Sri Mulyani sebut anggaran penanganan Covid-19 naik menjadi Rp 677,2 triliun

Menkeu Sri Mulyani sebut anggaran penanganan Covid-19 naik menjadi Rp 677,2 triliun dari sebelumnya Rp 405,1 triliun.
« Kembali Baca berita lengkap »

BISNIS

7 Tips Menata Ruang Kerja Di Rumah

Menciptakan rasa nyaman selama masa bekerja dari rumah akan meningkatkan produktivitas selama bekerja.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Bos BI dan Menkeu Racik Kesepakatan 'Burden Sharing' Pendanaan APBN

Kesepakatan burden sharing ini dalam rangka memperkuat kebutuhan pendanaan APBN ke depannya.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

IHSG Selip dari Level 4.900, Saham BBRI dan MAYA Penekan Utama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas sebagian penguatannya dan kembali ke kisaran level 4.800 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2020).

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Dituding Tak Tahu soal Penangkapan Nurhadi, Begini Penjelasan Ketua KPK Firli Bahuri

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri akhirnya angkat bicara soal kabar bahwa dirinya tidak mengetahui penangkapan terhadap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono.

19 jam46 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Untuk Pertama Kali, Tak Ada Kunjungan Wisman ke Sumsel

Kunjungan wisman ke Sumsel terus merosot sejak Februari 2020 dan mencapai titik terendah pada April 2020 akibat penutupan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

New Normal Kota Bekasi: 308 Kasus Covid-19, 33 Orang Meninggal

Menjelang pemberlakuan new normal di Kota Bekasi, ada 308 kasus Covid-19 secara kumulatif, dan dari jumlah itu 33 orang meninggal.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Likuiditas Perekonomian Tumbuh Melambat pada April 2020, Ini Faktornya

Uang beredar dalam arti luas pada April 2020 melambat dari 12,1 persen menjadi 8,6 persen secara tahunan.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Siapkah Kita Menghadapi Gelombang Kedua Covid-19?

Relaksasi pembatasan sosial di sejumlah negara telah memicu kenaikan kasus Covid-19 di negara-negara tersebut. Apakah akan ada pandemi gelombang kedua?

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Charoen Pokphand (CPIN) Diprediksi Cetak Pertumbuhan Laba Dobel, Bagaimana Rekomendasi Sahamnya?

Reliance Sekuritas memproyeksi pertumbuhan laba bersih CPIN menjadi 19 persen pada 2020. Estimasi itu didukung perbaikan rerata harga jual, pemulihan permintaan, serta upaya perseroan untuk menahan kenaikan beban.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Ahli Peringatkan Pandemi Corona Tidak Melambat, Ancaman Gelombang Kedua Menghantui

Pawel Grzesiowski dari Foundation of the Institute of Infection Prevention mengatakan pandemi global ini bahkan tidak melemah. Tingkat keparahannya di berbagai negara masih bervariasi tergantung kondisi setempat.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Anak Lutung Lahir di Kebun Binatang Bandung di Masa Pandemi

‎Di tengah masa Pandemi Covid-19, seekor anak lutung yang bernama latin javan silvered leaf monkey lahir dan diberi nama Remon, lahir pada 3 Mei 2020.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

KPK Panggil Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Terkait Kasus Korupsi Rachmat Yasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Dedi A. Bachtiar terkait dengan kasus tindak pidana korupsi pemotongan uang dan gratifikasi oleh mantan Bupati Bogor 2008-2014 Rachmat Yasin.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Defisit Bengkak, Pemerintah Bakal Ubah Perpres 54/2020

Perubahan Perpres ini diperlukan karena adanya sejumlah pergerseran dari tiga komponen utama APBN mulai dari penerimaan, belanja, dan pembiyaan.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

Madrid Bisa Dapatkan Pogba dengan Harga Murah, Begini Caranya

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, masih berhasrat mendatangkan gelandang Paul Pogba dari Manchester United.

19 jam46 menit Bisnis

BISNIS

10 Cara Pria Bikin Cemburu Kekasih

Ada beberapa trik yang dilakukan pria untuk melihat kekasih yang dicintainya cemburu, mulai dari memuji wanita lain hingga lupa jadwal kencan.

19 jam47 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

New Normal Memungkinkan Diterapkan di Wilayah Zona Hijau, Dengan Syarat Berikut Ini

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastro Entero Hepatologi, Prof. dr. Ari Fahrial Syam mengatakan paling utama yang harus diperhatikan yakni melakukan mitigasi dan pengawasan terhadap jumlah kasus.

19 jam47 menit Bisnis

BISNIS

Pengelola Mal BIP Siap Terapkan Protokol Kesehatan di Masa AKB

Pengelola Mal Bandung Indah Plaza (BIP) memastikan siap menerapkan protokol kesehatan saat Pemerintah Kota Bandung mengizinkan operasionalisasi pusat perbelanjaan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Salah satunya membatasi jumlah pengunjung hanya 30 persen dari kapasitas maksimal gedung.

19 jam47 menit Bisnis

BISNIS

Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Membengkak Jadi Rp677,2 Triliun

Dari total anggaran pemulihan ekonomi nasional yang mencapai Rp677,2 triliun, alokasi terbesar untuk program perlindungan sosial yang mencapai Rp230,9 triliun.

19 jam47 menit Bisnis

BISNIS

New Normal Jadi Sentimen Positif, Ini Cara Pengembang Jaring Pembeli

Sistem penjualan daring masih memiliki potensi besar untuk menjaring pembeli apabila pengembang peka terhadap kebutuhan calon konsumen.

19 jam47 menit Bisnis

BISNIS

Duh! AirAsia Indonesia Bisa Setop Beroperasi Hingga 3 Bulan

AirAsia Indonesia menilai perpanjangan masa penghentian penerbangan reguler satu hingga tiga bulan ke depan menjadi opsi terbaik saat pandemi Covid-19.

19 jam47 menit Bisnis

JPNN.

Bursa Transfer: Bomber Arsenal ke Inter, Bintang City ke MU

JPNN.com, MILAN - Inter Milan tampaknya sudah rela kehilangan penyerang andalannya, Lautaro Martinez, pada bursa transfer musim panas nanti.

19 jam47 menit Jpnn

JPNN.

Liga 1 Idealnya Digelar Oktober

JPNN.com, JAKARTA - Manajemen Persita Tangerang mengusulkan Liga 1 Indonesia idealnya digelar pada Oktober, karena akan memberikan waktu yang cukup bagi PSSI melakukan kajian-kajian sembari melihat perkembangan COVID-19 di tiap daerah.

19 jam47 menit Jpnn

JPNN.

Kantor BRI Sudah 85 Persen Beroperasi Kembali dengan Terapkan Protokol The New Normal

JPNN.com - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk secara bertahap telah memulihkan operasional layanan perbankan di wilayah terdampak COVID-19. Saat ini hanya sekitar 1.500 kantor yang belum beroperasi, atau sekitar 15 persen dari total kantor BRI di seluruh Indonesia yang berjumlah lebih dari 9.500 kantor.

19 jam48 menit Jpnn

JPNN.

Rayakan HUT Ke-47, Asuransi Jasindo Siap Terapkan New Normal

JPNN.com, JAKARTA - JPNN.com, JAKARTA - PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) siap beradaptasi dan menerapkan sistem new normal. Sebagai industri yang bergerak di bidang jasa keuangan nonperbankan, Asuransi Jasindo siap menjalankan pengelolaan operasi dengan cara baru dan tetap mengedepankan pelaksanaan protokol-protokol kesehatan.

19 jam48 menit Jpnn

JPNN.

Rektor Uncen Berharap Orang Asli Papua Diangkat Untuk Menempati Posisi Strategis di BUMN

JPNN.com, JAKARTA - Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, Papua, Dr. Apolo Safanpo memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintahan Joko Widodo dan Ma’aruf Amin atas perhatiannya kepada masyarakat di Tanah Papua.

19 jam48 menit Jpnn