Dikritik, Ganjar Pranowo Jelaskan Pentingnya Apel Kebangsaan yang Habiskan Anggaran Rp 18 Miliar

Mendapat banyak kritikan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jelaskan pentingya Apel Kebangsaan yang habiskan anggaran sebesar Rp 18 miliar itu.
« Kembali Baca berita lengkap »

TRIBUNNEWS

Cinta Ratu Kecewa Dituduh Tuntut Dinafkahi Setara Tarif Artis Hollywood

Gugatan cerai Robby Satria terhadap Cinta Ratu Nansya dikabulkan majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan, medio 14 Februari 2018

14 jam31 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

MPR: Kisruh DPT Akibat Mismanajemen Sistem Kependudukan

Kisruh DPT itu terjadi akibat mismanajemen kependudukan. Persoalan ini bisa diatasi dengan single identity number.

14 jam31 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Update Terbaru Serangan Teroris di Selandia Baru, 11 Orang Masih Dirawat, 1 Anak Kritis

Daftar Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan di Selandia Baru beserta kondisi terkini.

14 jam31 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Sanggau akan Maksimalkan Desa Wisata di Festival Crossborder

Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mulai serius menggarap desa wisata. Berbagai strategi disiapkan untuk mengangkat potensi ini.

14 jam31 menit Tribunnews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

TRIBUNNEWS

Temui Simpatisan di Lapangan Siborong-borong, Warga Minta KIP dan Jaket Jokowi

Dalam sambutannya, Jokowi ‎meminta masyarakat Tapanuli Raya kembali memenangkan dirinya dalam Pilpres 17 April 2019 nanti.

14 jam31 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Kisah Masa Kecil Zulfirman Syah, WNI yang Jadi Korban Penembakan di Christchurch Selandia Baru

Handra Yaspita sang kakak kandung mengisahkan masa kecil Zulfirman Syah, WNI yang menjadi korban penembakan di Christchurch Selandia Baru .

14 jam31 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Inilah Wajah Baru Pemeran Dono, Kasino, dan Indro yang Akan Bintangi Warkop DKI Reborn 3

Warkop DKI Reborn 3 resmi rilis tiga wajah baru yang akan memerankan tokoh utama yakni Dono, Kasino dan Indro, siapa saja mereka?

14 jam31 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

KWI kecam aksi teror di Selandia Baru

Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan umat Katolik Indonesia mengecam aksi teror penembakan terhadap dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 49 orang pada Jumat (15/3). "KWI dan seluruh umat Katolik Indonesia ...

14 jam31 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Pertamina jajaki kerja sama pendanaan dengan K-Sure

PT Pertamina (Persero) menjalin kesepakatan dengan lembaga keuangan asal Korea, K-Sure untuk menjajaki peluang pendanaan sejumlah proyek strategis. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman dalam ...

14 jam31 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Pemkot Surabaya nilai Permendikbud 51/2018 resahkan orang tua siswa

Pemerintah Kota Surabaya menilai Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 yang salah satunya mengatur tentang proses Penerimaan Peserta Didik Baru jenjang SMP berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ...

14 jam31 menit Antaranews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

ANTARA NEWS

Produksi kilang Plaju capai 103,4 persen

PT Pertamina Refinery Unit III (RU III) membukukan operasional 2018 dengan total produksi bahan bakar minyak RU III mencapai 103,4 persen dibanding 2017 yakni meningkat dari 35,2 juta barel/Tthun menjadi 36,3 juta ...

14 jam31 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Padang Panjang hadirkan penulis buku laris tumbuhkan minat baca

Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mengadakan seminar yang menghadirkan penulis buku laris dalam negeri untuk membangun minat baca dan menulis bagi masyarakat setempat. "Para penulis dan pegiat literasi yang ...

14 jam31 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Asosiasi FKUB Indonesia kutuk aksi terorisme di Selandia Baru

Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyatakan kesedihan yang mendalam, serta mengecam dan mengutuk aksi terorisme yang terjadi di masjid di Kota Christchurch, Selandia ...

14 jam31 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Toyota akan meluncurkan GR Supra GT Cup di PlayStation4

TOYOTA GAZOO Racing (TGR) mengumumkan akan memasuki e-motorsports dengan meluncurkan GR Supra GT Cup untuk PlayStation 4 (PS4). Gran Turismo Sport yang merupakan perlombaan one-make global pertama, dimulai pada April ...

14 jam31 menit Antaranews

ANTARA NEWS

James Gunn ditarik lagi untuk sutradarai "Guardians of the Galaxy 3"

James Gunn, sutradara yang pernah dipecat Walt Disney Pictures akhirnya ditarik lagi untuk menyutradarai "Guardians of the Galaxy 3", Variety, Jumat (15/3). Gunn sempat dipecat Juli lalu menyusul kembali mengemukanya ...

14 jam31 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Akademisi: regulasi mobil listrik harus menjamin industri nasional

Pengajar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan ketua tim mobil listrik BLITS, Muhammad Nur Yuniarto, mengatakan regulasi mobil ramah lingkungan yang tengah disiapkan pemerintah harus mendukung pengembangan ...

14 jam31 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Dosen UMM pecahkan rekor MURI pemilik HKI terbanyak se-Indonesia

Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Ishomudin dinyatakan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemecah rekor pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak se-Indonesia, yakni 100 HKI. Prof Ishomudin ...

14 jam31 menit Antaranews

ANTARA NEWS

PR besar bidang kesehatan untuk pemimpin Indonesia

Siapapun pemenang dari kontestasi Pemilihan Presiden 2019 dan akan memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan akan dihadapkan oleh PR besar untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang kesehatan. Debat ketiga Pemilu ...

14 jam31 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Gubernur dorong kerja sama perguruan tinggi Lampung dengan Kroasia

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dalam kunjungan ke Kroasia mendorong adanya kerja sama lebih intensif University of Zagreb dengan perguruan tinggi di Lampung baik di bidang sains, pendidikan maupun kebudayaan ...

14 jam31 menit Antaranews

KONTAN

Raih Kontrak dari Filipina, WTON Revisi Target 2019

WTON juga tengah mengincar kontrak dari Singapura dan Bangladesh.

14 jam31 menit Kontan

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

KONTAN

Rilis Sekuritas Perpetual, Ekuitas AirAsia (CMPP) Positif di Kuartal I-2019

PT Airasia Indonesia Tbk (CMPP) akhirnya menerbitkan sekuritas perpetual, 8 Maret lalu. 

14 jam31 menit Kontan

KONTAN

Ridwan Goh: Investor Moderat yang Gemar Saham

Simak strategi investasi Ridwan Goh, Direktur Utama PT Mark Dynamics Indonesia Tbk

14 jam31 menit Kontan

KONTAN

Akulaku, Fintech Asal China Bakal Tambah Kepemilikan di BBYB Lewat Rights Issue

Saat ini Akulaku punya 88,9% saham BBYB.

14 jam31 menit Kontan

KONTAN

Ekspansi ke Segmen Premium, Simak Prospek Campina Ice Cream (CAMP)

PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) menggelar sejumlah ekspansi untuk meningkatkan kinerja  di tahun ini.

14 jam31 menit Kontan

KONTAN

Bidik Peluang Emas, HRTA Berkongsi dengan Matahari Department Store (LPPF)

Sejauh ini Hartadinata (HRTA) ini sudah merealisasikan pembangunan 30 toko anyar.

14 jam31 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.