Kebiasaan Buruk di Malam Hari Anak Muzdalifah Ditegur Fadel Islami, Caranya Jadi Sorotan

Dewi Nurmania, putri sulung Muzdalifah sering lakukan kebiasaan buruk ini di malam hari, Fadel Islami menegur, caranya langsung jadi sorotan.
« Kembali Baca berita lengkap »

TRIBUNNEWS

Sempat Terseok, Timnas Argentina Temukan Kombinasi Ideal Lewat Trio Messi-Aguero-Martinez

Senada dengan Aguero, Lautaro Martinez pun menilai bahwa skema penyerangan ini membantu produktivitas timnas Argentina.

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Seorang Istri di Lampung Ketahuan Selingkuh Setelah Suaminya Pasang GPS di Handphone

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi mengatakan, jika ia telah menerima informasi laporan tersebut.

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Memberdayakan Perempuan, Trasty Menyulap Limbah Perca Jadi Produk Fesyen

Natalia atau akrab disapa Naneth termotivasi untuk mendirikan usaha bernama “Trasty” dengan memanfaatkan limbah kain perca

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Barbie Kumalasari Disebut Oplas, Galih Ginanjar Ungkap Mantan Istri Lakukan Hal Sama

Sang istri lakukan transfomasi hingga 4 miliar, Galih Ginanjar ungkap mantan istri juga melakukan operasi plastik!

13 jam46 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Valentino Rossi Lempar Handuk, Marc Marquez Benci Dibilang Sudah Juara Musim Ini

Berbeda dari Marc Marquez yang belum mau disebut sebagai juara, Valentino Rossi justru mengaku sudah selesai musim ini.

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

PA 212 Akan Gelar Aksi di MK Sebagai Gerakan Keagamaan, Ini Reaksi BPN, Istana dan MK

Sebelumnya, calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto mengimbau agar pendukungnya tak melakukan aksi di MK.

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Setia Menemani Kevin Aprilio Saat Ditimpa Kebangkrutan, Vicy Melanie: Aku Gak Tega

Sang kekasih setia menemani Kevin Aprilio saat terlilit hutang Rp 17 Miliar di usia 25 tahun. Apa yang dirasakan Vicy saat mengetahui kebangkrutan ini

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Perjuangan Mendra Roberto, Skripsi Diuji Sri Mulyani, Terus Berkarya Meski Ayah Lulusan SD

Ada sebuah kisah inspiratif yang datang dari seorang mahasiswa bernama Mendra Roberto yang diuji langsung oleh Sri Mulyani.

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Kisah Mantri PNS yang Meninggal Dunia Saat Mengabdi di Pedalaman Papua

Saat menjalankan tugas di daerah pedalaman Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, seorang petugas medis meninggal dunia.

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Selasa 25 Juni 2019 Aries Sedang Pesimis, Capricorn Dikritik

Ramalan zodiak cinta besok: Ini ramalan zodiak cinta besok Selasa 25 Juni 2019: Aries sedang pesimis sementara Capricorn dikritik.

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

PBB: Puluhan ribu tahanan ISIS di Irak dan Suriah harus diadili atau dibebaskan

Komisioner Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan para petempur dan anggota keluarga mereka yang bergabung dengan kelompok yang

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

MK Percepat Putuskan Sengketa Pilpres 2019, Ini Reaksi BPN Prabowo-Sandi

Andre Rosiade mengaku tidak mau berburuk sangka mengapa keputusan tidak dibacakan hari Jumat.

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Sifat Jelek 12 Zodiak yang Bikin Hidup Jadi Rumit, Taurus Keras Kepala, Gemini Plin Plan

Inilah sifat atau karakter dari 12 zodiak yang kurang baik. Sifat yang dimiliki tersebut dapat membuat hidup mereka jadi rumit.

13 jam46 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Daftar Lengkap Bursa Transfer Liga Inggris: Man United Amankan Bek Pemilik Tekel Terbanyak di Eropa

Pemain yang memiliki catatan tekel terbanyak (129 tekel ) di 5 liga top Eropa itu tinggal tes medis dan resmi jadi milik MU.

13 jam46 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Badak Hitam langka dipulangkan ke habitnya

Badak hitam tiba di Taman Nasioanl Akagera, Rwanda timur, usai dikirim dari kebun binatang Dvur Kralove, Repunlik Ceko, Senin (24/6/2019). Lima badak hitam timur yang berada di taman margasatwa di tiga negara Eropa, akan ...

13 jam46 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Kemarin, Arswendo Atmowiloto drop dan uji tangguh Suzuki terbaru

Beberapa kali bermain film bersama rumah produksi luar negeri khususnya Hollywood, membuat Iko Uwais merasakan perbedaan syuting di luar negeri dengan di Indonesia. "Kalau kerja di luar itu masalah waktunya, sangat ...

13 jam46 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Minyak beragam karena kekhawatiran permintaan dan ketegangan AS-Iran

Harga minyak dunia beragam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena kekhawatiran pasar tentang kemungkinan konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat, sementara kekhawatiran tentang penurunan permintaan ...

13 jam46 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Hari ini ada bursa kerja hingga pameran Gashapon

Berikut empat agenda yang digelar di Jakarta, Selasa, di antaranya adalah bursa kerja dan pameran Gashapon.  1. Jakarta Job Fair hingga 26 Juni 2019 di Ratu Plaza, Jl. Jend. Sudirman 9, Jakarta Pusat. 2. TeamLab Future ...

13 jam46 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Knicks didenda karena melarang wartawan

NBA mendenda New York Knicks 50 ribu dolar AS karena melarang seorang wartawan New York Daily News menghadiri jumpa pers yang memperkenalkan pemilihan draft R.J. Barrett dan Ignas Brazdeikis. Wartawan-wartawan peliput tim ini ...

13 jam46 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Dolar tertekan spekulasi penurunan bunga dan ketegangan geopolitik

Kurs dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena investor tetap berhati-hati terhadap greenback di tengah spekulasi tinggi tentang potensi penurunan suku ...

13 jam46 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Bursa Wall Street ditutup bervariasi jelang pidato Ketua Fed

Saham-saham di bursa Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena investor menunggu pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk mencari lebih banyak petunjuk tentang langkah ...

13 jam46 menit Antaranews

ANTARA NEWS

WTO: Pembatasan perdagangan di antara G20 berlanjut pada level tinggi

Laporan Pemantauan ke-21 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tentang langkah-langkah perdagangan G20 yang dikeluarkan pada Senin (24/6/2019) menunjukkan bahwa cakupan perdagangan langkah-langkah pembatasan impor baru yang ...

13 jam46 menit Antaranews

KONTAN

Totalindo (TOPS) Menggantung Asa di Semester Kedua 2019

Hingga Mei tahun ini, realisasi kontrak baru TOPS sudah 68,92% dari target senilai Rp 2,5 triliun.

13 jam46 menit Kontan

KONTAN

Industri Pariwisata Masih Cerah, SONA Optimistis Gapai Target Pendapatan

SONA mengandalkan toko bebas bea di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

13 jam47 menit Kontan

KONTAN

Nasib Izin Tambang Batubara Tanito Harum Masih Menggantung

Jika BUMN dan BUMD tidak berminat, baru dilelang atau bisa ditawarkan kepada pihak swasta.

13 jam47 menit Kontan