Netizen Malaysia Cemburu Indonesia Dapat Vaksin COVID-19 Duluan

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Beberapa netizen Malaysia "cemburu" melihat Indonesia yang sudah mendapat vaksin COVID-19 lebih awal. Presiden Jokowi menjadi yang pertama divaksin menggunakan vaksin Sinovac asal China pada Rabu, 13 Januari 2021.

Pemerintah Malaysia baru akan mendapat vaksin Pfizer asal Eropa pada Februari 2021.

Namun, netizen lantas mempertanyakan kenapa Malaysia bisa terlambat dalam vaksinasi.

"Indonesia dan Singapura dah mula untuk beri vaksin pada rakyatnya. Malaysia?" tulis akun bernama Ammar, dikutip Kamis (14/1/2021).

Ada netizen yang kecewa dengan politik di Malaysia karena belum meloloskan vaksin sementara Singapura dan Indonesia sudah.

"Coba korang bayangkan dalam vaksin Covid19 sudah sampai di Singapura dan Minggulepas sudah sampai juga ke Indonesia - yet (namun) Malaysia baru nak luluskan? Kegilaan apa Malaysia ni entahlah!" ujar pengguna bernama Abg Baim pada 8 Januari 2021.

"Malaysia ni tak habis politic je... mane vaksin.. Indonesia pun sudah nak dapat," kata akun Y.a.t.i.e.s pada 9 Januari 2021.

Netizen bernama Raja Kamarul Bahrin Shah juga mempertanyakan kenapa Singapura yang kecil dan Indonesia yang besar bisa mendapat vaksin lebih dulu dari Malaysia.

"Rakyat ingin tahu kenapa vaksin Covid- 19 lambat dibeli dan bila akan di terima Malaysia sementara Singapura negara yang kecil telah siap terima dan Indonesia dengan ratusan juta rakyat akan menerima vaksin dalam waktu terdekat?" ujarnya pada 9 Januari 2021.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Menanti Vaksin Pfizer

Pekerja balai kota mendisinfesi Lapangan Merdeka atau Alun-Alun Kemerdekaan di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (17/10/2020). Malaysia akan membatasi pergerakan di Kuala Lumpur, Selangor, dan Putrajaya mulai Rabu dalam upaya untuk mengekang peningkatan tajam kasus COVID-19. (AP Photo/Vincent Thian)

Menurut laporan The Star, Malaysia baru akan mendapat vaksin buatan Pfizer pada akhir Februari 2021. Vaksin tersebut sudah disetujui penggunaannya oleh otoritas setempat.

Selain itu, Malaysia juga telah memesan vaksin AstraZeneca. Malaysia juga telah berdiskusi dengan Sinovac, Vansino, dan Gamaleye untuk menambah stok vaksin.

PM Yassin berkata sebanyak 20 hingga 23 juta populasi Malaysia harus divaksin untuk meraih herd immunity.

Malaysia sedang melakukan lockdown hingga akhir Januari 2021 untuk meredam kasus COVID-19. PM Yassin menyebut banyak klaster dari tempat kerja.

Jokowi Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Agak Pegal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima vaksin COVID-19 pertama pada Rabu, 13 Januari 2021. (Dok Humas Sekretariat Kabinet)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menerima vaksin Covid-19 buatan perusahaan asal China, Sinovac. Dia mengaku sempat merasa pegal-pegal, usai dua jam disuntik vaksin.

"Alhamdulillah, pagi tadi sudah terlaksana dan vaksinasi berjalan baik. Tidak terasa apa-apa, waktu suntik ya. Tapi setelah dua jam agak pegal dikit. Agak pegal dikit," kata Jokowi melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 13 Januari 2021. 

Kendati begitu, dia mengajak seluruh masyarakat mengikuti program vaksinasi untuk mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia.

Jokowi mengatakan program vaksinasi akan dilakukan secara bertahap ke seluruh masyarakat Indonesia.

"Mengenai waktunya kapan, ini kan semuanya harus bersabar. Karena kan diatur secara bertahap, dilakukan secara bertahap. Tapi yang pasti vaksin ini gratis," jelas Jokowi.

Infografis COVID-19:

Infografis 3 Tips Cuci Masker Kain untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: