We+ gaet Alfamart, buka akses klaim asuransi terluas

We+ gaet Alfamart serta PT Asuransi Central Asia (ACA), Adira Syariah Insurance, dan Sinar Mas Insurtech buka akses klaim asuransi
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Kementerian Pertahanan tutup pendaftaran lebih cepat, ini alasannya

Kementerian Pertahanan hanya membuka waktu pendaftaran selama 10 hari kalender, yakni antara 11-20 November 2019.

6 jam6 menit Kontan

KONTAN

Ekonom Bank Permata memprediksi BI akan menahan suku bunga acuan di level 5%

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi BI akan menahan BI 7  em>day reverse repo rate /em> di level 5%.

6 jam6 menit Kontan

KONTAN

Upayakan kembalikan aset First Travel kepada korban, Kejaksaan Agung tunda lelang

Kejaksaan Agung memastikan akan menunda pelaksanaan lelang aset milik perusahaan perjalanan umrah First Travel.

6 jam6 menit Kontan

KONTAN

Ekspektasi inflasi terkendali, ekonom ini proyeksikan BI akan menahan bunga acuannya

Kepala Ekonom Bank Nasional Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di level 5%.

6 jam6 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Film Ad Astra Akan Tayang di Bioskop China Awal Desember

Kali ini giliran film Ad Astra (2019) yang bakal mendarat di bioskop-bioskop Cina pada 6 Desember mendatang, lebih dari 2 bulan setelah debut perdananya di Amerika Serikat.

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Produsen Garmen Asal China Ini Tertarik Ekspansi ke Asia Tenggara

Pasar Asia Tenggara akan menjadi suatu pasar baru dan yang sangat berbeda dengan pasar China.

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Pemasok Komponen Hentikan Produksi, Boeing 'Suntik Mati' Produksi Pesawat 747?

Triumph Group Inc., pemasok terbesar untuk program 747-8, mulai membersihkan pabrik dan melelang peralatan manufaktur secara daring yang dimulai pada Rabu (20/11/2019) sore.

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Valbury Sekuritas : Sentimen Negatif Tahan Laju IHSG

Valbury Sekuritas Indonesia menyebutkan sentimen bagi pasar yang kembali didominasi faktor negatif, bisa menyulitkan bagi IHSG untuk dapat melaju ke teritorial positif pada perdagangan saham hari ini.

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Pentingnya Seni bagi Tumbuh Kembang Anak dengan Autisme

Menurut data World Health Organization, dari 160 anak di dunia, setidaknya terdapat 1 anak dengan autisme, atau dalam istilah medis penyintas autism spectrum disorder (ASD).

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Cegah Radikalisme, Wapres Ma'ruf Amin Tekankan Koordinasi Lintas Lembaga

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia maka agama tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan karena menjadi karakteristik dari Indonesia. Indonesia menempatkan ketuhanan sebagai dasar bernegara.

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Mega Capital Sekuritas : Spekulasi Beli BNLI dan AKRA

Mega Capital Sekuritas memprediksi IHSG fluktuatif menguat terbatas di level 6.120 - 6.180 saat bursa regional melemah hari ini.

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Agenda 21 November 2019: BI Umumkan Suku Bunga, Sharia Investment Week

Sejumlah agenda digelar pada Kamis (21/11/2019), di antaranya adalah rilis keputusan suku bunga oleh Bank Indonesia dan perhelatan Sharia Investment Week.

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Pemindahan Ibu Kota : Wapres Ma'ruf Pastikan Pemerintah Masih Kaji Sejumlah Persoalan

Kajian aspek tata negara atas ibu kota baru sedang disiapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Terima Jajaran Shopee, Wapres Ma'ruf Amin Ingin Platform Online Gairahkan UMKM

Platform online yang ada di Indonesia diingatkan agar tidak menggerus keberadaan usaha mikro kecil dan menengah.

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

PT Mitra Sindo Sukses Raih 2 Penghargaan pada Ajang HEA 2019

Salah satu upaya Jakarta Garden City untuk meningkatkan penjualan adalah dengan membangun Sales Gallery Jakarta Garden City

6 jam7 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

KABAR PASAR 21 NOVEMBER: Duit Kantong Kanan Geser Kiri, Pimpinan KPK Melawan

Berita mengenai upaya mengurangi beban defisit program JKN-BJS Kesehatan dan ?perlawanan? atas pemberlakuan Undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi hasil revisi, di antaranya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Kamis (21/11/2019).

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Pesawat Tempur Jepang Ditemukan di Teluk Wondama

Hasil penelitian terbaru Balai Arkeologi Papua berhasil menemukan puing-puing pesawat Jepang di Selat Namamura, Kampung Aisandami, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

6 jam7 menit Bisnis

BISNIS

Liburan ke Purwakarta? Yuk Kunjungi 5 Destinasi Keren Ini!

Wisata di Jawa Barat memang tidak ada matinya. Tidak hanya Bandung dan Bogor, daerah-daerah lain di Jawa Barat juga memiliki keindahan yang tidak kalah memesona. Salah satu daerah tersebut, misalnya Kabupaten Purwakarta.

6 jam7 menit Bisnis

JPNN.

Bukan Mengejar Liverpool yang Dijanjikan Jose Mourinho, Tetapi Ini

JPNN.com, LONDON - Jose Mourinho bahagia setelah mendapat kepercayaan dari Tottenham Hotspur menjadi pelatih.

6 jam7 menit Jpnn

JPNN.

KPPU Ingatkan Aturan Baru Tentang Merger dan Akuisisi

JPNN.com, JAKARTA - Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kodrat Wibowo mengingatkan aturan terbaru tentang merger dan akuisisi. Menurutnya, Perkom 3 Tahun 2019 ini menggantikan Perkom No. 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang dapat Mengakibatkan Terjadinya Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak sehat.

6 jam8 menit Jpnn

JPNN.

Ahok Bukan Malaikat

JPNN.com, JAKARTA - Ekonom Faisal Basri angkat bicara menyikapi kabar penempatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai direktur utama di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

6 jam8 menit Jpnn

JPNN.

Honorer K2 Sungguh Sakit Hati Dibilang Kompetensinya Rendah

JPNN.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Forum Honorer Indonesia (FHI) Hasbi menduga, lambatnya penyelesaian masalah honorer, terutama honorer K2, salah satunya karena Presiden Joko Widodo menerima informasi salah dari para pembantunya.

6 jam8 menit Jpnn

WOWKEREN

Tausiah Ustaz Abdul Somad di KPK Berbuntut Panjang, Pegawai yang Undang Bakal Diperiksa

Kehadiran Ustaz Abdul Somad di lembaga anti rasuah itu disebut bukan atas undangan resmi KPK. Ketua KPK, Agus Rahardjo, mengaku akan memeriksa pegawai yang mengundang Ustaz Abdul Somad.

6 jam8 menit Wowkeren

WOWKEREN

Adegan Romantis Kim Hye Yoon dan Lee Jae Wook di 'Extraordinary You' Ini Bikin Fans Meradang

'Extraordinary You' bakal tamat pada penayangan Kamis (21/11) malam ini. Drama ini nantinya akan digantikan oleh 'Love With Flaws' mulai 27 November mendatang.

6 jam8 menit Wowkeren