Sudah melemah ke Rp 14.025, bagaimana arah rupiah besok?

Rupiah spot turun 0,61% ke level Rp 14.025 per dolar AS.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Ini sentimen utama yang menjadi pemberat laju rupiah hari ini

Virus corona menjadi sentimen utama bagi pelemahan rupiah 

21 jam3 menit Kontan

KONTAN

Pembiayaan naik 35,88%, tapi laba Panin Dubai Syariah malah turun di 2019

Tahun lalu pembiayaan Bank Panin Dubai Syariah naik 35,88%, tapi laba bank syariah ini malah turun.

21 jam3 menit Kontan

KONTAN

Negara-negara ini menyatakan serius berinvestasi ke ibukota baru

Beberapa negara telah menyatakan serius untuk berinvestasi membangun infrastruktur di ibukota baru.

21 jam3 menit Kontan

KONTAN

AS jadikan Indonesia negara maju, ini lima dampaknya

AS jadikan Indonesia negara maju, ini lima dampaknya 

21 jam3 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Hore, pemerintah bakal jemput 68 WNI di kapal pesiar Diamond Princess dengan pesawat

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi 68 WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess dengan menggunakan pesawat

21 jam4 menit Kontan

KONTAN

BPS sebut sebanyak 3,87 juta penduduk telah ikut survei penduduk online

BPS: 3,87 juta penduduk telah ikut survei penduduk online (SPO)

21 jam4 menit Kontan

KONTAN

Arab Saudi tangguhkan umrah, ini tanggapan Wapres Ma'ruf Amin

Arab Saudi Tangguhkan Umrah, ini tanggapan Wapres

21 jam4 menit Kontan

KONTAN

Pemerintah kaji kompensasi penerbangan umrah yang batal akibat kebijakan Arab Saudi

Ada 100 penerbangan umroh per minggu, pemerintah belum kaji kompensasi

21 jam4 menit Kontan

KONTAN

Fitch Solutions proyeksi pembiayaan APBN 2020 meningkat akibat sentimen covid-19

Proyeksi pembiayaan APBN 2020 bakal terkerek karena dampak dari ekonomi global yang turun akibat virus corona

21 jam4 menit Kontan

BISNIS

Saham Anjlok, Aset Safe Haven dan Obligasi Jadi Pelarian Investor

Kondisi pasar saham yang bergejolak membuat investor memilih aset safe haven sebagai pelarian utama.

21 jam4 menit Bisnis

BISNIS

Property Expo 2020, Bank Mandiri Tawarkan KPR Bunga 4,59 Persen

Suku bunga rendah untuk KPR ini diberikan untuk tahun-tahun pertama.

21 jam4 menit Bisnis

BISNIS

Mahathir Mohamad: 2 Maret Malaysia Punya Perdana Menteri Baru

Perdana Menteri interim Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan Sidang Dewan Rakyat (Parlemen) khusus akan diadakan pada 2 Maret untuk menentukan siapa yang akan menjadi perdana menteri berikutnya.

21 jam4 menit Bisnis

BISNIS

Perencanaan Tata Ruang Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Kawasan

Dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah menargetkan penambahan 27 kawasan industri yang terdiri dari 25 kawasan di luar pulau Jawa, sedangkan 2 berada di Brebes dan Madura. Adapun, 9 dari 27 kawasan industri tersebut akan ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus yang fokus pada sektor agro, pertambangan, migas, dan kelautan.

21 jam5 menit Bisnis

BISNIS

Bisnis Tambang dan Keuangan Topang Laba Astra International (ASII)

Laba bersih yang dicetak perseroan pada tahun lalu tumbuh tipis 0,16 persen dari torehan laba pada tahun sebelumnya.

21 jam5 menit Bisnis

BISNIS

Penurunan Harga Gas Tetap Diumumkan Maret

Pemerintah memberikan kepastian penurunan harga gas industri yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

21 jam5 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Tambang Emas Martabe Jadi Penopang Kinerja United Tractors (UNTR) 2019

Berdasarkan laporan keuangan 2019, emiten berkode saham UNTR itu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 84,4 triliun, lebih rendah 0,2 persen.

21 jam5 menit Bisnis

BISNIS

Pemerintah Harapkan KEK Jadi Magnet Investasi

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan non-migas di kisaran 5,48-6,01 persen pada akhir tahun ini dan 7 persen pada 2024. Untuk mempermulus jalan menuju target RPJMN 2020-2024, Kemenperin mencanangkan target invetasi sekitar Rp875,1 triliun-Rp890,3 triliun pada tahun ini.

21 jam5 menit Bisnis

BISNIS

Sejumlah Perusahaan Peringatkan Dampak COVID-19, Bursa Eropa Melemah

Bisnis.com, JAKARTA ? Bursa saham Eropa terus merosot pada perdagangan Kamis (27/2/2020), setelah lebih banyak perusahaan memperingatkan bahwa virus corona akan menekan laba.

21 jam5 menit Bisnis

BISNIS

Dalam Lima Tahun BPOM Catat 40 Investasi Baru di Farmasi

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny K Lukito mengatakan dari 40 investasi tersebut, 17 di antaranya berasal dari penanaman modal asing. Secara total saat ini Indonesia telah memiliki 224 produsen obat.

21 jam5 menit Bisnis

BISNIS

INSENTIF CORONA: Garuda Indonesia Usulkan Bentuk Voucher

Insentif yang ditawarkan pemerintah berpotensi menurunkan harga tiket pesawat. Penurunan harga tiket pesawat ini diharapkan menjadi pemantik industri pariwisata.

21 jam6 menit Bisnis

BISNIS

Pakar Hukum Tolak Pemersatuan Perhimpunan Advokat Indonesia

Luthfi mengungkapkan intervensi negara, melalui Menkopolhukam dan Menkumham cenderung mengarahkan kepada sistem wadah tunggal advokat (single bar) dan bukannya multi-bars.

21 jam6 menit Bisnis

BISNIS

PLN Berpotensi Lakukan Penghematan Rp3,3 Triliun. Dari Mana?

Kerja sama yang dilakukan PLN ini merupakan langkah konkrit perusahaan dalam mendorong penggunaan gas untuk pembangkit listrik di Indonesia, selain itu upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung gasifikasi yang sedang dilakukan oleh PLN.

21 jam6 menit Bisnis

BISNIS

Ini 10 Saham Paling Cuan 27 Februari, VRNA Paling Untung

Saham bersandi VRNA tersebut memimpin daftar penguatan saham (top gainers) setelah ditutup melonjak 33,33 persen di level Rp100 per lembar saham.

21 jam6 menit Bisnis

BISNIS

Indonesia Minta Arab Perbolehkan Jemaah yang Terlanjur Tiba Melanjutkan Ibadahnya

Pemerintah Indonesia mengaku memahami kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang memberlakukan pelarangan sementara ibadah umroh dan ziarah di negaranya.

21 jam6 menit Bisnis

BISNIS

Indef: Indonesia Bisa Jadi Negara Maju 10 Tahun Lagi

Amerika Serikat hanya menggunakan indikator penilaian dari sisi ekonomi.

21 jam6 menit Bisnis