Nestle Indonesia Investasi US$ 100 Juta Untuk Menambah Kapasitas di Tiga Pabrik

PT Nestle Indonesia akan ekspansi memperbesar bisnis di Indonesia.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Galaxy A71 menjadi smartphone resmi Piala Presiden Esports 2020

Samsung umumkan aneka smartphone Galaxy A series, terutama Galaxy A71, perangkat resmi di gelaran turnamen Piala Presiden Esport 2020

3 jam30 menit Kontan

KONTAN

Rumah Sakit Wuhan dengan 1.000 tempat tidur ditargetkan selesai pada 3 Februari 2020

Kota Wuhan membangun rumah sakit baru dengan 1.000 tempat tidur untuk merawat para korban virus corona baru.

3 jam31 menit Kontan

KONTAN

Diramal ada 44.000 kasus corona di Wuhan, medis Hong Kong serukan tindakan kejam!

Para ahli penyakit menular Hong Kong mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan "kejam" terhadap penyebaran virus corona.

3 jam31 menit Kontan

KONTAN

Virus corona menumbangkan Wall Street

Wall Street merosot pada perdagangan Senin (27/1). Tertekan makin banyak kasus suspect virus corona yang terkonfirmasi

3 jam31 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Kecemasan akan virus corona merebak, harga minyak anjlok 2% lebih

Harga minyak dunia anjlok 2% ke posisi terendah dalam tiga bulan terakhir pada transaksi Senin (27/1/2020). 

3 jam31 menit Kontan

KONTAN

Simak rekomendasi LPKR, MNCN dan HRUM untuk hari ini

Berikut merupakan rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di BEI pada Selasa (28/1).

3 jam31 menit Kontan

BISNIS

Virus Corona Seret Indeks Stoxx ke Zona Merah

Potensi tekanan terhadap bisnis dari virus corona (coronavirus) yang menyebar cepat di China menyeret bursa saham Eropa lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (27/1/2020)

3 jam32 menit Bisnis

BISNIS

Wall Street Tumbang Terserang Virus Corona

Bursa saham Amerika Serikat mencatat pelemahan terburuk dalam tiga bulan terakhir pada perdagangan Senin (27/1/2020), di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari penyebaran virus corona di China.

3 jam32 menit Bisnis

BISNIS

Reliance Sekuritas : IHSG Berpotensi Rebound Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak rebound pada perdagangan hari ini.

3 jam32 menit Bisnis

BISNIS

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 28 Januari 2020

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi rupiah masih bergerak cenderung melemah pada perdagangan Selasa (28/1/2020) di kisaran Rp13.564 per dolar AS hingga Rp13.680 per dolar AS.

3 jam32 menit Bisnis

BISNIS

China Uji Coba Obat HIV untuk Virus Corona, Indonesia Belum Berminat

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia tidak berencana menggunakan obat HIV untuk virus Corona, sebab hal tersebut belum teruji dan bisa berujung pada buang-buang uang.

3 jam32 menit Bisnis

BISNIS

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 28 Januari 2020

Pergerakan IHSG dalam perdagangan hari ini diprediksi masih dalam tekanan meskipun berpeluang rebound ke zona hijau.

3 jam33 menit Bisnis

BISNIS

Jokowi Resmi Teken Peraturan Dewan Pengawas KPK Dipilih Pansel

Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 tahun 2020 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Dewas KPK).

3 jam33 menit Bisnis

Viva.co

Tayang Perdana, Serial ANTV Ratapan Ibu Tiri Gelar Syukuran

Ratapan Ibu Tiri dibintangi oleh Atalarik Syah dan Amanda Manopo.

3 jam34 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Pamer Rambut Baru dan 'Dinikahi' Bule, Barbie Kumalasari Dihujat

Barbie Kumalasari kembali jadi buah bibir.

3 jam34 menit Viva

Viva.co

Yenny Wahid Komisaris Garuda, Said: Tunjukan Bukan karena Terima Kasih

Yenny Wahid ditunjuk sebagai komisaris independen Garuda Indonesia.

3 jam35 menit Viva

Detik

Milenial Juga Rawan Pikun, Cegah dengan Menu Sarapan Ini

Sering lupa atau kerap disebut pikun ternyata tidak hanya terjadi pada lansia, tapi para milenial juga bisa. Mungkin makan tahu bisa jadi solusinya.

3 jam35 menit Detik

Detik

Hoax Seputar Virus Corona dan Tudingan Konspirasi Senjata Biologis

Menyebarnya virus corona nCoV dari Wuhan ternyata dibarengi dengan hoax menyesatkan. Berbagai informasi yang tidak tepat telah memicu kepanikan berlebih.

3 jam35 menit Detik

Detik

AS Roma Datangkan Roger Ibanez dari Atalanta

AS Roma resmi mendatangkan Roger Ibanez di bursa transfer Januari. Giallorossi mendatangkan bek kelahiran Brasil itu dengan status pinjaman.

3 jam36 menit Detik

Detik

Arteta Puas dengan Performa Pasukan Muda Arsenal

Mikel Arteta puas dengan penampilan Arsenal kala mengalahkan Bournemouth di Piala FA. Arteta juga memuji performa pada pemain muda The Gunners di laga itu.

3 jam36 menit Detik

Detik

Penjelasan Billy Syahputra Usai Ditangkap Polisi Bareng Pacar di Bali

Ada hal tak mengenakkan yang dialami presenter Billy Syahputra. Ia ternyata sempat ditangkap polisi saat berada di Bali.

3 jam37 menit Detik

Detik

Doa Berlindung dari Fitnah dan Keburukan

Fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Bahkan fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

3 jam37 menit Detik

Detik

Ini Amalan dan Doa saat Virus Corona Merajalela

Saat virus corona merajalela, selain dengan menjaga kesehatan ada amalan dan doa bisa dilakukan agar dilindungi Allah SWT dari segala macam penyakit.

3 jam37 menit Detik

Detik

Geger Lutfi Bawa Bendera NasDem

Foto Dede Alfiandi alias Lutfi, demonstran yang membawa bendera saat demo kembali bikin geger. Kali ini foto Lutfi diedit membawa bedera Partai NasDem.

3 jam37 menit Detik