BI: Hanya 64 bank yang manfaatkan relaksasi LTV tahun 2016

Bank Indonesia (BI) mencatat hanya 64 bank yang memanfaatkan relaksasi  em>loan to value  /em>(LTV) pada 2016 lalu.
« Kembali Baca berita lengkap »

KONTAN

Investree: 50% pembeli SBR003 pada tahap awal berasal dari kaum milenial

Dari realisasi penjualan SBR003 tahap awal di Investree secara total mencapai 200 orang, separuhnya dari milenial.

21 jam57 menit Kontan

KONTAN

BI pastikan pembebasan DP tak sama dengan DP 0%

Bank Indonesia (BI) memastikan relaksasi pembebasan rasio LTV i>  /i>untuk rumah pertama tidak sama dengan KPR DP 0%.

21 jam57 menit Kontan

KONTAN

Perang dagang dan pelemahan rupiah, investor menunda rencana investasi

Perang dagang plus pelemahan rupiah berpotensi menghambat pencapaian target investasi tahun ini.

21 jam57 menit Kontan

KONTAN

Bahan penyusunan Nota Keuangan 2019 diwarnai sejumlah catatan Fraksi DPR

DPR menyetujui hasil pembahasan pendahuluan RAPBN 2019

21 jam57 menit Kontan

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

PSIS Semarang Bikin Madura United Kewalahan di Babak I

Belum ada ancaman yang berarti dari PSIS Semarang dan Madura United.

21 jam57 menit Viva

Viva.co

Kegagalan di PD 1998 Dongkrak Motivasi Kroasia di Final

Ketika itu Kroasia kalah dari Prancis 1-2 di semifinal.

21 jam57 menit Viva

Viva.co

Presiden Jokowi Apresiasi Prestasi Zohri Jadi Juara Dunia

Zohri baru saja mencatatkan sejarah baru untuk Indonesia

21 jam57 menit Viva

Viva.co

Kirab Obor Asian Games 2018 Tempuh Jarak 540 Km

Asian Games harus jadi event nasional Indonesia.

21 jam57 menit Viva

Viva.co

Valerie Thomas Buka-bukaan soal Hubungan Mesra dengan Putra Ketua MPR

Mereka mengakui menjalin hubungan dekat.

21 jam57 menit Viva

Viva.co

Via Vallen Nonton Semifinal Piala Dunia di Rusia, Jagoannya Malah Keok

Via menjagokan tim Inggris.

21 jam57 menit Viva

Viva.co

Berhijab, Nikita Mirzani Belum Mau Hapus Tato

Niki saat ini sedang fokus memperbaiki fesyen busananya

21 jam57 menit Viva

Viva.co

POPCON Asia 2018 Digelar Lagi, Catat Tanggalnya!

Festival konten kreatif ini diadakan di ICE BSD.

21 jam57 menit Viva

Viva.co

Sidang Ditunda, Roro Fitria: Alhamdulillah

Roro seharusnya jalani sidang mendengarkan keterangan saksi.

21 jam57 menit Viva

Viva.co

Cabang Olahraga Favorit Dian Sastro di Asian Games

Dian Sastro membawa obor Asian Games 2018.

21 jam57 menit Viva

Viva.co

Jokowi Ingin Koperasi Indonesia Masuk 100 Besar Dunia

Koperasi RI harus belajar serius ke koperasi dunia yang berhasil.

21 jam57 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Industri Ini Diuntungkan akibat Pelemahan Rupiah

Industri yang miliki utang luar negeri besar tentu akan tertekan.

21 jam57 menit Viva

Viva.co

REI Nilai LTV Bisa Jadi Obat Mujarab Sektor Properti

Aturan LTV ini bukan sembuhkan properti keseluruhan tapi hanya awalan.

21 jam57 menit Viva

WOWKEREN

Curhat Gembira Aplikasi Tik Tok Dibuka Kembali, Netter Malah Salfok Kecantikan Chika Jessica

Chika Jessica mengungkapkan akan kembali menghibur para penggemarnya dengan aplikasi Tik Tok.

22 jam42 menit Wowkeren

WOWKEREN

Rilis Lagu 'Kering Air Mataku' Tanpa Momo, Geisha Ganti Vokalis?

Geisha baru saja merilis lagu 'Kering Air Mataku' dengan menggandeng vokalis baru tanpa Momo.

22 jam42 menit Wowkeren

WOWKEREN

Masak Bareng di 'Food Diary', Taeyong NCT Candai BoA Tak Bisa Hidup Tanpanya

Taeyong juga berkata jika dirinya dan BoA adalah pasangan yang cocok.

22 jam42 menit Wowkeren

WOWKEREN

Lama Dinanti, Akhirnya First Look Resmi Zachary Levi di 'Shazam!' Dirilis

Berpose lucu di depan mini market bersama Freddy Freeman, simak tampilan first look Shazam berikut ini.

22 jam42 menit Wowkeren

WOWKEREN

Akan Tayang di Fantasia Film Kanada, 'Pengabdi Setan' Disandingkan dengan Dua Film Horor Hollywood

Tak hanya 'Buffalo Boys', 'Pengabdi Setan' juga akan tayang di Festival Film Internasional Fantasia, Kanada.

22 jam42 menit Wowkeren

WOWKEREN

Bikin Gemas, Ternyata Begini Cerita di Balik Tas Chanel Mahal Milik BamBam

Meski punya banyak uang, ternyata tak semudah itu bagi BamBam untuk memiliki tas Chanel kesayangannya.

22 jam42 menit Wowkeren

WOWKEREN

Tak Mau Sebut Jumlah Uang Belanja dari Raffi, Nagita Pamer Anting Emas Dipuji Inner Beauty Terpancar

Netter memuji kecantikan Nagita yang terpancar saat tampil ala artis era 80-90an.

22 jam42 menit Wowkeren

WOWKEREN

Berhenti Bintangi Sitkom 'Tukang Ojek Pengkolan', Putri Anne Pamitan

Putri Anne tidak menjelaskan alasan harus mengakhiri aktingnya di sitkom RCTI itu.

22 jam42 menit Wowkeren