petani dinilai dapat tingkatkan ketahanan pangan

Pembenahan dan pemberian kemudahan yang dapat meningkatkan kinerja petani dalam kegiatan produksi dinilai bakal melesatkan tingkat ketahanan pangan di wilayah Nusantara. "Dari segi proses penanamannya sendiri, ...

23 jam6 menit Antaranews

ANTARA NEWS

BMW New 7 siap dipasarkan di Indonesia, harga mulai Rp1,8 milyar

BMW Indonesia meluncurkan sedan flagship termewahnya, New 7 Series di Indonesia yang dibanderol mulai Rp1,8 milyar. Presiden Direktur BMW Group Indonesia, Ramesh Divyanathan mengatakan bahwa seri 7 terbaru ini ...

23 jam6 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Arief Poyuono: Tak perlu malu minta menteri demi bangun negara

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mengatakan, Gerindra meminta posisi menteri bukanlah hal yang memalukan karena itu merupakan bentuk kontribusi membangun negara. "Kita minta tiga, ngapain kita malu-malu ...

23 jam6 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.