Penurunan kepemilikan asing di SBN didominasi sentimen eksternal

Dalam 10 hari, kepemilikan asing pada SBN turun Rp 7,87 triliun.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Risiko resesi ekonomi meningkat lagi, indeks bursa Wall Street jatuh

Indeks utama bursa Wall Street merosot lebih 1,5% pada Rabu (14/8), karena risiko resesi ekonomi AS meningkat.

14 jam22 menit Kontan

KONTAN

XL Axiata: Bisnis berbasis fiber optic menjanjikan

EXCL menganggarkan separuh belanja modal tahun ini untuk membangun infrastruktur jaringan.

14 jam22 menit Kontan

KONTAN

Saham Sariguna Primatirta (CLEO) cetak rekor tertinggi, ini rekomendasi selanjutnya

Harga saham CLEO mencatat rekor tertinggi sejak IPO pada Mei 2017 lalu.

14 jam22 menit Kontan

KONTAN

Pasar Indonesia menarik untuk kembangkan industri Blokchain

Akan ada Empowering Blokchain Summit di Indonesia.

14 jam22 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

CEO Indodax: Teknologi blokchain bukan sebatas mata uang crypto

Sejak awal 2019 hingga saat ini jumlah startup blokchain sudah tumbuh sebanyak 30%. 

14 jam22 menit Kontan

KONTAN

Harga saham Merdeka Copper (MDKA) menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa

Harga saham emiten tambang emas ini pun mencapai rekor tertinggi sejak IPO pada 19 Juni 2015.

14 jam22 menit Kontan

BISNIS

Asuransi Sinar Mas Gaet Ralali.com Pasarkan Proteksi UMKM

Ada enam produk Asuransi Sinar Mas yang bakal ditawarkan di Ralali.com.

14 jam22 menit Bisnis

BISNIS

Quipper Maksimalkan Peran Artificial Intelligence

Kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) sudah digunakan dalam bidang pendidikan.

14 jam22 menit Bisnis

BISNIS

Rumah DP Nol Jadi 'Anak Emas', Ini Komentar DPRD DKI Jakarta

Pembangunan Rumah DP Nol Rupiah menjadi tanggung jawab PD Pembangunan Sarana Jaya.

14 jam22 menit Bisnis

BISNIS

India Tuding Pakistan Bantu Militan Masuk ke Kashmir

Suasana di Kashmir masih tegang setelah Pemerintah India mencabut status khusus yang disematkan ke wilayah tersebut sejak 1947.

14 jam22 menit Bisnis

JPNN.

Pegolf dari 20 Negara Ramaikan Indonesia Open 2019

JPNN.com, JAKARTA - Pegolf dari 20 negara akan mengikuti BRI Indonesia Open 2019 yang bakal dihelat di Pondok Indah Golf Course pada 29 Agustus-1 September 2019.

14 jam22 menit Jpnn

JPNN.

PGN Ekspansi ke Segmen Hotel dan Restoran

JPNN.com, SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait kerja sama pemanfaatan gas bumi dan penyediaan information and communication technology (ICT).

14 jam22 menit Jpnn

WOWKEREN

'Abaikan' Jennifer Dunn, Shafa Harris Pajang Foto Lawas Keluarga Bersama Ayah

Memilukan, Shafa Harris seolah begitu berharap agar keluarganya kembali utuh tanpa kehadiran Jennifer Dunn. Komentar ibunda Shafa, Sarita Abdul Mukti, semakin menyesakkan hati.

14 jam23 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ashanty Dikritik Terlalu Terbuka Saat Pakai Baju India, Istri Anang Beri Tanggapan Mengejutkan

Penampilan Ashanty saat menjalani pemotretan dengan pakaian ala India mengundang komentar negatif. Pasalnya istri Anang Hermansyah tersebut dinilai terlalu mengumbar tubuhnya.

14 jam23 menit Wowkeren

Detik

Wisata di Gembira Loka Zoo, Cocok untuk Liburan 17 Agustus

Belum pernah mendengar Gembira Loka Zoo? Gembira Loka Zoo merupakan kebun binatang di Yogyakarta.

14 jam23 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Juventus: Sudah Ada Peminat Dybala

Paulo Dybala dirumorkan masuk daftar jual Juventus. Direktur Juventus, Fabio Paratici, mengakui bahwa saat ini ada minat dan diskusi terkait Dybala.

14 jam23 menit Detik

Detik

Susunan Pemain Liverpool Vs Chelsea: Mane dan Pulisic Starter

Liverpool memasang Sadio Mane sebagai starter di Piala Super Eropa. Chelsea memainkan Olivier Giroud dan Christian Pulisic di awal.

14 jam23 menit Detik

Detik

Arema FC vs Persebaya: Bajul Ijo Bungkam soal Strategi

Persebaya Surabaya bungkam soal persiapan menuju laga lawan Arema FC. Tapi pemain dipastikan sudah siap mental untuk derby Jawa Timur ini.

14 jam23 menit Detik

Detik

Bom Bunuh Diri di Chad Afrika, 5 Orang Tewas Termasuk Tentara

Bom bunuh diri menewaskan lima orang termasuk seorang tentara di Chad, Afrika.

14 jam39 menit Detik

Detik

Polda Sumsel Autopsi Jasad Teknisi Heli Water Bombing Asal Rusia

Tim kedokteran forensik RS Bhayangkara Biddokes Polda Sumatera Selatan melakukan autopsi jenazah teknisi helikopter water bombing karhutla Andrey Sushakov.

14 jam39 menit Detik

TRIBUNNEWS

Rekomendasi Pansus Pelindo II Bersifat Mengikat, Pemerintah Wajib Melaksanakan

Atas perintah presiden, Menteri BUMN menginstruksikan Direksi PT Pelindo II membatalkan perpanjangan kontrak

15 jam35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Live Streaming SCTV Liverpool vs Chelsea Piala Super Eropa, Akses di Sini

Akses di sini, Link Live Streaming SCTV Liverpool vs Chelsea Piala Super Eropa, Kamis (15/8/2019) pukul 02.00 WIB.

15 jam35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Simplikasi Tarif Cukai Dinilai Beratkan Perusahaan Rokok Rakyat

Simplifikasi dinilai akan berdampak pada banyaknya perusahaan rokok yang berguguran dan puluhan ribu tenaga kerja industri hasil tembakau (IHT)

15 jam35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

One Pride: Hafid Nur Maradi Hadapi Saudara Seperguruannya Novian Hartanto di Kelas Bulu

One Pride Pro Never Quit, Promotor MMA terbesar di Indonesia dengan lebih dari 200 laga per tahun serta menghadirkan 300 petarung yang berasal

15 jam35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Bowo Sidik Ajukan 'Justice Collaborator', Apa Tanggapan KPK?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal melihat keseriusan terdakwa suap dan gratifikasi Bowo Sidik Pangarso menjadi justice collaborator (JC).

15 jam35 menit Tribunnews