Investasi Seumur Hidup dengan Unit Link? Cek Keuntungannya, Terutama di Masa Pandemi!

Liputan6.com, Jakarta Masalah kesehatan saat ini menjadi hal utama yang harus dijaga di masa pandemi. Selain karena berdampak pada kualitas hidup, kesehatan tentu berpengaruh pada finansial.

Nah pertanyaannya sekarang, untuk mengatasi masalah kesehatan, sebenarnya ada solusi yang bisa menjamin agar kualitas hidupmu lebih baik. Solusinya adalah melalui asuransi jiwa.

Ya, asuransi jiwa perlu dimiliki dengan tujuan agar kebutuhan ekonomi tidak terganggu, akibat terjadinya risiko di masa produktif. Memiliki asuransi jiwa juga dapat mempersiapkan hari tua yang lebih bahagia dan sejahtera.

Lalu apa sih asuransi jiwa? Ini merupakan produk asuransi yang memberikan perlindungan yang memberikan sejumlah Uang Pertanggungan atau santunan asuransi kepada penerima manfaat/keluarga/ahli waris dari tertanggung (peserta asuransi).

Jadi, apabila terjadi risiko kesehatan terhadap diri, seperti meninggal dunia akibat penyakit atau kecelakaan, maka tertanggung akan menerima Uang Pertanggungan.

Nah yang harus kamu tahu, ada produk asuransi jiwa yang memiliki manfaat ganda, yaitu produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau dikenal dengan istilah produk asuransi unit link. Unit Link merupakan produk asuransi jiwa yang menggabungkan manfaat perlindungan jiwa dengan manfaat investasi.

Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami produk asuransi unit link. Padahal sebenarnya, unit link memberikan banyak manfaat lho. Yuk pahami bersama tentang manfaat unit link berikut ini:

1. Fungsi Ganda

Produk asuransi unit link dapat digunakan sebagai investasi jangka panjang untuk mendapatkan potensi keuntungan dari hasil investasi. Jadi, selain dapat memberikan perlindungan atas kesehatanmu, kamu sebagai nasabah nggak perlu lagi dipusingkan tentang dana investasi. Itu karena pengelolaan dana investasimu akan dikelola secara professional oleh manajer investasi melalui unit link.

2. Fleksibel dan Waktu Pertanggungan

Ya, jika kamu merasa manfaat perlindungan masih kurang maka bisa juga menambah manfaat tambahan lainnya sesuai kemampuan dan kebutuhan. Selain itu, setiap produk asuransi memiliki masa pertanggungan yang cukup panjang dan bervariasi bahwa hingga kamu berusia sampai 99 tahun.

Menarik bukan? Namun sebelum mengambil produk asuransi unit link, sebaiknya, kamu konsultasi lebih dulu dengan tenaga pemasar agar tidak salah memilih ya!

Pahami Risikonya

© Shutterstok.

Membeli produk asuransi unit link itu ibarat menyelam sambil minum air. Sekali membeli, dua sasaran langsung diraih. Pertama, memperoleh perisai asuransi untuk melindungimu dari kejadian tak terduga di masa depan. Kedua, mendapatkan manfaat berupa potensi hasil investasi dalam jangka panjang yang dapat menambah asset seiring dengan pertumbuhan jangka panjang di alokasi investasi kamu.

Oleh karena itu, setelah mengetahui manfaatnya, kamu wajib tahu risikonya, dengan mengetahui cara kerja investasi di produk asuransi unit link seperti dikutip dari materi tentang Ayo Pahami Risiko Unit Link yang ditulis di laman sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jadi pahami bahwa nilai tunai di unit link bergerak fluktuatif seiring dengan perkembangan pasar modal atau risiko pasar. Ya, risiko pasar disebabkan oleh kondisi ekonomi dan/atau sentimen pasar modal yang dapat menyebabkan nilai investasi mengalami penurunan, akibatnya nilai unit yang dimiliki oleh pemegang polis juga bisa berkurang. Oleh karena itu kamu harus memilih produk dengan dana investasi risiko rendah, sedang atau tinggi sesuai dengan profil risiko kamu.

Pilih Agen dan Perusahaan Asuransi Terpercaya

© Shutterstok.

Informasi penting tentang risiko investasi maupun biaya-biaya yang timbul menjadi hal penting sebelum membeli produk asuransi unit link. Nah kunci utama agar kamu tidak merasa 'terjebak' sebelum memutuskan membeli produk asuransi unit link dengan memilih perusahaan asuransi jiwa terdepan dan pemimpin pasar yang sudah mendapatkan kepercayaan publik. Lalu pilihlah agen asuransi yang professional, terpercaya, dan memiliki lisensi resmi keagenan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Syariah (AASI).

Kamu juga harus memastikan agen asuransi bisa menjelaskan seluruh hal, terkait dengan hak dan kewajibanmu nantinya. Mulai dari berapa premi yang harus dibayarkan, biaya-biaya yang dikenakan, periode pembayaran, manfaat produk yang ditawarkan, hingga cara klaim saat terjadi risiko yang dipertanggungkan. Serta jangan lupa untuk meminta agen melakukan evaluasi profil risiko kamu, agar kamu dapat memilih unit link yang sesuai dengan profil risiko kamu.

Terakhir, agen asuransi seharusnya memiliki integritas dan dapat dipercaya, dengan menyampaikan informasi sesuai aturan dan manfaat yang terdapat dalam polis. Kamu boleh mencurigai, apabila agen menyampaikan iming-iming nilai investasi yang tinggi atau memberikan saran kepadamu untuk memanipulasi data atau informasi riwayat kesehatan.

 

(Adv)