Program Vaksinasi COVID-19 Angkat IHSG 0,51 Persen, Investor Asing Buru Saham Bank

 

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham, Rabu (13/1/2021). Penguatan IHSG terjadi di tengah sentimen vaksinasi COVID-19.

Mengutip data RTI, IHSG naik 32,92 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.428,59. Indeks saham LQ45 menguat 0,44 persen ke posisi 1.000,82. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada 216 menghijau sehingga membuat IHSG bertahan di zona hijau. Namun, 248 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. Total frekuensi perdagangan saham 1.200.283 kali dengan volume perdagangan 17,1 miliar saham. Nilai transaksi Rp 15,2 triliun. Investor asing beli saham Rp 510,83 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah 14.058.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham barang konsumsi turun 1,03 persen dan sektor perdagangan melemah 0,16 persen. Sektor saham tambang menguat 3,28 persen, dan memimpin penguatan. Diikuti sektor industri dasar naik 1,39 persen dan sektor keuangan menguat 0,65 persen.

Pengamat pasar modal Hans Kwee menuturkan, penguatan IHSG didorong dari sentimen positif dalam negeri. Salah satunya program vaksinasi COVID-19 yang mulai dijalankan pada 13 Januari 2021. Sedangkan dari bursa saham global cenderung mendatar karena valuasi saham sudah mahal.

"Sentimen vaksinasi, pasar masih menguat. Tetapi pasar akan sell by news karena program vaksinasi sudah direalisasikan,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Top Gainers dan Losers

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham catatkan top gainers atau naik signifikan antara lain saham KIOS menguat 34,48 persen ke posisi Rp 234 per saham, saham PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) mendaki 25 persen ke posisi Rp 500 dan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mendaki 24,90 persen ke posisi Rp 1.580 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain RONY merosot 7 persen ke posisi Rp 186 per saham, saham BBYB tergelincir 6,99 persen ke posisi Rp 346 dan saham CSMI merosot 6,98 persen ke posisi Rp 600 per saham.

Aksi Beli Investor Asing

Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Investor asing masih memburu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Tercatat aksi beli investor asing untuk saham BBRI mencapai Rp 313,4 miliar, diikuti PT Indah Kiat and Pulp Paper Tbk yang mencapai Rp 71 miliar, dan PT Astra International Tbk sebesar Rp 66,8 miliar.

Investor asing beli PT Bank Mandiri Tbk sebanyak Rp 63,6 miliar, dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mencapai Rp 39,7 miliar.

Bursa Saham Asia

Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bursa saham Asia cenderung menguat kecuali indeks saham Shanghai melemah 0,09 persen dan indeks saham Hong Kong Hang Seng susut 0,03 persen.

 Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 1,33 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 1,06 persen, indeks saham Thailand menanjak 1 persen, indeks saham Singapura menguat 0,47 persen dan indeks saham Taiwan menguat 1,58 persen, dan pimpin penguatan di bursa Asia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini