Hore! Delapan harga pangan sudah mulai turun pasca Lebaran 2020

Ada delapan jenis harga pangan mengalami penurunan harga sepanjang bulan Mei 2020.
« Kembali Baca berita lengkap »

BISNIS

Terdampak Corona, Risma Minta UMKM Bersabar Hadapi Cobaan

Risma bersyukur, ratusan UMKM di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur tetap bisa bertahan meski harus berjuang di tengah pandemi virus corona.

18 jam27 menit Bisnis

BISNIS

Pemerintah Salurkan Bansos Pandemi Covid-19 Hingga Desember

Saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan kelanjutan penyaluran bantuan yang meliputi bantuan sembako untuk warga Jabodetabek serta bansos tunai untuk warga luar Jabodetabek yang terdampak Covid-19.

18 jam27 menit Bisnis

BISNIS

RSMM Timika Tingkatkan Peran Tanggulangi Virus Corona

RSMM Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP) telah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat lokal khususnya warga tujuh suku di Kabupaten Mimika, selama masa pandemi Covid-19.

18 jam28 menit Bisnis

BISNIS

Soal Rencana Beroperasi, Mal Ciputra Jakarta Tunggu Kepastian Pemerintah

Saat ini hingga 4 Juni 2020, manajemen menerapkan kebijakan mengurangi jam operasional menjadi pukul 11.00 - 19.00 WIB.

18 jam28 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Ini Kronologi Penangkapan Aktor Dwi Sasono

Dwi Sasono ditangkap pada 26 Mei 2020 sekitar pukul 20.00 WIB dengan barang bukti ganja seberat 16 gram.

18 jam28 menit Bisnis

BISNIS

Penanganan Corona di RSPAD, Kasad Beri Bantuan Helm Pendeteksi Suhu Tubuh

Diharapkan, helm pendeteksi suhu tubuh itu akan mempermudah kerja tenaga medis, karena tidak perlu mendatangi satu per satu pengunjung atau pasien di RSPAD.

18 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Pengunjung Padati Bukit Alas Bandawasa, Pemprov Jabar Kebobolan?

Imbauan penerapan pembatasan sosial ternyata diabaikan oleh pendaki

18 jam29 menit Bisnis

BISNIS

New Normal, Begini Perkiraan Pergeseran Konsep Pengembangan Hunian

Pergeseran ini bakal terjadi seiring adanya perubahan preferensi seseorang dalam memilih hunian akibat dampak virus corona baru atau Covid-19 dan penerapan new normal.

18 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Kasus Narkoba, Aktor Dwi Sasono Ditangkap Tanpa Melawan

Dwi Sasono hingga saat ini masih diperiksa intensif oleh tim penyidik kepolisian untuk mendalami perkara tindak pidana narkoba yang tengah menjerat dirinya.

18 jam30 menit Bisnis

BISNIS

Pakar: Mau New Normal? Sabar Sedikit Lagi

Berdasarkan analisis data dari Google Mobility, Rt di Jakarta sempat berada di angka 1 ketika 61% penduduk mematuhi imbauan untuk berada di rumah atau stay at home. Hal ini terjadi pada April lalu.

18 jam30 menit Bisnis

BISNIS

Ini Alasan Dwi Sasono Pakai Ganja Selama Satu Bulan Terakhir

Berdasarkan hasil tes urin, Dwi Sasono postif menggunakan narkotika jenis ganja.

18 jam30 menit Bisnis

BISNIS

Efek Covid-19 Meluas, Rasio Kredit Bermasalah Sektor Konstruksi Kian Naik

Kualitas kredit konstruksi semakin perlu menjadi perhatian seiring dengan kredit yang melambat. Pelaku industri perbankan pun akan merespon dengan penyaluran kredit selektif guna tidak membuat beban tambahan pada masa pandemi.

18 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Antifa Disebut Trump Sebagai Teroris, Begini Sekelumit Perjalanannya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun Twitternya mengumumkan akan memasukan Antifa sebagai gerakan terorisme.

18 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Jangan Pakai Wallpaper Ini Jika Tidak Ingin Ponsel Anda Hang

Pasalnya, foto tersebut bisa membuat ponsel Android Samsung mengalami kendala operasional apabila digunakan sebagai latar belakang layar atau wallpaper.

18 jam31 menit Bisnis

BISNIS

Mengaku Ketergantungan Ganja, Dwi Sasono: Saya Mau Sembuh

Aktor Dwi Sasoni mengakui dirinya memakai narkoba jenis ganja karena ketergantungan.

18 jam31 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Dirut Baru TVRI Benarkan Kirim Surat ke Menkeu Soal Tunjangan Kinerja Karyawan

Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno mengonfirmasi telah mengirim surat terkait pencairan tunjangan kinerja karyawan ke Menteri Keuangan.

18 jam32 menit Bisnis

BISNIS

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang Hingga 15 Juni 2020

Pemprov Banten memperpanjang PSBB yang menjadi tahap ketiga sampai dengan 15 Juni 2020.

18 jam32 menit Bisnis

JPNN.

Unjuk Rasa Atas Kematian George Floyd Meluas ke London dan Berlin

JPNN.com - Unjuk rasa membela George Floyd yang tewas ditangan polisi makin meluas hingga ke luar Amerika Serikat (AS).

18 jam33 menit Jpnn

JPNN.

Edan! Ada Truk Tangki Menyasar Ribuan Demonstran, Nih Fotonya

JPNN.com, MINNEAPOLIS - Para pengunjuk rasa di Washington Avenue, Minneapolis pada Minggu (31/5) sore nyaris celaka. Penyebabnya adalah sebuah truk tangki yang melaju kencang ke arah para pedemo dalam aksi untuk memprotes kematian pria Afro-Amerika George Floyd itu.

18 jam33 menit Jpnn

JPNN.

Sejumlah Klub Liga 2 Berencana Terpisah dari PT LIB

JPNN.com, JAKARTA - Klub-klub Liga 2 sudah bergerak dan berencana membangun operator sendiri, terpisah dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

18 jam33 menit Jpnn

JPNN.

Bursa Transfer: Winger Maut ke Arsenal, Bek Sangar ke Chelsea

JPNN.com, LONDON - Arsenal disebut-sebut akan merekrut beberapa pemain bintang pada bursa transfer musim panas nanti.

18 jam34 menit Jpnn

JPNN.

Petani Milenial Madura Ini Sukses Hasilkan Produk Bernilai Ekspor

JPNN.com, MADURA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) kerap menyampaikan bahwa, Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus mengoptimalkan SDM Pertanian terutama petani milennial baik di desa maupun di kota (urban farming dan family farming) untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan sampai menuju pasar ekspor.

18 jam34 menit Jpnn

JPNN.

Masih Yakin Revisi UU ASN Segera Usai? Coba Simak Pesimisme Pentolan Honorer K2 Ini

JPNN.com, JAKARTA - Pentolan honorer K2 dari Provinsi Maluku Utara (Malut) Said Amir menilai cepat atau lambatnya revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat tergantung pada sikap pemerintah.

18 jam34 menit Jpnn

JPNN.

Gelar Upacara Virtual Hari Lahir Pancasila, Mentan: Saatnya Kita Menjadi Garda Tedepan

JPNN.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila yang diikuti pejabat dan seluruh pegawai Kementerian Pertanian secara virtual. Peringatan Hari Lahir Pancasila, kata Mentan SYL hendaknya bisa menjadi momentum untuk meningkatkan rasa gotong royong membangun pertanian Indonesia apalagi ditengah tantangan covid 19 saat ini.

18 jam35 menit Jpnn

WOWKEREN

Ilmuwan Prancis Gencar Promosikan Klorokuin Sebagai Obat COVID-19, Apa Alasannya?

Seorang ilmuwan asal Prancis ini dengan gigih terus mempromosikan klorokuin sebagai obat untuk menyembuhkan virus corona meski belum terbukti. Lantas, apa alasannya?

18 jam35 menit Wowkeren