Bulan depan, Rusia mulai produksi massal vaksin corona

Rusia bakal memulai produksi massal vaksin virus corona baru pada bulan depan 
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Volume pengiriman batubara Darma Henwa (DEWA) naik 27,96% di semester I

Overburden removal Darma Henwa (DEWA) meningkat sebesar 33,86% di semester pertama 2020.

3 jam56 menit Kontan

KONTAN

Banding kandas, Emirsyah Satar ajukan kasasi ke MA

Kuasa Hukum Emirsyah Satar, Luhut Pangaribuan menilai tidak ada kerugian negara dalam kasus ini.

3 jam57 menit Kontan

JPNN.

Pejabat Tiongkok Pelesiran Pakai Duit Negara, Partai Komunis Murka

JPNN.com, JAKARTA - Mantan Wakil Kepala Pusat Informasi Pemerintah (SIC) Ma Zhongyu dipecat dari kursi kepengurusan Partai Komunis Tiongkok atas tuduhan menerima gratifikasi.

3 jam57 menit Jpnn

JPNN.

Innalillahi, Mantan Pelatih Timnas Satai Bagdja Ijatna Meninggal Dunia

JPNN.com, JAKARTA - Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka. Kali ini, mantan Pelatih Timnas Putri Satia Bagdja Ijatna diumumkan meninggal dunia pada Senin (3/8).

3 jam58 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

JPNN.

Ternyata, Begini Cara Meningkatkan Keterampilan Para Atlet Menembak

JPNN.com, SURABAYA - Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Koarmada II, Letkol Laut (P) Herbiyantoko selaku Ketua Pembina Yanus menembak mengadakan latihan menembak pistol di Lapangan Tembak Ambalat Koarmada II, Rabu (29/7).

3 jam58 menit Jpnn

JPNN.

Hasil Swab Test Lambat, Latihan Timnas Indonesia Pun Molor dari Jadwal

JPNN.com - Pihak yang memproses swab test Timnas Indonesia harus bisa lebih cepat lagi memastikan hasil tes pemain Timnas Indonesia, Pasalnya, Ketua Umum PSSI berdalih belum jelasnya jawal latihan di lapangan pemusatan latihan Timnas Indonesia karena hasil swab test yang tak kunjung lengkap.

3 jam58 menit Jpnn

JPNN.

Edufair SMAN 8: Minat Siswa Kuliah di FKG Cukup Tinggi

JPNN.com, JAKARTA - Minat para siswa untuk kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) dan juga Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) masih cukup tinggi. Ini terbukti dari peserta Edufair SMAN 8 Jakarta Part 2  yang mencapai hampir 400 siswa, ketika mengikuti sesi “Alumni Talk Kedokteran” secara daring di sekolah pada Senin (3/8).

3 jam58 menit Jpnn

JPNN.

Mau Pilkada Serentak Jadi Kampanye Lawan Corona? Begini Caranya

JPNN.com, JAKARTA - Gagasan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tentang upaya menjadikan Pilkada Serentak 2020 sebagai ajang kampanye melawan pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19) memperoleh respons positif.

3 jam59 menit Jpnn

JPNN.

Update Corona 3 Agustus 2020 di Kendari: Alhamdulillah, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JPNN.com, KENDARI - Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan bahwa pasien sembuh dari virus Corona di daerah itu terus bertambah. Kini tercatat sebanyak 528 orang dari total 789 kasus, per 3 Agustus 2020. Juru Bicara (Jubir) GTPP COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal di Kendari, mengatakan, bahwa hari Senin ini terjadi penambahan 48 orang kasus sembuh di Sultra dari Kabupaten Kolaka Utara, Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan. “Hari ini kita ada penambahan kasus sembuh 48 orang. Rincian kasus sembuh 12 dari Kolaka Utara, 34 orang Kota Baubau dan dua orang dari Buton Selatan," kata Rabiul. Meski demikian, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara ini juga mengungkapkan bahwa hari ini Sultra masih ada penambahan dua kasus baru sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 secara keseluruhan menjadi 789 orang. "Rincian kasus baru masing-masing satu orang dari Kota Kendari, dan Kabupaten Buton Selatan," tutur Rabiul.   Dokter yang akrab disapa Dokter Wayong ini juga menyampaikan, bahwa kasus meninggal di daerah Sulawesi Tenggara juga ada penambahan satu kasus sehingga total kasus meninggal di Sultra sebanyak 14 orang. Kemudian pasien yang tengah menjalani perawatan isolasi maupun karantina sebanyak 247 orang. “Kasus meninggal berjenis kelamin laki-laki, usia 57 tahun asal Kota Kendari, meninggal jam 02.30 Wita dini hari tanggal 3 Agustus 2020l. Almarhum masuk di Rumah Sakit Bahteramas Kendari pada tanggal 1 Agustus 2020, dengan penyakit pneumonia kemudian dilakukan tes cepat (rapid test) dan hasilnya dinyatakan reaktif. Hasil tes swab atau TCM keluar tadi pagi. Jadi pasien meinggal ini juga menjadi tambahan kasus Kota Kendari," tutur Rabiul. Wayong mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar selalu memproteksi diri dari virus Corona dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya menjaga jarak, menggunakan masker dan sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun. "Kepada teman-teman gugus tugas provinsi maupun kabupaten/kota jangan lengah, tetap siaga karena wabah masih terjadi. Kita harus terus melakukan edukasi pencegahan secara masif dan deteksi sebingga wabah ini bisa kita kendalikan," pungkas Wayong. Adapun sembaran 789 kasus positif COVID-19 di Sultra hingga 3 Agustus 2020 di 17 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kolaka Utara 7 orang, Kolaka empat orang, Bombana satu orang, Muna Barat tiga orang, Kabupaten Muna 12 orang, Buton Tengah 12 orang, Kota Baubau 41 orang, Buton Selatan tiga orang, Wakatobi tiga orang, Buton 82 orang, Kota Kendari 62 orang, Konawe Selatan tiga orang, Konawe Utara dua orang dan Konawe 12 orang. Sementara itu, dari 17 kabupaten/kota se-Sultra terdapat tiga daerah yang dinyatakan bebas kasus COVID-19 diantaranya Kabupaten Kolaka Timur, Buton Utara. Kedua daerah ini sempat memiliki data kasus COVID-19 namun semua dinyatakan sembuh. Sementara satu daerah yakni Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang sejak awal tidak memiliki kasus COVID-19.(Antara/jpnn)Jangan Lewatkan Video Terbaru:

3 jam59 menit Jpnn

JPNN.

Berita Duka, Satia Bagdja Meninggal Dunia

JPNN.com, JAKARTA - Sepak bola putri Indonesia berduka atas meninggalnya mantan pelatih timnas putri saat berlaga di Asian Games 2018 yaitu Satia Bagdja Ijatna. Kabar duka itu disampaikan legenda timnas putri, Papat Yunisal. ?????? "Beliau merupakan sosok yang dekat dan selalu ingin memajukan sepak bola wanita. Dia terlibat dalam perubahan sepak bola putri yang lebih baik dan tertata. Sepak bola wanita sangat berduka,” kata Papat kepada ANTARA di Jakarta, Senin. Menurut perempuan yang bermain untuk timnas putri di Kejuaraan Putri ASEAN edisi 1982 itu, Satia Bagdja memiliki kemampuan untuk mendekatkan diri dengan pesepak bola putri. Selama menangani timnas putri di Asian Games 2018, di mana ketika itu Papat Yunisal sebagai manajer tim, Satia Bagdja mampu menghadirkan rasa nyaman dan suasana kekeluargaan dalam skuad. “Sebagai orang yang pernah melatih atlet putri UNJ (Universitas Negeri Jakarta-red), dia bisa memosisikan diri dengan baik sebagai pelatih, guru dan ayah bagi atlet. Dia mengerti apa yang diperlukan oleh atlet perempuan yang secara psikologis berbeda dengan atlet laki-laki. Satia Bagdja mengetahui kapan dia harus tegas, kapan dia mesti mendekati pemain. Selalu memiliki solusi terbaik untuk setiap masalah,” kata Papat menjelaskan. Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita itu juga mengaku terkejut dengan kepergian Satia Bagdja ke pangkuan Sang Pencipta. “Sebelumnya tidak pernah ada kabar dia menderita sakit dan lain-lain. Baru tadi sore ada pesan dari keluarga yang mengatakan beliau sedang sakit dan kesehatannya tinggal 20 persen," kata Head of Women's Football PSSI itu. Satia Bagdja Itjatna meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Bekasi, Jawa Barat, Senin sekitar pukul 20.45 WIB karena sakit. Selama kariernya sebagai pelatih, pria yang juga dosen di Universitas Negeri Jakarta itu dikenal sangat dekat dengan pelatih Madura United Rahmad Darmawan dan hampir selalu mengikuti pria asal Lampung itu sebagai asisten pelatih. Dia pun sudah mengantongi lisensi A AFC. Satia Bagdja adalah asisten pelatih ketika Rahmad Darmawan menjabat pelatih kepala di Persikota Tangerang, Arema Malang, Persebaya Surabaya, Persija, timnas U-23 tahun 2011-2013 dan terakhir di klub Malaysia T-Team. Mereka baru berpisah jalan saat Rahmad Darmawan menangani Sriwijaya FC untuk Liga 1 musim 2018. Pada musim kompetisi 2019, Satia Bagdja melatih Persiba Balikpapan yang berlaga di kompetisi Liga 2 Indonesia.(Antara/jpnn)Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

3 jam59 menit Jpnn

JPNN.

Empat Jabatan Strategis di Lingkungan Bakamla RI Diserahterimakan

JPNN.com, JAKARTA - Empat jabatan strategis setingkat Eselon 2 di lingkungan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI diserahterimakan dalam suatu acara serah terima jabatan dipimpin oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia di Markas Besar Bakamla RI,  Jakarta Pusat, Kamis (30/7/20).

3 jam59 menit Jpnn

JPNN.

Mendagri Tito Sarankan Simulasi Disiplin Protokol Covid-19 di Sekolah

JPNN.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyarankan agar pembelajaran tatap muka di sekolah menerapkan simulasi kedisiplinan protokol COVID-19 terlebih dahulu. Sehingga pemerintah dapat mengambil kesimpulan program tersebut dapat dilanjutkan atau tidak, seandainya nanti ditemukan klaster baru atau tidak pada proses pembelajaran tatap muka tersebut. "Itu ditentukan dahulu sekolah-sekolah di setiap zona yang akan dijadikan role model, dijadikan model simulasi. Mungkin 2 minggu atau 1 bulan, 1 atau 2 sekolah yang dianggap berkesan menerapkan protokol. Setelah itu, peninjauan baik untuk keberangkatan sekolahnya, di tempat sekolahnya maupun setelah kembalinya. Nah, kalau seandainya tidak terjadi klaster baru, kemudian baru diberlakukan bertahap direplikasi di tempat-tempat lain,” ujar Tito dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin. Mendagri mengatakan bahwa penting menekankan pembelajaran tatap muka dengan kedisiplinan protokol kesehatan, baik dari pihak pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, sehingga proses pembelajaran tatap muka nantinya tidak menjadi media penyebaran COVID-19. Hal itu disampaikan dalam rapat mempersiapkan metode persiapan pembelajaran tatap muka berdasarkan Surat Keputusan bersama 6 Kementerian Lembaga (K/L) terkait melalui Video Konferensi di Ruang Rapat Mendagri, Jakarta Pusat, Senin. Selain itu, Mendagri berharap ada arahan lebih lanjut dari Gugus Tugas, khususnya rekomendasi Gugus Tugas masing-masing daerah untuk menganalisa lokasi yang dapat dijadikan sebagai tempat pertemuan bertatap muka dengan risiko untuk terpapar COVID-19 rendah. “Namun, diskresinya tetap kepada dinas daerahnya masing-masing, karena mereka yang tahu persis juga masalahnya. Tidak semua daerah yang dilihat warnanya kuning, hijau itu betul-betul menggambarkan situasi yang terjadinya,” tuturnya.

3 jam59 menit Jpnn

JPNN.

Kang Emil Siap Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19

JPNN.com, BANDUNG - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) sekaligus Gubernur Jabar M Ridwan Kamil mengatakan dirinya dan para pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar siap menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 produksi Sinovac, China. "Kami para pimpinan sedang merumuskan, jika tidak ada halangan dari unsur kesehatan pribadi, maka saya dan Forkopimda akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin (COVID-19)," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin. Menurut Kang Emil, inisiatif pimpinan di Jabar ini akan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan menambah keyakinan bahwa uji vaksin yang dilakukan oleh BUMN PT Bio Farma akan berjalan dengan lancar. "Kalau pimpinannya juga melakukan (jadi relawan vaksin COVID-19), Insyaallah rakyatnya juga akan meyakini proses (uji klinis) vaksin ini berjalan dengan lancar," kata Kang Emil. Dirinya melaporkan hingga kini pendaftaran relawan vaksin sudah mencapai 500 orang dari total 1.600 orang yang dibutuhkan. Untuk itu, Kang Emil terus mengajak warga di usia 20 tahun hingga 59 tahun untuk turut serta menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19. "Untuk (relawan) vaksin sudah ada pendaftar, sekitar 500-an orang, kita butuh 1.100 lagi. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada mereka yang usianya sesuai kriteria dan mau, untuk menjadi relawan," ucap Kang Emil. Adapun proses uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac fase 3 ini akan berjalan selama enam bulan atau hingga akhir 2020. Jika berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal di awal 2021. Jaga Jarak Sambil menunggu tahapan uji klinis tersebut, Kang Emil meminta masyarakat untuk terus mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun demi memutus rantai penularan COVID-19. "Perjalanan (mengatasi pandemi) masih panjang karena pengetesan vaksin ini akan berlangsung sampai akhir tahun. Sambil menunggu enam bulan itu tiba, maka pengetesan dan kedisiplinan memakai masker adalah cara untuk mengurangi persebaran (COVID-19)," kata Kang Emil. Terkait penerapan sanksi bagi warga Jabar yang tidak menggunakan masker di ruang publik, Kang Emil berujar, denda akan mulai diberlakukan pekan ini. Dirinya mengatakan bahwa sebelum denda diterapkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan membagikan masker. "Satu pekan terakhir sudah peneguran juga pemberian masker. Maka pekan ini pendendaan sudah akan dimulai dan akan dilakukan oleh Satpol PP dibantu Kepolisian dan TNI," ujar Kang Emil. Dalam konferensi pers tersebut, Kang Emil juga menyampaikan kabar baik bahwa tingkat kesembuhan di Jabar terus meningkat, bahkan melebihi angka positif aktif. Tercatat hingga Senin ini, pukul 08:41 WIB, 3.992 orang telah dinyatakan sembuh, sementara jumlah positif aktif yaitu 2.435 orang. Jumlah kesembuhan di salah satu institusi pendidikan kenegaraan di Kota Bandung pun sudah mencapai lebih dari 1.000 orang dari total kasus positif sebanyak 1.200 orang. "Angka kesembuhan sekarang lebih tinggi dibandingkan yang (kasus) positif aktif. Yang sembuh 3.992 (orang), sementara yang aktif 2.435 (orang). Ini untuk menyemangati bahwa jumlah yang sembuh di Jawa Barat sudah jauh lebih tinggi dibanding yang sakit," tutur Kang Emil. Pengetesan Agresif Sementara itu, angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19 di Jabar meningkat di angka 1,05 selama sepekan terakhir. Hal itu, kata Kang Emil, merujuk pengetesan masif yang terus dilakukan Gugus Tugas Jabar. Meski begitu, pihaknya berupaya menekan angka Rt hingga di bawah satu. Menyoal uji usap (swab test) metode Polymerase Chain Reaction (PCR), Kang Emil menjelaskan, sudah lebih dari 160 ribu pengetesan metode PCR dilakukan di Jabar, termasuk di beberapa institusi pendidikan kenegaraan. "Total swab test kita ini terbanyak di luar DKI Jakarta. Gabungan antara tes yang dilakukan Gugus Tugas (Jabar) dan TNI yaitu sekitar 160 ribuan. Jadi kalau diperbandingkan terhadap provinsi-provinsi lain, maka pengetesan usap Jawa Barat adalah terbanyak dari seluruh provinsi," ujar Kang Emil. Kang Emil menambahkan bahwa pihaknya saat ini fokus pada pengetesan agresif di perkantoran-perkantoran setelah ditemukan sejumlah kasus positif COVID-19. "Kita terus melakukan aggressive testing, khususnya di perkantoran pemerintahan. Perintah agresivitas tes inilah yang menemukan keterpaparan kasus di banyak tempat, ada di Gedung Sate, ada di DPRD, ada di Kejaksaan," tutur Kang Emil. Gugus Tugas Jabar pun merekomendasikan kepada instansi perkantoran untuk menerapkan work from home (WFH). Menurut Kang Emil, keterpaparan di perkantoran terjadi karena kurangnya ventilasi di ruangan, termasuk ruangan ber-AC, sehingga menjadi area yang mudah ditulari COVID-19. "Work from home menjadi rekomendasi kami. Karena dari kasus di perkantoran, mengindikasikan agar kantor-kantor rajin membuka jendela," kata Kang Emil. Kasus keterpaparan di perkantoran, lanjut Kang Emil, menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Pasalnya, menurut Kang Emil, keterpaparan di perkantoran belum tentu murni terjadi di perkantoran (penularan internal), namun bisa disebabkan oleh perilaku karyawan yang tidak terkontrol saat berkegiatan di luar kantor (eksternal). "Belum tentu COVID-19 itu ada di kantornya, (penularan) ini bisa saja karena perilaku dari karyawan atau staf yang sepulang kantor melakukan kegiatan yang tidak terkontrol (di luar kantor)," ujar Kang Emil.(Ant/jpnn)

3 jam59 menit Jpnn

JPNN.

Update Corona 3 Agustus 2020 di Jakarta: Pasien Positif Bertambah, Menakutkan!

JPNN.com, JAKARTA - Pada Senin (3/8) kasus positif COVID-19 di Jakarta mencapai 22.443 kasus atau mengalami peningkatan 489 kasus dibandingkan hari sebelumnya yang 21.954 kasus. Berdasarkan data yang diterima dari Pemprov DKI Jakarta, Senin, penambahan kasus sebanyak 489 kasus itu lebih banyak dibandingkan penambahan pada Minggu (2/8) 379 kasus, pada Sabtu (1/8) 374 kasus, pada Jumat (31/7) 432 kasus, pada Kamis (30/7) 299 kasus, pada Selasa (28/7) 412 kasus dan pada Senin (27/7) 473 kasus. Namun, penambahan ini masih di bawah penambahan pada Rabu (29/7) sebanyak 584 kasus yang merupakan rekor pertambahan tertinggi selama pandemi. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani menjelaskan penambahan sebanyak 489 kasus COVID-19 itu, adalah dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 4.864 spesimen. "4.234 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 489 positif dan 3.745 negatif. Dari 489 kasus tersebut, 130 kasus adalah akumulasi data dari 7 hari terakhir yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 39.003," katanya. Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari. "Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah 4 kali lipat standar WHO," ucapnya. Fify menyebut kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah. "Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Sehingga, semakin banyak pula yang tidak diisolasi, dan semakin meningkatkan potensi penularan COVID-19. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya," ujar Fify. Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai dengan 1 Agustus 2020 sudah ada 567.318 sampel (sebelumnya 562.454 sampel) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta. Fify menjelaskan jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit pneumonia akibat virus corona jenis baru itu di Jakarta saat ini, sebanyak 7.411 orang (sebelumnya 7.075 orang) yang masih dirawat/isolasi. Sedangkan, dari jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada Senini ini sebanyak 22.443 kasus (sebelumnya 21.954 kasus), ada 14.165 orang dinyatakan telah sembuh (hari sebelumnya 14.027 orang), sedangkan 867 orang (sebelumnya 852) meninggal dunia. Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta setelah penambahan pada Senin ini, sebesar 6,9 persen (sebelumnya 7,1 persen), sedangkan Indonesia sebesar 14,8 persen (tetap). WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen. Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. Bila jumlah tesnya sedikit (tidak memenuhi standar WHO), maka indikator persentase kasus positif patut diragukan. Selama vaksin belum tersedia, maka penularan wabah harus dicegah bersama-sama dengan disiplin menegakkan pembatasan sosial dan protokol kesehatan. Fify menyebutkan hal yang perlu diingat oleh masyarakat untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip dalam berkegiatan sehari-hari yakni tetap tinggal di rumah bila tak ada keperluan mendesak; menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar; Menjaga jarak aman 1-2 meter; dan Mencuci tangan sesering mungkin. Kemudian, seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50 persen dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Serta ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.(Ant/jpnn)

3 jam59 menit Jpnn

WOWKEREN

Shandy Aulia Buka Suara Soal Nyinyiran Netter Tentang Sang Putri

Gaya parenting Shandy Aulia tak jarang menuai kontroversi. Menanggapi hal ini, Shandy Aulia pun buka suara terkait nyinyiran netter yang ditujukan kepadanya.

4 jam0 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Ogah Kepo Mantan, Luna Maya: Saya Bahagia dengan Hidupku

Putus dari Reino Barack, Luna Maya tidak menampik jika dirinya memang ingin menikah. Namun Luna Maya tidak memasang target kapan niat baik itu akan terwujud.

4 jam0 menit Wowkeren

WOWKEREN

BLACKPINK Hingga NCT 127, Deretan Idol K-Pop Ini Diprediksi Bakal Masuk Nominasi GRAMMY Awards

Berdasarkan beberapa perubahan pada aturan pada GRAMMY Awards, sekarang mungkin ada beberapa artis K-Pop yang meraih nominasi. Menurut Forbes, ada 4 grup yang diprediksi akan masuk dalam kategori itu.

4 jam0 menit Wowkeren

Viva.co

Kisah Ronaldo Nyaris 'Dibunuh' Ibunya Sendiri

Sang Ibu sempat berpikir untuk menggugurkan Ronaldo.

4 jam0 menit Viva

Viva.co

Pensiun dari Bulutangkis, Owi Punya 'Kendaraan Tempur'

Tontowi Ahmad ungkap aktivitas terbaru.

4 jam1 menit Viva

Viva.co

Clara Gopa Duo Semangka Minta Maaf ke Atta-Aurel, Kenapa?

Clara Gopa dianggap pansos.

4 jam1 menit Viva

Viva.co

Universitas di Sydney Dikritik Usai Hapus Cuitan di Twitter Soal China

Menghapus unggahan di Twitter yang bernada kritis terhadap Beijing

4 jam1 menit Viva

Viva.co

Ormas Sayap PDIP Temui Rizal Ramli, Ada Apa?

Mereka menemui Rizal Ramli di kediamannya.

4 jam2 menit Viva

Viva.co

Penanganan COVID-19, Ma'ruf Minta Ibu-Ibu PKK Bergerak Door to Door

Wapres Ma'ruf Amin menyebut ibu-ibu PKK bisa dilibatkan.

4 jam2 menit Viva

Detik

5 Alasan Minum Air Hangat Sebelum Tidur, Termasuk Menurunkan Berat Badan

Banyak orang menghindari minum air saat ingin tidur karena malas untuk buang air kecil di malam hari. Padahal ada banyak manfaat sehatnya lho.

4 jam2 menit Detik

Detik

Menpora: Inpres Piala Dunia U-20 2021 Terbit 2 Hari Lagi

Instruksi Presiden (Inpres) untuk Piala Dunia U-20 2021 segera terbit. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyebut Inpres akan keluar dalam dua hari.

4 jam3 menit Detik