Per Agustus 2019, Surya Semesta Internusa (SSIA) raup kontrak baru Rp 1,73 triliun

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), per Agustus 2019, membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp 1,73 triliun. 
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Gandeng perusahaan asuransi, peserta BPJS Kesehatan bisa naik kelas gratis

Perluasan kerjasama ini akan memudahkan pasien yang memiliki BPJS Kesehatan dan membeli asuransi kesehatan tambahan. 

2 jam9 menit Kontan

KONTAN

Bank Jatim Syariah targetkan aset Rp 3,5 triliun dan laba bersih Rp 20 miliar di 2020

Bank Jatim batal melakukan  em>spin off /em> unit bisnis syariahnya tahun ini.

2 jam9 menit Kontan

KONTAN

OJK paling banyak terima pengaduan soal debt collector leasing

OJK paling banyak terima pengaduan soal debt collector leasing

2 jam9 menit Kontan

BISNIS

Kemarin Mengangkasa, Hari ini Harga Minyak Mulai Mendarat

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dibuka melemah 1,49 persen atau 0,94 poin ke posisi US$61,96 per barel. Sampai pukul 14:00 WIB, harga minyak patokan dunia tersebut masih di zona merah dengan melemah 1,00 persen atau 0,63 poin menjadi US$62,27 per barel.

2 jam10 menit Bisnis

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

BISNIS

Rumor XL Axiata Merger dengan Tri, Ini Jejak Historisnya

Harga saham XL Axiata kembali melonjak setelah muncul isu ketertarikan Hutchison, pemilik operator seluler Tri berkolaborasi dengan emiten berkode EXCL. Menilik ke belakang, EXCL beberapa kali berpindah tangan kepemilikan dan sekali melakukan merger loh. Berikut kisahnya.

2 jam10 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Wakil Ketua KPK Terpilih Siap Jalankan UU Baru Hasil Revisi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi terpilih periode 2019-2023 Nurul Ghufron mengaku siap menjalankan Undang-Undang KPK yang baru. Hal itu disampaikan menyusul disahkannya RUU KPK No.30/2002 tentang KPK menjadi UU oleh DPR pada Selasa (17/9/2019).

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Tunggu Pertemuan Bank Sentral, IHSG Ditutup di Zona Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mematahkan rangkaian koreksinya dan ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (17/9/2019).

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

DEWA Kejar Target Produksi 17 Juta Ton

Corporate Secretary Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi menyebutkan sampai dengan Juli perseroan sudah memproduksi batu bara sebanyak 8,40 juta ton sampai dengan Juli. Jumlah tersebut setara dengan 49,41 persen target setahun perseroan.

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Forum Asuransi Kesehatan Jajaki CoB dengan BPJS Kesehatan

Bisnis.com, JAKARTA ? Forum Asuransi Kesehatan Indonesia atau Formaksi melakukan penandatanganan kerja sama dengan Rumah Sakit Permata Group terkait Coordination of Benefit atau CoB dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan.

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Konsolidasi Operator Telekomunikasi Berpeluang Reduksi Kinerja Perusahaan Menara

Analis JP Morgan Ranjan Sharma mengatakan konsolidasi yang dilakukan operator telekomunikasi akan menghadapi tantangan dari sisi regulasi.

2 jam10 menit Bisnis

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

BISNIS

Prediksi Indonesia Vs Kepulauan Mariana Utara: Bima Fokus ke Penyelesaian Akhir

Prediksi Indonesia Vs Kepulauan Mariana Utara: Bima Fokus ke Penyelesaian Akhir

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Hati-hati Dengan Banjirnya Likuiditas dari Luar

Kepala Makro ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menjelaskan, arus dana asing yang berpotensi masuk ke Indonesia bakal memperpanjang kenaikan harga (reli) di pasar surat utang negara (SBN).

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Berdikari : Daging Sapi Asal Brasil Mampu Bersaing di Dalam Negeri

PT Berdikari menilai daging sapi asal Brasil mampu bersaing untuk diserap konsumen dalam negeri kendati harganya lebih tinggi dibandingkan daging kerbau asal India.

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Sitkom Klasik "Seinfeld" Hadir di Netflix pada 2021

Netflix Inc. baru saja mendapatkan hak streaming global untuk drama sitkom TV klasik Seinfeld. Serial ini akan menambah katalog digital Netflix setelah dihadapkan pada hilangnya dua seri populer.

2 jam10 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Cigna Siapkan Produk Generasi Sandwich

Bisnis.com, JAKARTA ? PT Asuransi Cigna atau Cigna Indonesia meluncurkan Cigna Family EaziLife, produk asuransi yang memproteksi seluruh anggota keluarga. Belum lama dipasarkan, produk tersebut telah mencatatkan premi Rp1 miliar.

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Hasil China Open 2019: Kalah di Babak Pertama, Gregoria Akui Kurang Tenang

Hasil China Open 2019: Kalah di Babak Pertama, Gregoria Akui Kurang Tenang

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Bentuk Usaha Training, GMF AeroAsia Sasar Pelanggan Maskapai Non-Afiliasi

Adapun, pada 12 September 2019, emiten berkode saham GMFI tersebut membentuk usaha joint venture bersama dengan PT Citilink Indonesia dengan kepemilikan saham 20 persen dibandingkan dengan 80 persen.

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Festival Kuliner & Belanja Indonesia Segera Dihelat di 321 Pusat Perbelanjaan

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) bersama Kementerian Pariwisata bekerja sama menggelar Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival atau WICSF 2019 pada 27 September hingga 27 Oktober di 321 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

China Open : Jonatan Christie vs Sesar Hiren Saling Tamplek, Ini Live Streamingnya

Dua wakil Indonesia di China Open 2019 sudah harus bertemu ketika Jonatan Christie harus bertarung melawan Shesar Hiren Rhustavito di babak pertama hari ini Selasa (17/9/2019).

2 jam10 menit Bisnis

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

BISNIS

Ekonomi China Melemah, Harga Logam Dasar Rapuh

Berdasarkan data Bloomberg, di bursa LME pada penutupan perdagangan Selasa (16/9/2019), pelemahan dipimpin oleh nikel melemah 2,41 persen di level US$17.370 per ton, diikuti oleh tembaga yang melemah 1,75 persen menjadi US$5.870 per ton.

2 jam10 menit Bisnis

BISNIS

Hong Kong Berada di Ujung Jurang Resesi

Pelemahan khususnya terlihat pada sentimen bisnis kecil dan menengah yang turun ke rekor terendah pada bulan lalu bersamaan dengan penurunan indeks manajer pembelian.

2 jam10 menit Bisnis

JPNN.

Perkuat Segmen Hp Murah, Samsung Galaxy A10s Dibanderol di Bawah Rp 2 Jutaan

JPNN.com, JAKARTA - Menyusul kehadiran Galaxy A50s pekan lalu, Samsung Electronics Indonesia secara resmi merilis Galaxy A10s di pasar Indonesia.

2 jam10 menit Jpnn

JPNN.

Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk PT MAK di Yogyakarta

JPNN.com, SEMARANG - Untuk membantu meningkatkan investasi dan ekspor, Bea Cukai Jateng dan DIY memberikan fasilitas Kawasan Berikat (KB) kepada PT Mega Andalan Kalasan (MAK) yang merupakan perusahaan manufacturing and engineering hospital furniture terbesar di Yogyakarta, pada Kamis (12/9) di Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng DIY, Semarang.

2 jam11 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.