Dikelola Satkomindo Mediyasa, satelit baru BRI bisa berikan layanan kepada pihak lain

Satelit BRI kelak akan dikelola oleh entitas afilisasi perseroan yaitu PT Satkomindo Mediyasa.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Kemenhub mengaku masih menyiapkan alat uji kendaraan bermotor listrik

Kemenhub mengaku masih menyiapkan alat uji kendaraan bermotor listrik

14 jam19 menit Kontan

KONTAN

Anggaran turun Rp 11 miliar, LPSK sebut hanya bisa kerja empat bulan

Anggaran tahun 2020 turun Rp 11 miliar, LPSK sebut hanya bisa kerja empat bulan.

14 jam19 menit Kontan

BISNIS

Ratusan Ribu Pengungsi Rohingya Peringati Dua Tahun Eksodus dari Myanmar

Hampir 200 ribu pengungsi Rohingya memperingati dua tahun eksodus mereka ke Bangladesh dengan berdoa. Para pengungsi juga menuntut Myanmar memberi kewarganegaraan dan hak-hak lainnya sebelum mereka setuju untuk kembali.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

IHSG Masih Betah di Zona Hijau?

14 jam19 menit Bisnis

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

BISNIS

70% Nasabah BTPN Syariah di Semarang adalah Nonmuslim

Sekitar 60%-70% nasabah PT Bank PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPS) di Semarang merupakan nonmuslim.

14 jam19 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Kinerja Saham Emiten Jateng: 5 Saham Berhasil Menanjak

Dari 10 emiten asal Jawa Tengah, 5 sahamnya berhasil meningkat pada pekan ini, 1923 Agustus 2019. Adapun, 4 saham lainnya melesu, dan 1 saham selebihnya stagnan atau sama seperti pekan sebelumnya.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

Kerusuhan Papua : Senator Terpilih Bilang Solusi Harus Komprehensif

Papua menantikan solusi komprehensif guna menyelesaikan masalah sosial-politik hingga keamanan.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

OKI Buka Keran Dana Pusat untuk Akses Air Bersih

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI, Sumatra Selatan, memastikan daerah itu mendapat bantuan senilai Rp28 miliar dari pusat.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

Rupiah Masih Ditopang Katalis Positif

Mata uang Garuda pada awal pekan depan diprediksi berada dalam tekanan seiring dengan eskalasi perang dagang antara AS dan China. Kendati demikian, rupiah masih memiliki sentimen positif yang dapat menahan untuk tidak terdepresiasi cukup dalam.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

Tim SAR Temukan Satu Jasad Nelayan Hilang di Pantai Lugina

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muslih (28) nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam di Pantai Lugina, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (25/8).

14 jam19 menit Bisnis

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

BISNIS

WACANA KARTU SEMBAKO: Jenis Bapok Ditambah, Beras Bulog Berisiko Makin Sulit Disalurkan

Wacana pemerintah menambah komoditas pangan yang dapat ditukarkan dalam program Kartu Sembako pada tahun depan, berpotensi mengganggu upaya Perum Badan Urusan Logistik (Persero) dalam menyalurkan beras miliknya.

14 jam19 menit Bisnis

BISNIS

Kasus Narkoba di Sukabumi Didominasi Sabu-sabu dan Ganja

Pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat didominasi peredaran sabu-sabu dan ganja dengan jumlah tersangka mencapai belasan orang.

14 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Garuda Gunakan ATR untuk Dua Rute Baru, Bandung - Lampung dan Bandung - Surabaya

Garuda Indonesia akan mengoperasikan layanan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung untuk rute Bandung - Lampung pp dan Bandung - Surabaya pp. Dua rute ini akan dilayani dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72-600.

14 jam20 menit Bisnis

BISNIS

BTPS Incar 5 Juta Nasabah Kaum Ibu

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPS) menargetkan menyalurkan pembiayaan untuk nasabah perempuan prasejahtera mencapai 5 juta orang, dari saat ini 3,6 juta orang.

14 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Presiden Diminta Evaluasi Pansel Capim KPK, Diduga Ada Konflik Kepentingan

Dari hasil penelusuran, setidaknya ada tiga orang yang terindikasi memiliki konflik kepentingan. Semua itu terlacak dari pernyataan ketiganya yang sudah tersiar kepada publik.

14 jam20 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

50 Anggota DPRD Kota Bekasi Dilantik Besok

Sebanyak 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Jawa Barat terpilih periode 2019-2024 dijadwalkan akan dilantik pada Senin (26/08) besok.

14 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Soal Pembaruan Skema BPNT Tahun Depan, Begini Penjelasan Kemensos

Kementerian Sosial berencana menambah komoditas pangan yang dapat ditukarkan oleh masyarakat penerima bantuan pangan nontunai (BPNT), atau yang akan disebut sebagai Kartu Sembako mulai tahun depan.

14 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Ini Penyebab Investasi Startup di Indonesia Makin Marak

Aktivitas pendanaan tahap awal bagi perusahaan rintisan di Asia Tenggara diprediksi terus meningkat, seiring dengan kian besarnya peran akselerator dan inkubator startup.

14 jam20 menit Bisnis

JPNN.

Kejuaraan Dunia BWF 2019: Bukan Hari Baik Buat Tiongkok

JPNN.com, BASEL - Tiongkok hanya menempatkan satu wakilnya di final Kejuaraan Dunia BWF 2019. Satu-satunya asa yang tersisa buat Negeri Panda meraih gelar juara dunia bulu tangkis tahun ini hanya dari ganda campuran Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, si juara bertahan.

14 jam20 menit Jpnn

JPNN.

PGN Pastikan Penyesuaian Harga Gas Sesuai Regulasi

JPNN.com, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membangun sejumlah infrastruktur baru untuk memenuhi target bauran gas bumi 22 persen hingga 2025. Di dalamnya termasuk pembangunan 500 km jaringan pipa distribusi, 528 km pipa transmisi dan 3,59 juta sambungan rumah tangga.

14 jam20 menit Jpnn

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

JPNN.

Kapuspen Kemendagri: BPIP Diisi Negawaran yang Sangat Paham Nilai-nilai Pancasila

Kapuspen Kemendagri Bahtiar menegaskan, tugas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sudah jelas, yaitu merumuskan arah kebijakan pembinaan iIdeologi Pancasila.

14 jam20 menit Jpnn

JPNN.

Sosialisasi 4 Pilar MPR Lewat Jalan Sehat, Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan

JPNN.com, JAKARTA - Ribuan masyarakat memadati halaman utama Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Minggu (25/8).

14 jam21 menit Jpnn

WOWKEREN

Arifin Putra Kepergok Naik MRT Bareng Cewek Usai Putus dari Tara Basro, Pacar Baru?

Arifin Putra dan Tara Basro pernah menjalin hubungan spesial selama 2 tahun, namun telah berakhir pada 2015 silam. Baru-baru ini, Arifin kepergok jalan bareng cewek. Siapa?

14 jam21 menit Wowkeren

WOWKEREN

Tiffany Ungkap Alasan SNSD Pilih Hiatus Demi Kegiatan Solo

Dalam wawancara dengan MK Sports baru-baru ini, Tiffany mengenang kembali kebersamaannya dengan para member SNSD dan baginya, menjadi member SNSD adalah karir yang luar biasa.

14 jam21 menit Wowkeren

WOWKEREN

Lisa dan Jennie BLACKPINK Jadi Korban Pelecehan Seksual dan Komentar Rasis Usai Pose Seksi

Jennie memamerkan kedekatannya dengan Lisa lewat sebuah postingan yang diunggah di akun Instagram Sabtu (24/8) kemarin. Di sini, mereka berdua seolah berlomba berpose menggoda.

14 jam21 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.