IHSG Hari Ini (4/8) Masih Aman, Asal Level Psikologis 5.000 Tidak Dijebol

Belum ada pertanda tekanan jual bakal mereda.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Soal dan jawaban TVRI SMP, Selasa 4 Agustus 2020: Pecahan

Soal dan jawaban program Belajar di Rumah TVRI untuk jenjang SMP.

21 jam18 menit Kontan

KONTAN

Soal dan jawaban TVRI SMA, Selasa 4 Agustus: Sistem persamaan liniear kuadrat (1)

Soal dan jawaban program Belajar di Rumah TVRI untuk SMA tentang sistem persamaan liniear.

21 jam18 menit Kontan

KONTAN

Harga HP Samsung Galaxy terbaru bulan Agustus 2020, ada diskon seri flagship

Menjelang perilisan Samsung Galaxy Note 20 pada tanggal 5 Agustus nanti, Samsung Indonesia memberikan promo harga menarik untuk seri lama.

21 jam18 menit Kontan

KONTAN

Soal & jawaban TVRI SD kelas 4, 5, 6 Selasa 4 Agustus 2020: Sistem Pernapasan Manusia

Berikut adalah soal dan jawaban program Belajar dari Rumah TVRI SD untuk kelas 4, 5, dan 6 pada Selasa, 4 Agustus 2020.

21 jam19 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Corona di Iran: Satu orang meninggal setiap tujuh menit

Salah satu penyebab tingginya angka kematian di Iran adalah sulitnya warga dalam menjaga jarak.

21 jam19 menit Kontan

KONTAN

Wall Street perkasa, indeks Nasdaq kembali cetak rekor tertinggi

Sejumlah kesepakatan bernilai miliaran dolar AS menjadi penopang pergerakan Wall Street pada perdagangan awal pekan ini

21 jam19 menit Kontan

KONTAN

Saham-saham yang banyak dikoleksi asing saat IHSG jatuh kemarin, Senin (3/8)

Asing banyak mengoleksi saham konsumer ICBP, UCID, MCAS dan INDF saat IHSG anjlok pada perdagangan Senin 3 Agustus 2020.

21 jam19 menit Kontan

KONTAN

Koruptor terancam hukuman seumur hidup

MA keluarkan aturan yang bisa pangkas disparitas hukuman bagi koruptor.

21 jam20 menit Kontan

JPNN.

Muak dengan Korupsi di Pemerintahan, Menteri Luar Negeri Pilih Mundur dari Jabatan

JPNN.com, BEIRUT - Menteri Luar Negeri Lebanon Nassif Hitti mengundurkan diri dari jabatannya lantaran merasa tidak adanya keinginan politik untuk melakukan reformasi di dalam pemerintahan.

21 jam20 menit Jpnn

JPNN.

Demi Ubah Konstitusi, Presiden Mainkan Politik Dinasti Tingkat Tinggi

JPNN.com, KOLOMBO - Presiden Gotabaya Rajapaksa berharap dapat memperkuat dominasinya di Sri Lanka lewat pemilihan umum legislatif yang akan digelar besok, Rabu (5/8). Dalam pemilihan itu, dia mendukung kakak laki-lakinya, Mahinda Rajapaksa untuk menjadi perdana menteri.

21 jam20 menit Jpnn

Viva.co

Istri Seksi di Balik Sukses Immobile Sabet Sepatu Emas Eropa

Jessica Melena, istri seksi Ciro Immobile.

21 jam21 menit Viva

Viva.co

The Legendary: Gol Maut Le Tissier Penghancur Karier Massimo Taibi

Terjadi pada 1999.

21 jam21 menit Viva

Viva.co

Sukses Porto di Liga Champions dan Munculnya Sosok Jose Mourinho

FC Porto sukses menjuarai Liga Champions 2003/04.

21 jam21 menit Viva

Viva.co

Pernyataan Berbahaya Hadi Pranoto dalam Konten YouTube Anji

Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan ke polisi.

21 jam22 menit Viva

Detik

Ganasnya Pandemi Flu Spanyol yang Mengakhiri Perang Dunia Pertama

Pandemi flu spanyol pada 1918 terjadi di tengah berkecamuknya perang dunia pertama. Banyaknya korban tumbang membuat perang tidak efektif dan harus diakhiri.

21 jam23 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

4 Fakta Swinger, Fantasi di Balik Viral Pelecehan Seks Berkedok Riset

Sebuah video viral menampilkan seorang pria yang mengaku dosen, membuat pengakuan telah melakukan pelecehan seksual berkedok penelitian 'swinger'.

21 jam23 menit Detik

Detik

Saran IDAI Agar Anak Tak Berlebihan Terpapar Gadget Saat Belajar Online

Di masa pandemi Corona, anak harus tinggal di rumah dan menjalankan pembelajaran secara online. Berikut saran IDAI agar anak tidak terlalu banyak pegang ponsel.

21 jam23 menit Detik

Detik

Man City Vs Real Madrid: Los Blancos Kerap Ambyar Tanpa Ramos

Real Madrid patut hati-hati saat bertemu Manchester City akhir pekan ini. Sebab Los Blancos bermain tanpa Sergio Ramos, dan biasanya langsung ambyar.

21 jam24 menit Detik

Detik

Ada Rumor Bakal Dipecat, Ini Respons Conte

Antonio Conte mendadak dirumorkan bakal dipecat Inter Milan. Pelatih Italia itu langsung meresponsnya. Bagaimana?

21 jam24 menit Detik

Detik

Juventus Vs Lyon: Les Gones Tak Gentar Meski Bianconeri Lebih Bugar

Memphis Depay menilai Juventus diuntungkan karena lebih banyak bermain daripada Olympique Lyon. Namun, hal itu bukan alasan untuk Les Gones menjadi gentar.

21 jam24 menit Detik

Detik

Nicholas Saputra Unggah Video Kaki di Kolam Ikan, Netizen Fokus Banget

Nicholas Saputra unggah video kaki di kolam ikan. Netizen melihat sampai fokus banget.

21 jam24 menit Detik

Detik

Ini Alasan Rachel Maryam Baru Resmikan Pernikahan

Rachel Maryam sudah melakukan itsbat nikah. Ini alasan Rachel baru resmikan pernikahan.

21 jam24 menit Detik

Detik

4 Klaim Corona yang Menyeret Anji & Hadi Pranoto Dilaporkan ke Polisi

Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan ke polisi. Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan atas dugaan tindak pidana ITE dan atau menyebarkan berita bohong

21 jam24 menit Detik

Detik

Momen Romantis Rachel Maryam dan Edwin Aprihandono yang 9 Tahun Nikah Siri

Rachel Maryam dinikahi secara siri oleh Edwin Aprihandono sejak 9 tahun lalu. Kini keduanya berencana untuk mengesahkan pernikahannya itu secara negara.

21 jam24 menit Detik

Detik

CCTV Rumah Adik Acha Juga Dicuri, Polisi Cek Jejak Maling Via Kamera Lain

Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait pencurian di rumah adik Acha Septriasa, Juwita Maritsa di kawasan Tebat, Jakarta Selatan (Jaksel).

21 jam25 menit Detik