Berita duka, mantan anggota Komnas HAM HS Dillon tutup usia

Aktivis hak asasi manusia (HAM) HS Dillon meninggal dunia pada usia 74 tahun, Senin (16/9), pukul 18.27 Wita, di Rumah Sakit Siloam Bali
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Bukan masalah upah, ini penyebab PHK di industri tekstil

Soal upah bukan menjadi penyebab PHK di sektor tekstil. Banjir produk tekstil impor menjadi biang lesunya indusri tekstil.

4 jam48 menit Kontan

BISNIS

REI Optimistis Program Rumah bagi Komunitas Grab di Jatim Bisa Sukses

REI Jawa Timur optimistis program pembelian rumah bagi kalangan pekerja informal atau komunitas Grab di Jatim bisa sukses.

4 jam48 menit Bisnis

BISNIS

Ini Dia, Princess Day Spa Pertama di Bekasi

Aleesha Mom & Kids Spa yang dahulu bernama Samara Spa menambah konsep pelayanan serta membidik target pasar yang baru yakni ibu dan anak-anak dari sebelumnya fokus pada konsumen wanita dewasa.

4 jam48 menit Bisnis

BISNIS

Kuliah Umum di UPI Bandung, Mendag Soroti Perlunya Perubahan Regulasi Investasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai Indonenesia harus merombak kebijakan ekonomi guna memancing minat investor asing berinvestasi di Indonesia. Terlebih, saat ini iklim bisnis di Indonesia serba tidak pasti.

4 jam48 menit Bisnis

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

BISNIS

Bank Mega dan OCBC NISP Belum Berencana Tambah Utang Luar Negeri

Menurut Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk. Parwati Surjaudaja, rencana kredit bilateral belum dimiliki sebab likuiditas perusahaan masih terjaga.

4 jam49 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Jokowi Kecewa Perangkat Daerah tak Optimal Cegah Karhutla

Presiden Joko Widodo menyinggung soal tidak optimalnya perangkat daerah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Kaltara Kucurkan Rp12,60 Miliar Atasi Stunting

Pemprov Kalimantan Utara mengalokasikan anggaran penanganan stunting sebanyak Rp12,69 miliar atau sebesar 2,74% dari total pagu dana desa Rp463,268 miliar.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Kasat Pol PP Baru Tingkatkan Koordinasi Tegakkan Perda Sampah

Nama GA Putra Jaya jadi salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang lolos seleksi untuk mengisi kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Final Liga Champion Liverpool vs Tottenham Catatkan 1 Miliar Interaksi Medos

UEFA melaporkan final Liga Champion 2019 antara Liverpool dan Tottenham Hotspurs mencatatkan interaksi di media sosial hingga 1,09 miliar interaksi, yang mencakup suka (like), bagikan (share), dan komentar (comments).

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Per Juli 2019, Jumlah Simpanan Bank Umum Capai Rp5.901,14 Triliun

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah simpanan yang dikelola 112 bank umum mencapai Rp5.901,14 triliun dari 201,31 juta nomor rekening.

4 jam49 menit Bisnis

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

BISNIS

Bank Victoria Bayar Kupon Obligasi Rp7,87 Miliar

Sekretaris Perusahaan Bank Victoria Lidwina Dian Pratiwi menyampaikan pembayaran kupon ini merupakan ke-25, yang tingkat bunganya adalah 10,5%.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Pemerintah Perlu Waspadai Harga Minyak Pasca Peledakan Kilang Saudi Aramco

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa serangan terhadap dua kilang minyak Saudi Aramco menimbulkan disrupsi atas harga minyak.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Surati DPR, KPK Minta Tunda Pengesahan Revisi UU KPK

Surat tersebut telah dikirim siang hari ini dengan sejumlah permintaan dari KPK termasuk soal penundaan pengesahan.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Jenazah Fuad Amin Dimakamkan di Bangkalan Besok

Jenazah mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron akan dimakamkan di Bangkalan, Madura, pada Selasa pagi.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Penurunan Utang Luar Negeri di Akhir Kuartal II/2019 Imbas Kredit Valas

Menurut pengamat perbankan dari CORE Indonesia Piter Abdullah, penurunan nilai uang luar negeri bank sejak awal kuartal II/2019 salah satunya disebabkan berkurangnya permintaan kredit valas di dalam negeri.

4 jam49 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Anies Diminta Evaluasi Serapan Anggaran Dinas Perumahan Rakyat

Pemenuhan kebutuhan sektor perumahan rakyat, baik rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan rumah susun sederhana milik (rusunami), di DKI Jakarta dinilai masih jauh dari harapan.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Piala AFC U-16: Indonesia Hajar Filipina 4-0. Ini Videonya

Timnas U-16 Indonesia berhasil mengalahkan Filipina 4-0 dalam pertandingan Grup G Piala AFC 2020, hari ini Senin (16/9/2019). Tonton video streamingnya di sini.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Sri Mulyani : Kenaikan Cukai Rokok Telah Pertimbangkan Segala Aspek

\"Aspek yang sekarang sangat menonjol adalah peningkatan dari jumlah perokok muda, perokok perempuan, dan utamanya dari porsi konsumsi masyarakat miskin,\" ujar Sri Mulyani.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Pameran Seni di Borobudur, 35 Seniman 17 Negara Terlibat

Sebanyak 35 seniman dari 17 negara mengikuti pameran seni rupa bertajuk Borobudur International Art Exhibition 2019 di Galeri Limanjawi Art House Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

4 jam49 menit Bisnis

BISNIS

Kapolri Tegaskan Ada Hukuman bagi Jajarannya Soal Karhutla

Kapolri Tito Karnavian menegaskan dirinya akan menerapkan reward and punishment.

4 jam49 menit Bisnis

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

JPNN.

Samsung Pengin Menggabungkan Galaxy Note dengan Galaxy S?

JPNN.com - Rumor penggabungan lini Galaxy S dengan Galaxy Note oleh Samsung kembali mencuat, setelah seorang pakar di industri ponsel, Evan Blass mengaku mendapatkan informasi itu dari sumber yang dekat dengan Samsung, lansir Phone Arena.

4 jam49 menit Jpnn

JPNN.

Tidur dengan Perut Lapar? Waspadai 5 Kondisi ini Mengintai Anda

JPNN.com - Tidur dengan perut lapar memang memiliki efek berbeda untuk masing-masing orang. Namun, menurut para ahli, pada kebanyakan kasus, kebiasaan itu tidak baik bagi kesehatan secara menyeluruh. Meski demikian, hal ini bukan pembenaran Anda bisa bebas makan mendekati waktu tidur ya.

4 jam49 menit Jpnn

JPNN.

Gol Tunggal Anis Nabar Bawa Sriwijaya FC Kukuh di Puncak Klasemen

JPNN.com, PALEMBANG - Sriwijaya FC berhasil mempertahankan di puncak klasemen sementara wilayah barat usai menaklukkan PSPS Riau dengan skor 1-0 dalam laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (16/9).

4 jam50 menit Jpnn

JPNN.

Kualifikasi Piala Asia U-16: Indonesia Bantai Filipina Empat Gol Tanpa Balas

JPNN.com, JAKARTA - Timnas Indonesia U-16 berhasil menang 4-0 dari Filipina dalam laga Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 di Stadion Madya, Senayan, Senin (16/9) malam.

4 jam50 menit Jpnn

JPNN.

Paul Greenberg “The Godfather of CRM” Berbagi Ilmu ke Pelaku Bisnis di Indonesia

JPNN.com, JAKARTA - Paul Greenberg, sang “Godfather of CRM” menularkan ilmu ke pelaku usaha di tanah air. Paul bicara tentang bagaimana revolusi komunikasi digital saat ini berdampak terhadap strategy perusahaan dalam menjalin relasi dengan pelanggan.

4 jam50 menit Jpnn

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.