Multisrada (MASA) Akan Gelar Tender Offer Rp 843 per Saham

Michelin harus menggelar  em>tender offer  /em>wajib atas sisa saham MASA yang diakuisisi.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

PTRO Optimistis Pertumbuhan Bisnis Terus Berlanjut

Petrosea (PTRO) tahun 2018 membukukan laba bersih US$ 22,96 juta

18 jam19 menit Kontan

KONTAN

Wall Street turun tipis akibat rilis kinerja bank yang mengecewakan

Senin (15/4), Dow Jones Industrial Average turun 0,10% ke 26.384,77.

18 jam19 menit Kontan

KONTAN

Neraca dagang Indonesia dan China mengangkat kurs rupiah

Kemarin, rupiah spot menguat 0,40% ke level Rp 14.063 per dollar AS.

18 jam19 menit Kontan

KONTAN

IHSG berpeluang menguat terbatas menjelang pemilu

Tetap waspada, IHSG masih rawan profit taking.

18 jam20 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

KONTAN

Enam saham turun, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (15 April 2019)

Dari 10 saham LQ45 dengan PER terendah ini, enam saham naik harga dari penutupan sebelumnya (15/4). 

18 jam20 menit Kontan

KONTAN

Ini upaya BCA dan Bank Mandiri memacu kredit kendaraan bermotor

Sejumlah bank mengandalkan anak usaha multifinance yang menggarap kredit ini.

18 jam20 menit Kontan

KONTAN

Perjalanan superholding BUMN masih panjang

Menurut Menteri BUMN, rencana pembentukan superholding masih sangat awal.

18 jam20 menit Kontan

BISNIS

Binaartha Sekuritas : Jelang Pemilu, IHSG Mantap Menguat

Binaartha Sekuritas memproyeksikan IHSG lanjutkan penguatan pascaditutup rebound dalam sesi dagang kemarin, Senin (15/04/2019).

18 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Reliance Sekuritas : IHSG Kembali Bearish, Simak Saham yang Masih Beri Untung

Reliance Sekuritas menyebutkan pergerakan IHSG kembali menguji bearish trend line.

18 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Indosurya Bersinar Sekuritas : Investor Optimistis Jelang Pilpres, IHSG Menguat

Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksi sehari jelang pilpres, IHSG tetap berada dalam rentang konsolidasi wajar.

18 jam20 menit Bisnis

BISNIS

IHSG Optimistis di Zona Hijau Jelang Pilpres

Jelang Pemilu 2019 yang akan digelar besok, Rabu (17/04/2019), pergerakan IHSG diprediksi optimistis berada di zona hijau

18 jam20 menit Bisnis

BISNIS

7 Tips Move On Usai Pilpres

18 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Pariban : Idola dari Tanah Jawa Tayang 9 Mei 2019

Rumah produksi Stayco Media resmi merilis official trailer dan poster film berjudul Pariban: Idola dari Tanah Jawa yang mengangkat budaya Batak dalam genre komedi romantis.

18 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Perlukah Suplemen Tambahan Saat Fitness?

Bagi Anda yang gemar olahraga untuk membentuk tubuh ideal, pertanyaan seputar susu atau suplemen fitness pasti sering muncul dalam pikiran. Apakah suplemen tambahan penting bagi pehobi olahraga?

18 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Gol Aneh Aubameyang Bawa Arsenal Gusur Chelsea dari Zona Liga Champions

Arsenal menggusur Chelsea dari peringkat keempat klasemen sementara Liga Primer Inggris yang merupakan slot terbawah zona tiket Liga Champions Eropa setelah menundukkan Watford dengan skor tipis 1 - 0 melalui gol ?aneh?.

18 jam20 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

UE Sepakat Memulai Kembali Perundingan Dagang dengan AS

Negara-negara Uni Eropa (UE) sepakat untuk melakukan pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat.

18 jam20 menit Bisnis

BISNIS

Ditjen Hubud Awasi Tarif Tiket Pesawat untuk Kepentingan Maskapai dan Masyarakat

Pemerintah memberikan solusi nyata dengan menelurkan dua regulasi baru terkait soal polemik harga tiket pesawat.

18 jam21 menit Bisnis

BISNIS

WTI dan Brent Melemah, Ini Faktor Penekannya

Harga minyak Amerika Serikat melemah pada perdagangna Senin (14/4/2019) setelah kenaikan mingguan terpanjang dalam tiga tahun, karena pendapatan bank yang mengecewakan menghidupkan kembali ketidakpastian tentang kekuatan ekonomi.

18 jam21 menit Bisnis

BISNIS

Foto-foto Katedral Notre Dame di Paris Terbakar

Api besar menghanguskan Katedral Notre Dame sekaligus menghabiskan atap salah satu ikon kota Paris tersebut, meski petugas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan struktur batu utama dari kehancuran.

18 jam21 menit Bisnis

BISNIS

Hasil La Liga Spanyol, Madrid Tersandung di Leganes

Real Madrid makin sulit mengejar Atletico Madrid di posisi kedua setelah dipaksa imbang tuan rumah Leganes dengan skor 1-1 dalam pertandingan penutup pekan ke-32 Divisi Primer La Liga Spanyol.

18 jam21 menit Bisnis

BISNIS

PPRO Optimalkan Penjualan Properti Pascapemilu

Pencapaian penjualan PT PP Properti (kode emiten PPRO), entitas anak usaha milik PT PP (Persero) Tbk. mencapai target di kuartal I/2019 yang dibuat lebih rendah dari pencapaian kuartal I tahun lalu.

18 jam21 menit Bisnis

BISNIS

Kuartal I/2019, Lifting Migas Pertamina EP Capai 95 persen

Pertamina EP mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebanyak 83.139 barel per hari (bph) pada kuartal I/2019 dengan produksi siap jual (lifting) sebesar 78.089 bph atau 95,07%.

18 jam21 menit Bisnis

BISNIS

Penjualan SBR006 Hanya Sedikit di Atas Target, Minat SBN Ritel Meningkat Usai Lebaran?

Penjualan instrumen surat berharga negara ritel seri-seri berbasis tabungan diperkirakan baru akan meningkat lagi setelah lebaran atau setelah masyarakat tidak lagi terlalu berfokus pada konsumsi.

18 jam21 menit Bisnis

BISNIS

DPR AS Rilis Panggilan Pengadilan kepada Deutsche Bank

Anggota DPR partai Demokrat Amerika Serikat mengeluarkan surat panggilan pengadilan kepada Deutsche Bank AG dan bank-bank lain untuk mencari informasi di tengah penyelidikan terhadap keuangan Presiden Donald Trump dan transaksi dengan Rusia.

18 jam21 menit Bisnis