Bahana Sekuritas: Tak hanya sosok menteri, pasar menanti kebijakan yang diambil

Menurut Bahana Sekuritas,  pasar sebenarnya tidak hanya menilai sosok yang dipilih, tapi menantikan kebijakan yang akan diambil.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Beredar rumor Hyundai beli lahan Puradelta Lestari (DMAS), ini kata manajemen

Beredar kabar Hyundai akan membeli lahan milik PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS). 

8 jam58 menit Kontan

KONTAN

Jelang siang, rupiah hari ini bertengger di level Rp 14.014 per dolar AS

Jelang siang, rupiah hari Kamis (24/10) ini bertengger di level Rp 14.014 per dolar AS di pasar spot.

8 jam58 menit Kontan

KONTAN

Kredit melandai, bank getol simpan dana di surat berharga

Landainya pertumbuhan kredit menjelang akhir tahun bikin perbankan mulai getol menempatkan dana pada surat berharga. 

8 jam58 menit Kontan

KONTAN

Serba pertama di Kabinet Indonesia Maju

Penempatan menteri di Kabinet Indonesia Maju bisa dibilang unik karena ada beberapa pos yang ditempati sosok yang tak biasa.

8 jam58 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Serba serbi sertijab: Gelak tawa Jonan, Nadiem masih kaku, hingga air mata Susi...

Berbagai cerita muncul dari serah terima jabatan (sertijab) antara menteri yang lama kepada menteri yang baru.

8 jam58 menit Kontan

KONTAN

Kamis ini, KPK panggil istri eks Menpora Imam Nahrawi

Penyidik KPK dijadwalkan memanggil dua saksi dalam kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI, hari ini.  

8 jam58 menit Kontan

KONTAN

Sidang kabinet paripurna pertama, Jokowi: Tak ada yang namanya visi-misi menteri!

Presiden Joko Widodo menggelar sidang kabinet paripurna pertama bersama Kabinet Indonesia Maju.  

8 jam58 menit Kontan

BISNIS

Incar Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen, Pemerintah Harus Jaga Konsumsi Rumah Tangga

Seperti diketahui, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap PDB, lebih dari 50% dari PDB.

8 jam58 menit Bisnis

BISNIS

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini Naik Jadi Rp752.000 per Gram

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) hari ini, Kamis (24/10/2019), menguat tipis dibandingkan posisi pada Rabu (23/10).

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Hore! Impor Bahan Baku Buku Bebas Bea Masuk

Pemerintah telah memberikan insentif fiskal untuk mendorong pertumbuhan industri perbukuan nasional.

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Pertumbuhan Mesin ATM Melambat, Ini Analisis Atas Fenomena Itu

Penurunan jumlah mesin anjungan tunai mandiri ATM kian merosot saat ini. Salah satu penyebabnya diperkirakan karena gaya hidup digital savvy atau pengurangan penggunaan uang tunai yang kian marak.

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

LAPORAN DARI TOKYO MOTOR SHOW : Ternyata, Lexus LF-30 Electrified Terinspirasi Ini!

Presiden Lexus International Yoshihiro Sawa mengatakan, selain mengusung teknologi canggih, Interior LF-30 Electrified menampilkan kokpit yang dirancang pada konsep baru Tazuna.

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Implementasi 5G: Kemenkominfo Dorong Milimeter Wave 26 GHz28 GHz

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana mendorong frekuensi millimeter wave 26 GHz ? 28 GHz pada World Radio Confrence (WRC) 2019 yang diselenggarakan di Mesir pada 28 Oktober--22 November 2019.

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Euforia Penyambutan Sri Mulyani Indrawati 'Pulang Kampung'

Sejumlah karangan bunga berbagai ukuran dari direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menghiasi pintu masuk dan lobi Gedung Djuanda I, letak kantor Sri Mulyani.

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

10 Hal yang Harus Dibagikan dengan Pasangan

Ada beberapa hal yang berhak Anda simpan untuk diri sendiri, bahkan jika Anda memiliki pasangan. Namun ada beberapa hal juga yang tidak boleh menjadi rahasia antara pasangan dan harus dibagikan dengan orang yang Anda cintai itu.

8 jam59 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Presiden Jokowi Dengar Ada Menteri yang 5 Tahun Mangkir Saat Diundang Rapat oleh Menko

Presiden Joko Widodo tidak mengungkapkan identitas menteri teknis dan menteri koordinator itu.

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

EKONOMI KORSEL: PDB Kuartal III/2019 Lebih Rendah dari Ekspektasi

Ekonomi Korea Selatan pada kuartal ketiga dilaporkan mencatat pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan, di tengah ketidakpastian perdagangan yang membebani investasi.

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Susi Pudjiastuti dan Kisah tentang Laut yang Belum Usai

Sosok Susi Pudjiastuti selalu menarik perhatian sejak ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019.

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Kasus Suap Impor Ikan, KPK Panggil Kepala Divisi Pengelolaan Aset Perum Perindo

Wenny Prihatini tercatat tak kali ini saja dipanggil penyidik KPK. Beberapa waktu lalu, dia juga pernah dipanggil untuk diperiksa dengan tersangka yang sama.

8 jam59 menit Bisnis

BISNIS

Koordinasi Antarkementerian Harus Dijaga untuk Genjot Investasi

Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal menilai investasi menuju sektor manufaktur harus tetap menjadi fokus agar investasi yang mengalir bisa memberikan stimulus lebih besar pada perekonomian.

9 jam0 menit Bisnis

BISNIS

Menanti Kiprah 'Mas Menteri'

Nadiem Anwar Makarim, sosok yang kini jadi perbincangan hangat masyarakat lantaran ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

9 jam0 menit Bisnis

BISNIS

Jepang dan Korea Selatan Sepakat untuk Memperbaiki Hubungan Bilateral

Dilansir melalui Bloomberg, kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keinginan untuk memperbaiki hubungan setelah pertemuan sekitar 20 menit antara kedua pemimpin.

9 jam0 menit Bisnis

BISNIS

Mendag Agus yang 'Bikin Penasaran'

Teka-teki mengenai siapa pejabat yang menduduki kursi Menteri Perdagangan RI akhirnya terjawab setelah Presiden Joko Widodo melantik Agus Suparmanto sebagai nakhoda Kementerian Perdagangan, kemarin, Rabu (10/23/2019).

9 jam0 menit Bisnis

BISNIS

Cara OJK Tangani Fintech Lending Ilegal

Pemantauan terhadap aplikasi atau situs yang menawarkan pinjaman online illegal terus dilakukan dan langsung dilakukan tindakan tanpa menunggu laporan atau korban dari masyarakat.

9 jam0 menit Bisnis