Jika terpilih, Prabowo janji serahkan mayoritas saham perusahaannya ke negara

Jika terpilih, Prabowo janji serahkan mayoritas saham perusahaannya ke negara
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Elsam desak rekomendasi Komnas HAM soal penculikan aktivis segera dijalankan

Kasus penghilangan paksa terhadap puluhan aktivis di tahun 1988 kembali mencuat.

1 jam51 menit Kontan

KONTAN

Guru Besar IPB: Data HGU masuk ranah privat yang dilindungi UU

Guru Besar IPB: Data HGU masuk ranah privat yang dilindungi UU

1 jam51 menit Kontan

BISNIS

Jadwal Liga Inggris : Derby Manchester Ditunda, Liverpool Pimpin Klasemen?

Liga Primer Inggris segera menggelar rangkaian pertandingan pekan ke-31 yang dimulai pada Sabtu (16/3/2019) malam WIB.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Apel Kebangsaan Semarang, Ini Daftar Artis, Pengamanan & Rute Transportasi

Acara akan digelar di beberapa lokasi, seperti di Lapangan Pancasila, di Jl Pahlawan, Jl Pandanaran dan Jl Achmad Yani.

1 jam51 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

Ternyata, KPK Intai Romahurmuziy Sejak Lama

Komisi Pemberantasan Korupsi rupanya telah mengintai Ketum PPP Romahurmuziy sejak lama terkait penyelidikan dugaan transaksi pengisian jabatan di Kementerian Agama.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Lion Air Masih Bergeming Soal Pesanan Boeing 737 Max

Lion Air Group masih belum memutuskan untuk mengganti pesanan pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9 kendati sudah banyak negara yang melakukan pelarangan operasional (grounded) secara permanen.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Rizal Ramli Wanti-wanti Pelabuhan Jangan Diserahkan ke Asing

Rizal Ramli mewanti-wanti agar pelabuhan di Indonesia, terutama yang berada di jalur strategis tidak diserahkan ke asing seutuhnya.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Jamkrindo Sosialisasikan Aplikasi UMKM Layak

Perum Jamkrindo menyosialisasikan platform marketplace guarantee bernama aplikasi UMKM Layak guna mempermudah UMKM dalam mengakses permodalan dari lembaga keuangan mitra Jamkrindo.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

10 Helikopter Bom Air sudah Dikerahkan Atasi Karhutla Riau

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau menyatakan sampai saat ini sebanyak 10 helikopter bom air sudah dikerahkan, untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Statutoria Perkapalan, Kemenhub Audit BKI Semarang & Belawan

Kemenhub melakukan audit, monitoring, peninjauan, dan evaluasi terhadap pendelegasian tugas survei dan sertifikasi statutoria kapal berbendera Indonesia kepada PT BKI cabang Semarang dan Belawan.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Bank Sentral Jepang Pertahankan Target Inflasi 2%

Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Haruhiko Kuroda mempertahankan target inflasi 2% yang mempengaruhi program stimulus moneternya setelah sebelumnya pemerintah menyarankan pendekatan yang lebih fleksibel untuk mencapai target.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Sulit Urus SIPI, Ekspor Ikan di Bali Menurun

Ekspor ikan dan udang dari Bali ke sejumlah negara mengalami penurunan cukup dalam pada Januari 2019 sebesar 33,16% dibanding periode sebelumnya lantaran kesulitan mengurus surat izin penangkapan ikan.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Antrean Haji Palangka Raya 19 Tahun, Pendaftar 31.190 Orang

Jumlah warga Kalimantan Tengah yang mengantre untuk bisa menunaikan ibadah haji sampai saat ini mencapai 31.190 orang.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Gerindra Sebut PDIP dan Nasdem Masih Ogah Jual Saham Bir Delta

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga merupakan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik sebut Fraksi PDIP dan Nasdem masih enggan merestui pelepasan saham perusahaan bir PT Delta Djakarta Tbk. yang diusulkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Investasi Properti di Bali Jadi Incaran

Suhu politik yang memanas jelang pemilu presiden 2019 tidak menyurutkan investasi properti, termasuk di antaranya di Bali.

1 jam51 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

BISNIS

China Siap Bangun Pabrik Semen di Kaltim

Hongshi Holdings perusahaan semen asal Cina ingin menanamkan investasi sekitar US$1 miliar sampai US$2,1 miliar untuk pembangunan pabrik semen di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Tantangan Ekonomi Global masih Datang dari China

Ekonomi China masih mengalami perlambatan dari sisi produksi dan penjualan ritel. Hal ini memberikan sinyal ekonomi global masih bakal melambat pada tahun ini.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Order Makin Besar, JD.ID Tambah Kapasitas Gudang Logistik

JD.ID Tambah Kapasitas Gudang Bisnis.com, JAKARTAJD.ID, perusahaan dagang-el yang terafiliasi dengan JD.com, berencana untuk terus memperluas gudang logistiknya guna menambah kapasitas penyimpanan dan mempercepat proses pengiriman barang.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Kaltara Susun RPID Atasi Hambatan Investasi

Pemprov Kalimantan Utara segera menyusun Rencana Pembangunan Industri Daerah (RPID) dalam penguatan rantai pasok industri untuk mengatasi hambatan pelaksanaan investasi dan ekspor.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

Gunung Agung Erupsi, Kolom Abu 1.000 Meter Arah Barat

Erupsi yang terjadi kali ini masih relatif kecil jika dibandingkan letusan biasanya. Bandara pun masih beroperasi normal dan tidak mengalami gangguan sama sekali karena erupsi yg terjadi masih skala kecil dan berlangsung singkat.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

SMRA Incar Marketing Sales Rp1 Triliun Hingga Maret 2019

Hingga Februari 2019, nilai marketing sales SMRA mencapai Rp685 miliar.

1 jam51 menit Bisnis

BISNIS

KNKT Percepat Laporan Investigasi Lion Air JT 610

KNKT berencana mengirim tim khusus langsung ke Ethiopia untuk membantu penyelidikan atas kecelakaan yang menewaskan 157 orang di Addis Ababa.

1 jam51 menit Bisnis

JPNN.

Ferry Rotinsulu Tegaskan Akan Berikan yang Terbaik untuk Sriwijaya FC

JPNN.com, PALEMBANG - Duet Kas Hartadi – Hartono Ruslan diperkirakan akan kembali menangani Sriwijaya FC pada kompetisi Liga 2 musim 2019.

1 jam51 menit Jpnn

JPNN.

Hasil Undian 8 Besar Liga Europa: Napoli Ketemu Arsenal, Chelsea vs Slavia Praha

JPNN.com, NYON - Drawing perempat final Liga Europa di House of European Football, Nyon, Jumat (15/3) malam WIB menghasilan satu laga big match dan satu derbi.

1 jam51 menit Jpnn

JPNN.

Trisakti Pede Kawinkan Gelar LIMA Badminton Nationals

JPNN.com, JAKARTA - Universitas Trisakti berhasil meraih gelar juara LIMA Badminton: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2019 setelah mengalahkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Gelanggang Remaja, Jakarta Timur, pada Kamis (14/3).

1 jam51 menit Jpnn