Usung Tema 'Harmony in Diversity', Global Prestasi School Kembali Gelar Open Day

Pada kesempatan ini Global Prestasi menampilkan keharmonisan dalam keragaman budaya yang merupakan pondasi dasar sekolah.
« Kembali Baca berita lengkap »

TRIBUNNEWS

Inul Daratista Kepergok Gunakan Tas Branded Rp 7 Juta Sebagai Wadah Bekal

Pedangdut Inul Daratista mengejutkan Wika Salim lantaran kedapatan pakai tas branded 7 jutaan hanya untuk bawa bekal.

11 jam29 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ungkap Rahasia Sehat Menurunkan Berat Badan

Setiap orang memiliki kebutuhan gizi yang berbeda dan cara dietnya pun juga berbeda

11 jam29 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Inilah Waktu Terbaik Liburan ke Selandia Baru, Lebih Murah dan Tidak Terlalu Ramai

Liburan ke Selandia Baru, traveler harus tahu waktu terbaik untuk mengunjunginya yaitu musim semi.

11 jam29 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Niat Puasa Tasua dan Puasa Asyura Lengkap dengan Keutamaan, Dilaksanakan pada 9 dan 10 Muharram

Diiringi niat puasa Tasua dan dan puasa Asyura yang sungguh-sungguh, maka umat Islam akan mendapatkan keutamaannya pada 9 dan 10 Muharram nanti.

11 jam29 menit Tribunnews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

TRIBUNNEWS

Potret Roger Danuarta Berangkat Pengajian Bareng Ayah Cut Meyriska

Ayah Cut Meyriska, Suryadi AK dulu pernah ngotot tak beri restu ke Roger Danuarta. Siapa sangka, kini ia justru bersyukur ajak sang menantu pengajian.

11 jam29 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Soal Aksi Egois Mohamed Salah ke Sadio Mane, Legenda Liverpool: Ada Kesimbangan, Ada Ledakan

Insiden tersebut kemudian coba didinginkan oleh sang pelatih, Juergen Klopp, lantaran emosi yang melanda skuad Liverpool.

11 jam29 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Prediksi Pertandingan Serbia vs Portugal Kualifikasi Piala Eropa 2020: Tim Tamu Targetkan Kemenangan

Prediksi Pertandingan Serbia vs Portugal Kualifikasi Piala Eropa 2020: Tim Tamu Targetkan Kemenangan

11 jam29 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Serombongan dengan Nia Daniaty, Dorce Gamalama Buka Suara Soal Musibah yang Dialami sang Artis

Nia Daniaty alami kecelakaan di Bojonegoro, Jawa Timur (7/9/2019). Nia kabarnya sampai tak bisa bicara karena rahang terbentur.

11 jam29 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Sukiyat, Sosok di Balik Mobil Esemka: Tak Diundang Resmi saat Peresmian, Ditelepon oleh Jokowi

Pabrik mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (6/9/2019) kemarin.

11 jam29 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Gadaikan SK ke Bank, Anggota Dewan Kabupaten Tegal Bisa Peroleh Pinjaman Rp 1 Miliar

Anggota dewan beranggapan dengan dititipkannya SK anggota dewan ke bank akan terjamin keamanannya

11 jam30 menit Tribunnews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

ANTARA NEWS

Fakhri Husaini rotasi pemain di laga kedua kontra Iran

Pelatih tim nasional U-19 Indonesia Fakhri Husaini memastikan bahwa dirinya akan melakukan rotasi pemain di laga persahabatan kedua kontra Iran di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (11/9). "Saya akan memberikan ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Perankan Virgo, Zara JKT48 latihan main gitar

Adhisty Zara atau dikenal dengan sapaan Zara JKT48 mengaku akan belajar bermain gitar demi dapat berperan sebagai Virgo di film "Virgo and The Sparklings". Baca juga: Alasan Joko Anwar pilih Zara JKT48 sebagai ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

KKP dorong daerah minapadi jadi kawasan wisata

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong berbagai daerah, yang menerapkan konsep minapadi atau pembudidayaan ikan di tengah-tengah lahan persawahan, untuk menjadi kawasan wisata, sehingga akan berdampak kepada ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Romo Magnis nilai sudah tak ada jalan bagi Papua untuk merdeka

Rohaniawan Katolik sekaligus budayawan Romo Franz Magnis Suseno menilai sudah tidak ada jalan bagi masyarakat Papua melakukan referendum atau jajak pendapat untuk memisahkan diri dari Indonesia, menyusul sikap Pemerintah yang ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Red Walet ajarkan aeromodelling ke anak SD

Memberikan bekal pendidikan yang cukup untuk anak-anak merupakan tugas sekolah dan seluruh masyarakat, hal ini juga yang medorong Red Walet untuk mendidik anak-anak mulai dari Sekolah Dasar sampai profesional“Kami melakukan ...

11 jam30 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Revisi UU KPK, Arsul Sani: DPR justru tak ingin KPK dilemahkan

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menegaskan legislatif justru tidak ingin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilemahkan sehingga perlu melakukan revisi Undang-Undang 30/2002 tentang KPK. "Kami yang di DPR juga tidak ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Cara Sutopo kenalkan budaya literasi dengan becak pustaka

ANTARA - Kisah unik Sutopo pensiunan PNS Kodim Kota Yogyakarta yang menggaungkan budaya literasi kepada masyarakat. Bermodalkan hasil uang pensiunannnya, Sutopo membeli becak kayu yang di tahun 2017 ia lengkapi dengan ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Game Ragnarok diangkat jadi web series "Cinta Abadi"

Penerbit game Gravity Game Link membuat web series "Cinta Abadi" yang terinspirasi dari game "Ragnarok: Forever Love." "Saat ini game Ragnarok sudah menjadi bagian dari lifestyle. Web series ini ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Jurnalis-Koalisi Masyarakat Sipil NTB tolak revisi UU KPK

Jurnalis Mataram bersama Koalisi Masyarakat Sipil Nusa Tenggara Barat menolak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram Sirtulilipali, di Mataram, Sabtu, ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Maliq & D'Essentials menanti Suede manggung di Bali

Dari deretan penampil yang manggung di festival musik Soundrenaline 2019, rupanya band Maliq & D'Essentials paling tak sabar menonton pertunjukan band Inggris Suede. "Tentunya Suede, karena kami semua angkatan ...

11 jam30 menit Antaranews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

ANTARA NEWS

Kementerian PUPR sebut penataan tepi sungai tidak hanya perbaiki fisik

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan  penataan kawasan tepi sungai yang telah dan sedang dilakukan pemerintah di berbagai daerah bertujuan tidak hanya memperbaiki fisik infrastruktur saja, tetapi ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Pemprov Kalbar: terdata 101 hotspot dilahan korporasi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, menyatakan, terdata sebanyak 101 hot spot atau titik panas yang berada di lahan milik korporasi. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Al Leysandri di Pontianak, Sabtu, mengatakan, ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Esemka banyak gunakan komponen lokal, ini profil pemasoknya

Menanggapi komentar bahwa mobilnya buatan pabrikan China, produsen mobil Indonesia PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) melalui presiden direkturnya Eddy Wirajaya sudah mengkonfirmasi bahwa itu tidak benar dan menegaskan mobil ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Persibat Batang taklukan Blitar Bandung United 2-1

Persibat Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berhasil menaklukan Blitar Bandung United 2-1 pada laga kompetisi Liga 2 Tahun 2019 yang diselenggarakan di Stadion M. Sarengat Batang, Sabtu petang. Tim kesebelasan tuan rumah sempat ...

11 jam30 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Dirjen : Pengentasan buta aksara di daerah terpencil tidak mudah

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Harris Iskandar mengatakan pengentasan buta aksara di daerah terpencil tidak mudah untuk ...

11 jam30 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.