Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Bertambah 7, Total Jadi 24 Jenazah

Liputan6.com, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali berhasil mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu (16/1/2021). Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu sore 9 Januari 2021 pekan lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyebut, penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang teridentifikasi bertambah tujuh orang. Dengan demikian, secara keseluruhan sudah ada 24 korban yang terindentifikasi.

"Jadi jumlah keseluruhan korban yang telah diidentifikasi oleh tim DVI sampe jam 17.00 WIB tadi sejumlah 24 korban," kata Rusdi saat konferensi Pers di RS Polri, Sabtu sore.

Rusdi mengungkapkan, tujuh nama penumpang yang teridentifikasi tersebut adalah Rosi Wahyuni (51) berjenis kelamin perempuan, Rizki Wahyudi (26) berjenis kelamin laki-laki, Nelly (49) berjenis kelamin perempuan, Beben Sopian (58) berjenis kelamin laki-laki.

Kemudian Makrufatul Yeti Srianingsih (30) berjenis kelamin perempuan, Arifin Ilyas (26) berjenis kelamin laki-laki, dan Arneta Fauzi (38) berjenis kelamin perempuan.

"Pada hal ini korban diidentifikasi lewat sidik jari maupun rekonsliasi DNA," ujar Rusdi.

 

1 Teridentifikasi Lewat Sidik Jari, 6 dari DNA

Tim forensik menurunkan kantong jenazah berisi serpihan Sriwijaya Air SJ 182 dan diduga tubuh korban dari ambulans di RS Polri, Jakarta, Minggu (10/1/2021). RS Polri menerima tiga kantong jenazah berisi serpihan pesawat dan diduga tubuh korban untuk diidentifikasi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Terpisah, salah satu perjabat di Tim Inafis Polri, AKBP Suwarto menerangkan, salah satu jenazah bernama Makrufatul Yeti Srianingsih teridentifikasi menggunakan metode pembanding data antemortem.

Tim DVI mencocokan sidik jari yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hasilnya, ditemukan kesamaan 12 titik. "Dengan demikian betul yang bersangkutan adalah Makrufatul Yeti Srianingsih," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Instalansi DNA Rumah Sakit Polri, dr Niken Budi membeberkan, enam jenazah lain terindentifikasi melalui pencocokan (rekonsiliasi) menggunakan sampel DNA dari keluarga dekat.

"Terimakasih kepada keluarga atas kerja sama pengambilan sampel sebagai pembanding jenazah," ujar dia.

Adapun, jenazah atas nama Rosi Wahyuni (51) perempuan teridentifikasi setelah membandingkan sampel DNA dengan Ibu kandung. Kemudian jenazah atas nama Arifin Ilyas (26) teridentifikasi setelah mencocokan dengan DNA ayah kandung dan ibu kandung.

Sisanya, yakni jenazah atas nama Rizki Wahyudi (26), Nelly (49), Beben Sopian (58), dan Arneta Fauzi (38) teridentifikasi setelah mencocokan dengan DNA anak kandung.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: