Sudan kembali membuka wilayah udaranya setelah berhasil menumpas pemberontak

Sudan kembali membuka wilayah udaranya setelah berhasil menekuk para pemberontak
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Kurs tengah BI hari ini melemah ke Rp 13.706 per dolar AS

Pelemahan sejalan dengan koreksi rupiah spot

14 jam26 menit Kontan

KONTAN

Obligasi Lippo Karawaci (LPKR) oversubscribed 4,5 kali lipat

Lippo Karawaci (LPKR) terbitkan obligasi senilai US$ 325 juta

14 jam26 menit Kontan

KONTAN

Berbalik arah, IHSG melemah pada perdagangan menjelang siang

 Rabu (15/1) pukul 10.31 WIB, IHSG melemah 9,88 poin atau 0,16% ke 6.315,11.

14 jam26 menit Kontan

KONTAN

Harga saham Triniti Land (TRIN) melesat 70% pada perdagangan perdana di bursa

PT Perintis Triniti Properti Tbk (Triniti Land) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/1).

14 jam27 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Per November, utang luar negeri Indonesia tumbuh 8,3%

Posisi ULN Indonesia di bulan November tumbuh melambat dibanding bulan sebelumnya

14 jam27 menit Kontan

KONTAN

Pelaku UMKM respons positif kebijakan yang menurunkan nilai batas ekspor

Pelaku UMKM respons positif kebijakan  yang menurunkan nilai batas ekspor karena untungkan mereka.

14 jam27 menit Kontan

KONTAN

Kalah praperadilan, mantan bos LPCK alihkan perlawanan di sidang pokok perkara

Pada Selasa (14/1), praperadilan Bartholomeus Toto ditolak PN Jakarta Selatan

14 jam27 menit Kontan

BISNIS

Fakta-fakta Perputaran Uang Pangeran Harry dan Meghan Markle

Pengumuman yang cukup menyita perhatian publik pada pekan ini adalah mundurnya pasangan anggota Kerajaan Inggris yang memimpin wilayah Sussex, Pangeran Harry dan Meghan Markle dari tahtanya.

14 jam27 menit Bisnis

BISNIS

Penetapan Tersangka Korupsi Jiwasraya Belum Masuk Babak Akhir

Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan bahwa penetapan lima orang tersangka korupsi Asuransi Jiwasraya belum memasuki babak akhir, karena kasus tersebut masih terus dikembangkan.

14 jam28 menit Bisnis

BISNIS

Kredit Usaha Kecil Menciut, Pelemahan Diyakini Sementara

Menjelang tutup buku 2019, sangat terllihat adanya penurunan produktivitas dari pelaku UMKM. Kredit modal kerja tumbuh melambat per November 2019, dibandingkan dengan realisasi kuartal pertama hingga ketiga.

14 jam28 menit Bisnis

BISNIS

BI : Utang Luar Negeri November 2019 Tumbuh Melambat

Melalui siaran pers yang diterima Bisnis.com, Rabu (15/1/2020), komponen ULN pada November 2019 ini terdiri dari ULN sektor publik meliputi pemerintah dan bank sentral sebesar US$201,4 miliar, dan ULN sektor swasta termasuk BUMN sebesar US$200,1 miliar dolar AS.

14 jam28 menit Bisnis

BISNIS

Kurs Jisdor Melemah ke 13.706, Rupiah Tambah Lesu di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.706 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (15/1/2020).

14 jam28 menit Bisnis

BISNIS

Kejagung Telusuri Dugaan Dana Korupsi PT Asuransi Jiwasraya Mengalir ke Parpol

Kejaksaan Agung tengah menelusuri adanya dugaan aliran dana korupsi PT Asuransi Jiwasraya sebesar Rp13,7 triliun ke partai politik.

14 jam28 menit Bisnis

BISNIS

Emil Tuntut OPD Pemprov Jabar Susun Program Unggulan 2020

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar untuk membuat program unggulan di 2020.

14 jam28 menit Bisnis

BISNIS

Kinerja Ekspor Desember 2019 Naik 3,77 persen

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, perkembangan harga selama November-Desember 2019 ada berbagai harga yang mengalami kenaikan dan penurunan. Misalnya, harga minyak mentah Indonesia US$63,26 per barel pada November dan naik menjadi US$67 per barel pada Desember.

14 jam28 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Sarana Air Bersih dan Sanitas di Toba dan Lombok Bakal Ditambah

Kebersihan dan keindahan di destinasi wisata harus dipelihara dengan baik karena berdampak langsung terhadap tingkat kunjungan wisatawan.

14 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Gubernur Jabar Resmikan Kantor PCNU Kabupaten Cianjur

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan operasional Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Cianjur di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kab. Cianjur, Rabu (15/1/2020).

14 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Terbitkan Obligasi Global, Lippo Karawaci (LPKR) Kantongi US325 Juta

Hasil dari obligasi itu akan digunakan untuk melunasi utang yang jatuh tempo pada 2022.

14 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Kinerja Impor Desember 2019 Turun 5,47 Persen

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, perkembangan impor dari bulan ke bulan hampir mirip dengan pola Desember 2 tahun sebelumnya.

14 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Neraca Dagang Desember 2019 Alami Defisit Tipis US28,2 Juta

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, defisit tersebut terjadi seiring dengan nilai impor Desember 2019 yang mencapai US$14,50 miliar dibandingkan dengan kinerja nilai ekspor Desember 2019 yang mencapai US$14,47 miliar.

14 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Kendaraan Hibrida Jembatani Peralihan ke Era Mobil Listrik

Pabrikan dan agen pemegang merek (APM) masih sama-sama menunggu kepastian aturan turunan dari regulasi mobil listrik yang tertuang dalam Perpres No.55/2019.

14 jam29 menit Bisnis

BISNIS

Asosiasi Khawatir Subsidi Tertutup LPG 3 Kg Hambat UMKM

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendesak penundaan implementasi penyaluran subsidi gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) 3 kg secara tertutup yang bakal dilakukan pada paruh kedua tahun ini.

14 jam30 menit Bisnis

BISNIS

Siapkan Capex hingga Rp1,6 Triliun, Ini Rencana Astra Agro Lestari (AALI)

Belanja modal Astra Agro Lestari turun 19% dari ke posisi Rp1,29 triliun pada tahun lalu. Berapa alokasi yang disiapkan pada 2020?

14 jam30 menit Bisnis

BISNIS

Tinggal Bareng Mertua ? Ini Kiat Agar Tetap Romantis dengan Pasangan

Pasangan yang baru saja menikah, tidak semuanya bisa langsung hidup mandiri. Banyak dari mereka yang masih tinggal sementara di rumah orang tua atau mertua.

14 jam30 menit Bisnis