Indonesia dan Rusia Sepakat Tak Saling Menghambat Perdagangan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia dan Rusia sepakat untuk menghilangkan hambatan perdagangan guna mencapai target volume perdagangan. Kesepakatan ini dicapai Forum Konsultasi Bilateral Indonesia – Rusia ke-4 yang dipimpin oleh Dirjen Amerika dan Eropa, Kemlu RI dan Deputi Menlu Rusia.

Indonesia menekankan 3 hal penting untuk memperkokoh kerja sama kedua negara, yaitu membangun kemitraan strategis yang lebih action-oriented, penguatan diplomasi ekonomi dan refocusing prioritas kerja sama di era new normal.

"Untuk menuntaskan hambatan perdagangan, kedua pihak sepakat perlunya pembahasan khusus yang juga melibatkan pemangku kepentingan kedua negara (one-and-half track) agar tercapainya target volume perdagangan sebesar USD 5 miliar," demikian dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri pada Jumat (5/3/2021).

Kedua pihak juga mengidentifikasi beberapa potensi kerja sama, antara lain di bidang pariwisata, kesehatan dan pendidikan.

Indonesia juga mengapresiasi kemajuan hubungan kedua pihak dalam bidang ekonomi, terutama terkait investasi Rusia di Indonesia serta rencana peningkatan investasi di sektor perminyakan, perkebunan dan teknologi tinggi.

 

FTA Indonesia – Eurasian Economic Union

Hambatan perdagangan.(Foto:@Pelindo III)

Selain itu, Rusia akan mendukung percepatan pembentukan FTA Indonesia – Eurasian Economic Union (EAEU) yang sudah digulirkan sejak 2019.

Rusia merupakan salah satu mitra dagang dan sumber investasi terbesar Indonesia, dengan neraca perdagangan rata-rata dalam 5 tahun terakhir sebesar USD 2,3 miliar.

Di tengah pandemi Covid-19, neraca perdagangan 2020 mampu mencatat surplus di pihak Indonesia sebesar USD 16 juta, dengan total volume perdagangan sebesar USD 1,93 miliar.

Di sisi lain, nilai investasi langsung Rusia pada 2020 tercatat sebesar USD 4,6 juta dengan 202 proyek sebagian besar di sektor industri kimia dan farmasi.

Saksikan Video Ini