Andrea Dovizioso Berhasil Mengulangi Pencapaiannya di Musim 2017 Juara di Austria

Keberhasilan Andrea Doviziosomemenangi MotoGP Austria 2019 ternyata mengundang decak kagum dari sesama pembalap.
« Kembali Baca berita lengkap »

TRIBUNNEWS

20 Persen Kaki Orang Indonesia Datar, Dokter Syarief Luncurkan Sepatu SHL Khusus Haji

BERDASARKAN penelitian Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp. KFR (Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi), sebanyak 20 persen kondisi kaki orang

23 jam35 menit Tribunnews

BISNIS

SISTEM IDENTIFIKASI OTOMATIS : Pelayaran Rakyat Sulit Penuhi Kewajiban

Bisnis, JAKARTA ? Pelayaran rakyat mengaku sulit memenuhi kewajiban pemasangan dan pengaktifan sistem identifikasi otomatis atau automatic identification system (AIS) di kapal-kapal mereka meskipun mandatori itu ditunda 6 bulan.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

PERUSAHAAN TEKFIN : Modalku Optimistis Lampaui Target

Bisnis, JAKARTA ? PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) bakal mencapai penyaluran pembiayaan melampaui target dengan pencairan senilai hingga Rp1 triliun setiap bulannya.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

KILANG MINYAK DUMAI & PLAJU : Proyek Green Refinery Serap 1 juta ton CPO

Bisnis, JAKARTA?PT Pertamina (Persero) berpotensi menyerap 3.000 ton per hari atau menembus 1 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun saat pengembangan proyek green refinery di Kilang Dumai dan Plaju bergulir.

23 jam36 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

KINERJA SEMESTER I/2019 : BRI Cetak Laba Terbesar, BTPN Kian Akseleratif

Bisnis, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. membukukan pertumbuhan laba positif pada semester I/2019 kendati sejumlah indikator penopang pendapatan melambat. PT Bank BTPN Tbk. juga mencatatkan kinerja yang akseleratif setelah konsolidasi.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

PRODUK DINGIN & RANTAI PENDINGIN : Tantangan Cuan di Musim Terpanas

Permintaan akan produk dingin dan pendingin biasanya meningkat pada musim kemarau. Terlebih, suhu terus meningkat ke level tertinggi sepanjang sejarah pada Juli. Produsen pun meraih cuan, meski tidak terlepas dari sejumlah tantangan.\n

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

PROGRAM KENDARAAN LISTRIK : Pemerintah Tekankan TKDN dan Ekspor

Bisnis, JAKARTA?Seperti pada Kendaraan Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), pengembangan kendaraan listrik akan ditekankan pada penggunakan tingkat kandungan dalam negeri kendaraan listrik, sekaligus juga berorientasi pasar ekspor.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

SEPEDA MOTOR LISTRIK : Gesits Siapkan Pabrik II

Bisnis, JAKARTA ? PT Gesits Technologies Indo (Gesits) siap ekspansi kapasitas produksi untuk memenuhi target penjualan 1 juta unit pada 2025. Perseroan berencana membangun pabrik kedua tersebut di Pulau Jawa.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

KINERJA JUNI 2019 : Impor Mobil CBU Melejit

Bisnis, JAKARTA ? Impor mobil secara utuh (completely built up/ CBU) pada Juni 2019 meningkat signifikan. Peningkatan ini dinilai tidak disebabkan faktor khusus, seperti penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

MAKANAN & MINUMAN : Hulu & Antara Perlu Inovasi

Bisnis, JAKARTA ? Industri makanan dan minuman, terutama di sektor hulu dan antara, membutuhkan inovasi untuk mengejar ketertinggalan daya saing dengan sejumlah negara lain.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

KOMODITAS HORTIKULTURA : Kementan Evaluasi RIPH Bawang Putih

Bisnis, JAKARTA ? Kementerian Pertanian segera meninjau ulang rekomendasi izin impor hortikultura (RIPH) yang telah diterbitkan untuk bawang putih demi mengevaluasi kepatuhan terhadap aturan wajib tanam dalam negeri.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

PEMBANGKIT LISTRIK : Investasi PLTP Kian Ramai

Bisnis, JAKARTA ? Komitmen investasi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mulai berdatangan. Tarif beli dari PT PLN (Persero) masih jadi pengganjal dalam menarik lebih banyak investor.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

STANDARDISASI KODE QR : 30 Mitra Rintis Belum Terapkan QRIS

Bisnis, JAKARTA ? Perusahaan switching PT Rintis Sejahtera melaporkan bahwa masih ada 30 bank yang belum melakukan perencanaan penerapan Quick Response Code Indonesia Standard atau QRIS.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

REALISASI INVESTASI : Sektor Logistik Kian Menjanjikan

Bisnis.com, JAKARTA ? Realisasi investasi pada sektor transportasi dan pergudangan dinilai terus tumbuh dan bernilai besar pada semester I/2019, karena potensi sektor logistik Indonesia yang sangat besar dan semakin menjanjikan.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

PENGELOLAAN BANDARA : AP I Gandeng Incheon

Bisnis, JAKARTA ? PT Angkasa Pura I (Persero) menggandeng Incheon Internasional Airport Corporation (IIAC), Korea Selatan, untuk menjajaki peluang kerja sama pengelolaan bandara baik di dalam maupun luar negeri, serta berbagai peluang kerja sama lainnya.

23 jam36 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

IBU KOTA BARU : Wilayah Agar Berbasis Rel

Pemerintah semakin mantap dengan rencana pemindahan ibu kota negara. Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) mengusulkan agar dalam pengembangannya nanti ibu kota itu dibangun dengan berbasis rel.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

PEMBIAYAAN HUNIAN TERJANGKAU : KPBU Perumahan Terus Digenjot

Bisnis, JAKARTA ? Pemerintah berupaya mengurangi defisit perumahan dengan dana yang terbatas. Salah satu yang digenjot akhir-akhir ini adalah skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam menyediakan rumah rakyat.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

ESKALASI PERANG DAGANG AS VS CHINA : Industri Baja & Tekstil Prioritas Pengamanan

Bisnis, JAKARTA ? Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan, industri baja dan tekstil menjadi prioritas untuk mendapatkan pengamanan dari dampak buruk pengenaan tarif tambahan 10% atas barang China senilai US$300 miliar oleh Amerika Serikat per 1 September 2019.

23 jam36 menit Bisnis

BISNIS

Pemerintah Diminta Perjelas Peta Jalan Pembangunan Ekonomi di Indonesia

Peta jalan yang matang diyakini akan mendukung pengembangan industri lokal.

23 jam37 menit Bisnis

BISNIS

Honda Genio Sasar Segmen Anak Muda

Main Dealer sepeda motor Honda, PT. Wahana Makmur Sejati memperkenalkan Honda Genio kepada masyarakat Jakarta dan Tangerang, Rabu (14/8/2019).

23 jam37 menit Bisnis

BISNIS

Semester I/2019, Pencairan Klaim Jaminan Hari Tua Tembus Rp12,4 Triliun

Kenaikan pencairan klaim sejalan dengan meningkatnya pengajuan oleh para peserta BPJS Ketenagekerjaan.

23 jam37 menit Bisnis

JPNN.

One Pride Pro Never Quit Sajikan 2 Laga Perebutan Gelar Juara

JPNN.com, JAKARTA - One Pride Pro Never Quit bakal menggelar laga perebutan dua sabuk juara nasional MMA One Pride yaitu di kelas terbang dan kelas bulu di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, 24 Agustus 2019.

23 jam37 menit Jpnn

JPNN.

Indonesia Open Seleksi Akhir Timnas Golf Jelang SEA Games 2019

JPNN.com, JAKARTA - PB PGI bakal menjadikan Indonesia Open 2019 sebagai seleksi tahap akhir bagi timnas golf Indonesia menjelang SEA Games 2019.

23 jam37 menit Jpnn

Detik

'Kalau Pogba Berniat Pergi, Pasti Sudah Tak di MU Saat Ini'

Paul Pogba diyakini takkan meninggalkan Manchester United di musim panas ini, kendati masih ada rumor yang terus menyelimutinya.

23 jam52 menit Detik

Detik

Babi Hutan Serang Warga Kerinci, 1 Orang Tewas dan 3 Terluka

Babi hutan mengamuk dan menyerang warga di Pendung Tengah, Kerinci, Jambi.

23 jam53 menit Detik