Corona di AS: Terus menyebar, jumlah kasus positif Covid-19 di AS tembus 3 juta

Berdasarkan perhitungan Reutes, jumlah kasus positif virus di AS sudah tembus 3 juta kasus hingga Selasa (6/7)
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

IHSG berpeluang menguat, berikut saham pilihan hari ini (8/7)

Reliance Sekuritas menyarankan, saham ACES, AKRA, ANTM, LPKR, MAPI, TLKM.

19 jam0 menit Kontan

KONTAN

Wall Street anjlok setelah kasus virus corona di AS membludak

Selasa (6/7) indeks Dow Jones turun 1,51%, indeks S&P 500 melemah 1,08% dan indeks Nasdaq Composite koreksi 0,86%

19 jam0 menit Kontan

KONTAN

IHSG hari ini diramal melemah lagi, analis sarankan cermati saham ini

IHSG pada perdagangan Selasa (7/7) ditutup melemah 0,04% ke level 4.987,08. 

19 jam0 menit Kontan

JPNN.

Presiden Brazil Positif Covid-19

JPNN.com, SAO PAULO - Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengaku positif terinfeksi virus corona baru, katanya dalam sebuah wawancara televisi, Selasa (7/7).

19 jam1 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

JPNN.

Lembaga dan Kementerian ini Dinilai paling Sigap Selama Pandemi Covid-19

JPNN.com, JAKARTA - Sejumlah negara melakukan berbagai kebijakan untuk meredam dampak pandemi covid-19 termasuk Indonesia.

19 jam1 menit Jpnn

JPNN.

Menormakan Pancasila Sebagai Ideologi Negara Lebih Penting ketimbang UU HIP

JPNN.com, JAKARTA - Polemik soal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dinilai karena tidak adanya aturan tertulis yang tegas menjelaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara dalam UUD 1945.

19 jam1 menit Jpnn

JPNN.

Kepala BKN Ungkap Fakta Kendala Perpres Gaji PPPK, Honorer K2 Jangan Kaget

JPNN.com, JAKARTA - Komisi II DPR RI mendesak pemerintah segera mengangkat sekitar 51 ribu PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) hasil seleksi Februari 2019.

19 jam1 menit Jpnn

Viva.co

Comeback Luar Biasa, AC Milan Permalukan Juventus

AC Milan sempat tertinggal 0-2.

19 jam2 menit Viva

Viva.co

Morata Bikin Gol dalam 51 Detik, Atletico Gagal Menang

Atletico masih tertahan di posisi ketiga.

19 jam2 menit Viva

Viva.co

Pesepakbola 'James Bond' Ditangkap Rusia untuk Kedua Kalinya

Mantan pesepakbola Ukraina, Vasyl Vasylenko didakwa sebagai mata-mata.

19 jam2 menit Viva

Viva.co

Hasil Lengkap Pertandingan: Chelsea Menang, Juventus Tumbang

Juventus takluk 2-4 dari AC Milan.

19 jam2 menit Viva

Viva.co

Bahas Bulu, Guyonan Lee Chong Wei buat Lin Dan Bikin Penasaran

Chong Wei dan Lin Dan dikenal akrab di luar lapangan.

19 jam2 menit Viva

Viva.co

Djoko Tjandra Mengaku Rela Dipenjara Seumur Hidup

Pesan itu disampaikan melalui pengacaranya, Anita Kolopaking.

19 jam3 menit Viva

Viva.co

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Waspada Hujan Lebat di Indonesia Timur

BMKG menyampaikan prakiraan cuaca hari ini.

19 jam3 menit Viva

Viva.co

Fadli Zon Ungkap Rayuan Maut yang Bikin Prabowo Dirikan Partai

Fadli Zon klaim mendirikan gerindra gagasannya.

19 jam3 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Yudi Latif Ungkap Alasan AS Terseok-seok Hadapi COVID-19

AS belum mampu keluar dari krisis pandemi COVID-19.

19 jam3 menit Viva

Detik

Korea Utara Kini Tutup Pintu Bagi AS untuk Duduk Bersama

Korea Utara (Korut) kini menutup pintu diskusinya dengan Amerika Serikat (AS). Negeri yang dipimpin oleh Kim Jong Un tak mau dicampuri lagi oleh AS.

19 jam4 menit Detik

Detik

Dulu Remehkan Corona, Presiden Brasil Kini Tertular Virusnya

Jair Bolsonaro kerap hadir di tengah publik tanpa masker dan meremehkan bahaya Corona. Kini, Bolsonaro telah dinyatakan positif mengidap virus Corona.

19 jam5 menit Detik

Detik

BNPT Punya Gugus Tugas dari Unsur Tokoh Agama untuk Tangkal Terorisme

Kepala BNPT mengaku akan mengutamakan pencegahan daripada penindakan terorisme di Indonesia. Salah satunya dengan membentuk gugus tugas yang berisi tokoh agama.

19 jam5 menit Detik

Detik

3 Fakta di Balik e-KTP Djoko Tjandra Versi Kemendagri

"Sampai saat ini Dukcapil tidak memiliki data tentang data cekal dan buronan," ujar Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif.

19 jam5 menit Detik

Detik

Rusak Kantor LH di Mampang, 2 Petugas PPSU Dipecat

Pihak Kelurahan Bangka memecat terhadap 2 petugas yang terlibat perusakan.

19 jam5 menit Detik

Detik

Milan Vs Juventus: Sempat Tertinggal Dua Gol, Rossoneri Akhirnya Menang 4-2

AC Milan meraih kemenangan fantastis di pekan ke-31 Liga Italia. Sempat tertinggal dua gol, Rossoneri akhirnya menang 4-2.

19 jam25 menit Detik

Detik

Atletico Tertahan di Markas Celta Vigo

Atletico Madrid gagal meraup kemenangan saat bertandang ke markas Celta Vigo. Di hadapan tim papan bawah itu, Atletico cuma mampu bermain imbang 1-1.

19 jam25 menit Detik

Detik

Giroud Makin Maut

Olivier Giroud membuktikan dirinya masih bisa diandalkan Chelsea. Nyatanya satu gol lagi ia torehkan kala Chelsea mengatasi Crystal Palace.

19 jam25 menit Detik

Viva.co

Sadis, Pria Ditembak Mati Saat Gandeng Putrinya Seberangi Jalan

Polisi kantongi rekaman CCTV berdurasi 10 detik kejadian tersebut.

19 jam43 menit Viva