IHSG naik lima hari berturut-turut total 2,02% ke 5.247 hingga Jumat (14/8)

Jumat (14/8), IHSG menguat tipis 8,44 poin atau 0,16% ke 5.247,69.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Pemerintah bakal lelang lima seri Sukuk dengan target Rp 8 triliun pada pekan depan

Pada Selasa (18/8), pemerintah akan lelang lima seri Sukuk dengan target indikatif Rp 8 triliun

3 jam9 menit Kontan

KONTAN

Kena sanksi, OJK: Kresna Life punya waktu tiga bulan untuk jalankan rekomendasi

OJK memberikan kesempatan selama tiga bulan bagi Kresna Life untuk melaksanakan rekomendasi hasil pemeriksaan. 

3 jam9 menit Kontan

KONTAN

Jokowi sampaikan 4 rancangan kebijakan ekonomi Indonesia pada APBN 2021

Pada 2021 pemerintah akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

3 jam9 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah patok anggaran pendidikan tahun 2021 sebesar Rp 549,5 triliun

Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar Rp 549,5 triliun pada tahun 2020.

3 jam9 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 di rentang 4,4% - 5,5%

Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung peningkatan konsumsi domestik dan investasi.

3 jam10 menit Kontan

KONTAN

Wow, anggaran infrastruktur di tahun 2021 capai Rp 414 triliun

Dalam RAPBN 2021, pendapatan negara diproyeksikan sebesar Rp 1.776,4 triliun dan belanja negara capai Rp 2.747,5 triliun

3 jam10 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah anggarkan Rp 104,2 triliun untuk ketahanan pangan tahun 2021

span class= nanospell-typo >Jokowi /span> juga mengatakan pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

3 jam10 menit Kontan

KONTAN

Targetkan penerimaan negara Rp 1.776,4 triliun, ini strategi pemerintah di 2021

Pemerintah menargetkan pendapatan negara pada 2021 sebesar Rp 1.776,4 triliun

3 jam10 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah siapkan anggaran Rp 356,5 triliun untuk pemulihan ekonomi di RAPBN 2021

Pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp 356,5 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun depan.

3 jam10 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah gelontorkan Rp 14,4 triliun untuk pembangunan pariwisata 2021

Pada tahun 2021, pemerintah menganggarkan Rp 14,4 triliun untuk sektor pariwiasata.

3 jam10 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah siapkan pembiayaan investasi pada 2021 sebesar Rp 169 triliun

Pembiayaan investasi 2021 utamanay ditujukan untuk pendidikan, UMKM, infrastruktur dan mendukung ekspor.

3 jam10 menit Kontan

KONTAN

Defisit anggaran 2021 sebesar 5,5% PDB, ini strategi pembiayaannya

Defisit anggaran dalam RAPBN 2021 diperkirakan mencapai Rp 971,2 triliun, atau setara 5,5% dari produk domestik bruto (PDB).

3 jam11 menit Kontan

JPNN.

Pegadaian Rayakan HUT RI secara Virtual Bareng Weird Genius, Yuk Ikutan ada Hadiah Rp119 Juta

JPNN.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 tak menghalangi PT Pegadaian (Persero) untuk memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat luas.

3 jam11 menit Jpnn

JPNN.

APAB Gelar Webiner Terkait Kewarganegaraan Ganda Bagi Keluarga Perkawinan Campuran, Apa Hasilnya?

JPNN.com, JAKARTA - Kewarganegaraan ganda saat ini telah mendapatkan pengakuan yang besar di dunia, karena pesatnya migrasi, komunitas diaspora, serta meningkatnya upaya integrasi regional.

3 jam12 menit Jpnn

JPNN.

Pak Jokowi Sudah Pidato, Nanti Sore Giliran SBY

JPNN.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang telah menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, pada, Jumat (14/8). Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga akan berbicara di forum berbeda.

3 jam12 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

JPNN.

Pak Jokowi dan Kiai Maruf Kompak Pakai Jas di Sidang Paripurna DPR

JPNN.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin menghadiri Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang Tahun 2020-2021 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

3 jam12 menit Jpnn

JPNN.

12 Hari, Densus 88 Mampu Membuat 72 Terduga Teroris Tak Berkutik

JPNN.com, JAKARTA - Densus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menangkap 15 terduga teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Jakarta dan Jawa Barat, pada Rabu (12/8).

3 jam12 menit Jpnn

JPNN.

Menurut Bang Ray, Tak Elok Ada Pasukan TNI di Bawah Komando Polisi

JPNN.com, JAKARTA - Aktivis'98 Ray Rangkuti mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan secara matang rencana penerbitan peraturan pemerintah (perpres) tentang pelibatan TNI dalam menangani kejahatan terorisme.

3 jam12 menit Jpnn

JPNN.

Kominfo Bakal Kembangkan Aplikasi yang Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

JPNN.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berupaya memberikan sosialisasi dan komunikasi yang efektif kepada setiap kelompok masyarakat.

3 jam12 menit Jpnn

JPNN.

Konon Putra Amien Rais Berulah di Pesawat Garuda, Sampai Ribut dengan Wakil Ketua KPK

JPNN.com, JAKARTA - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Mumtaz Rais dikabarkan berulah di dalam pesawat Garuda Indonesia.

3 jam12 menit Jpnn

JPNN.

Irwan Fecho: Pidato Pak Jokowi Beda dengan yang Dirasakan Rakyat

JPNN.com, JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI Irwan Fecho mengapresiasi pidato kenegaraan Presiden Jokowi, dalam sidang tahunan MPR pada Jumat (14/8), meskipun terasa biasa-biasa saja.

3 jam12 menit Jpnn

JPNN.

Pencinta Fashion Wajib Simak Talk Show NUFF 2020 The Rise of Denim

JPNN.com, JAKARTA - Gelaran Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020 sudah masuk hari ke 14. Perhelatan yang diselenggarakan selama satu bulan penuh selama bulan Agustus ini diisi dengan talkshow virtual seputar tren fashion. 

3 jam12 menit Jpnn

JPNN.

Ssttt... Ini Deretan Nama Calon Kuat Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis

JPNN.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menyebut sejumlah nama yang berpeluang menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis di kursi Kapolri.

3 jam13 menit Jpnn

WOWKEREN

Krisdayanti Berkebaya Cantik di Sidang Virtual, Ini Kegiatan Raul Usai Ngilang dari Sosmed

Suami Krisdayanti, Raul Lemos, sudah semakin jarang pamer postingan di Instagram. Semenjak geger masalah Aurel-Azriel, Raul memilih fokus mengurusi bisnisnya di Timor Leste dan harus LDR dengan KD.

3 jam13 menit Wowkeren

WOWKEREN

Yeo Jin Goo Tak Masalah Pacari Tante-Tante?

Yeo Jin Goo rupanya tidak terlalu peduli dengan usia kekasihnya nanti. Dikatakan bahwa ia tidak masalah berkencan dengan wanita yang lebih tua. Apakah tante-tante termasuk?

3 jam13 menit Wowkeren