Sambut window dressing, simak proyeksi IHSG untuk Senin besok (9/12)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,56 % ke level 6.186,87  pada perdagangan Jumat (6/12).
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

12 Desember, draf RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Perpajakan masuk ke DPR

Draf final RUU Omnibus Law bakal disampaikan ke Badan Legislasi DPR pada 12 Desember 2019.

7 jam37 menit Kontan

BISNIS

Korespondesi Empat Mata ala Criptext, Menutup Celah Keamanan Email

Kebanyakan penyedia jasa surat elektronik pada saat ini menyimpan surat yang Anda terima dan kirim di peladen (server). Di satu sisi ini memudahkan, karena Anda bisa mengakses peladen ini dari aplikasi dan peranti mana saja, tanpa harus mengunduhnya terlebih dahulu. Tapi di sisi lain, peladen surel dari penyedia layanan juga punya kelemahan sendiri.

7 jam37 menit Bisnis

BISNIS

Kepemilikan Pemerintah atas Aset Perusahaan Batubara Capai Rp37 Triliun

Aset negara yang dikelola Kementerian Keuangan dari Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) telah mencapai lebih dari Rp37 triliun

7 jam37 menit Bisnis

BISNIS

3.000 Pelajar di Jateng Gaungkan Antikorupsi

Perayaan Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) di Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (8/12/2019) berlangsung meriah. Salah satu rangkaian acara yang mendapat perhatian masyarakat ialah deklarasi dan orasi antikorupsi dari ribuan pelajar.

7 jam37 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Belajar Demi Poin di Khan Academy

Bila profesi Anda menuntut topik yang belum pernah dipelajari mendalam di bangku sekolah, Anda bisa memanfaatkan Khan Academy buat belajar mandiri memperkuat konsep dasar tersebut.

7 jam38 menit Bisnis

BISNIS

BPBD Jabar Soroti Minimnya Alokasi Anggaran Bencana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Supriyatno menyerukan bupati dan wali kota mengubah mindset manajemen kebencanaan agar lebih berorientasi pencegahan dibandingkan penanganan pascabencana.

7 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Bank KEB Hana Siap Bantu Nasabahnya Selesaikan Masalah dengan Jiwasraya

Kepastian bantuan ini disampaikan KEB Hana dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Sabtu (7/12). Bank asal Korea Selatan ini menyampaikan kesediaannya menjadi perantaran bagi para nasbaah pemegang polis dengan Jiwasraya.

7 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Kota Lama Semarang Kini Miliki Lima Sepeda Listrik Siap Digunakan Wisatawan

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Lama Semarang akan dimanjakan dengan hadirnya lima sepeda listrik untuk mengelilingi kawasan cagar budaya tersebut.

7 jam38 menit Bisnis

BISNIS

Bento Harassment, Ikat Hubungan Keluarga Lewat Makanan

Gelaran Japanese Film Festival (JFF) 2019 yang hadir pertama kali di Kota Pahlawan, Surabaya diselenggarakan sejak tahun 2016 oleh Japan Foundation, lembaga nirlaba di bawah pemerintah Jepang yang bergerak di bidang pertukaran budaya internasional.

7 jam39 menit Bisnis

JPNN.

Ceramah Henderson di Balik Gol Chamberlain Untuk Liverpool

JPNN.com, BOURNEMOUTH - Alex Oxlade-Chamberlain sempat mendapat ceramah dari kapten Liverpool Jordan Henderson sebelum akhirnya mencetak gol pembuka keunggulan dalam kemenangan 3-0 The Reds atas Bournemouth, di Stadion Vitality, Sabtu (7/12) malam WIB.

7 jam39 menit Jpnn

JPNN.

BWF Player of The Year 2019: 6 Pebulu Tangkis Indonesia Masuk Nominasi

JPNN.com, GUANGZHOU - Enam pebulu tangkis Indonesia masuk daftar nominasi penghargaan BWF Player of the Year 2019. Pemilihan tersebut tak tepas dari pencapaian prestasi yang sukses mereka raih sepanjang tahun ini.

7 jam39 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

JPNN.

Rakernas IKA UNDIP: Bangun Kampus Demi Generasi Mumpuni

JPNN.com, JAKARTA - Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Arya Duta, Jakarta, Sabtu (7/12). Para alumni datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka duduk bersama membicarakan berbagai hal, termasuk kontribusi terhadap almamater demi mencetak generasi bangsa yang mumpuni.

7 jam40 menit Jpnn

JPNN.

Kornas MP BPJS Dorong Kalangan PMI Jadi Peserta Jamsostek

JPNN.com, JAKARTA - Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS (MP BPJS) Hery Susanto mendorong gerakan nasionalisme untuk jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) di kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

7 jam40 menit Jpnn

WOWKEREN

Lama Dinanti, Akhirnya Pemeran Film 'KKN Desa Penari' Diungkap ke Publik

Sutradara trilogi 'Danur', Awi Suryadi ditunjuk menjadi nahkoda untuk film ini. Selain mengumumkan keterlibatannya, Awi juga menyampaikan deretan pemain yang akan memerankan tokoh cerita tersebut.

7 jam40 menit Wowkeren

WOWKEREN

Miss Universe 2019: Gaun Tex Saverio Sukses Antarkan Indonesia Jadi Top 5 di Kategori Ini

Puteri Indonesia 2019 Frederika mengenakan gaun malam rancangan Tex Saverio di sesi evening gown preliminary round Miss Universe 2019. Penampilannya yang memukau pun menuai pujian banyak pihak.

7 jam40 menit Wowkeren

Viva.co

Rumahnya Kini Aman, Tamara Bleszynski: Terima Kasih Satpol PP

Rumah Tamara Bleszynski sempat dikepung pria-pria tak dikenal.

7 jam41 menit Viva

Viva.co

BTS Ungkap Sedang Siapkan Lagu Baru

BTS tak sabar untuk membagikannya ke penggemar.

7 jam41 menit Viva

Viva.co

Pengusaha Hotel Ikut Bahagia Ari Askhara Dipecat, Kenapa?

Ari Askhara dipecat jadi dirut Garuda karena diduga selundupkan Harley

7 jam42 menit Viva

Detik

Viral Kasus Dirut Garuda, Suami-Istri 'Latah' Beli Brompton Rp 104 Juta

Viralnya kasus dirut garuda mulai jadi perbincangan karena harganya yang fantastis. Pasutri ini mengaku latah membeli sepeda brompton karena sedang viral.

7 jam42 menit Detik

Detik

Desy Nurhakiki Kejang-Kejang Sebelum Tutup Usia, Gejala Serangan Jantung?

Lewat kesaksian anggota keluarga, Dessy Nurhakiki meninggal setelah mengalami kejang-kejang di mobil bersama teman-temannya. Gejala serangan jantung?

7 jam42 menit Detik

Detik

Marak Jasa Permak Mr P, Haji Royani 'Mak Irot': Buat Apa Besar Tapi Lembek?

Haji Royani, seorang terapis alat vital mengaku kerap kedatangan tamu yang menginginkan alat vital miliknya dipermak lebih besar. Besar kalau lembek, buat apa?

7 jam42 menit Detik