Update Corona 3 Agustus 2020 di Jakarta: Pasien Positif Bertambah, Menakutkan!

JPNN.com, JAKARTA - Pada Senin (3/8) kasus positif COVID-19 di Jakarta mencapai 22.443 kasus atau mengalami peningkatan 489 kasus dibandingkan hari sebelumnya yang 21.954 kasus.

Berdasarkan data yang diterima dari Pemprov DKI Jakarta, Senin, penambahan kasus sebanyak 489 kasus itu lebih banyak dibandingkan penambahan pada Minggu (2/8) 379 kasus, pada Sabtu (1/8) 374 kasus, pada Jumat (31/7) 432 kasus, pada Kamis (30/7) 299 kasus, pada Selasa (28/7) 412 kasus dan pada Senin (27/7) 473 kasus.

Namun, penambahan ini masih di bawah penambahan pada Rabu (29/7) sebanyak 584 kasus yang merupakan rekor pertambahan tertinggi selama pandemi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani menjelaskan penambahan sebanyak 489 kasus COVID-19 itu, adalah dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 4.864 spesimen.

"4.234 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 489 positif dan 3.745 negatif. Dari 489 kasus tersebut, 130 kasus adalah akumulasi data dari 7 hari terakhir yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 39.003," katanya.

Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari.

"Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah 4 kali lipat standar WHO," ucapnya.

Fify menyebut kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah.

"Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Sehingga, semakin banyak pula yang tidak diisolasi, dan semakin meningkatkan potensi penularan COVID-19. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya," ujar Fify.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai dengan 1 Agustus 2020 sudah ada 567.318 sampel (sebelumnya 562.454 sampel) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta.

Fify menjelaskan jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit pneumonia akibat virus corona jenis baru itu di Jakarta saat ini, sebanyak 7.411 orang (sebelumnya 7.075 orang) yang masih dirawat/isolasi. Sedangkan, dari jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada Senini ini sebanyak 22.443 kasus (sebelumnya 21.954 kasus), ada 14.165 orang dinyatakan telah sembuh (hari sebelumnya 14.027 orang), sedangkan 867 orang (sebelumnya 852) meninggal dunia.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta setelah penambahan pada Senin ini, sebesar 6,9 persen (sebelumnya 7,1 persen), sedangkan Indonesia sebesar 14,8 persen (tetap). WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. Bila jumlah tesnya sedikit (tidak memenuhi standar WHO), maka indikator persentase kasus positif patut diragukan.

Selama vaksin belum tersedia, maka penularan wabah harus dicegah bersama-sama dengan disiplin menegakkan pembatasan sosial dan protokol kesehatan.

Fify menyebutkan hal yang perlu diingat oleh masyarakat untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip dalam berkegiatan sehari-hari yakni tetap tinggal di rumah bila tak ada keperluan mendesak; menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar; Menjaga jarak aman 1-2 meter; dan Mencuci tangan sesering mungkin.

Kemudian, seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50 persen dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Serta ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.(Ant/jpnn)
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

Shandy Aulia Buka Suara Soal Nyinyiran Netter Tentang Sang Putri

Gaya parenting Shandy Aulia tak jarang menuai kontroversi. Menanggapi hal ini, Shandy Aulia pun buka suara terkait nyinyiran netter yang ditujukan kepadanya.

11 jam51 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ogah Kepo Mantan, Luna Maya: Saya Bahagia dengan Hidupku

Putus dari Reino Barack, Luna Maya tidak menampik jika dirinya memang ingin menikah. Namun Luna Maya tidak memasang target kapan niat baik itu akan terwujud.

11 jam51 menit Wowkeren

WOWKEREN

BLACKPINK Hingga NCT 127, Deretan Idol K-Pop Ini Diprediksi Bakal Masuk Nominasi GRAMMY Awards

Berdasarkan beberapa perubahan pada aturan pada GRAMMY Awards, sekarang mungkin ada beberapa artis K-Pop yang meraih nominasi. Menurut Forbes, ada 4 grup yang diprediksi akan masuk dalam kategori itu.

11 jam51 menit Wowkeren

Viva.co

Kisah Ronaldo Nyaris 'Dibunuh' Ibunya Sendiri

Sang Ibu sempat berpikir untuk menggugurkan Ronaldo.

11 jam52 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Pensiun dari Bulutangkis, Owi Punya 'Kendaraan Tempur'

Tontowi Ahmad ungkap aktivitas terbaru.

11 jam52 menit Viva

Viva.co

Clara Gopa Duo Semangka Minta Maaf ke Atta-Aurel, Kenapa?

Clara Gopa dianggap pansos.

11 jam52 menit Viva

Viva.co

Universitas di Sydney Dikritik Usai Hapus Cuitan di Twitter Soal China

Menghapus unggahan di Twitter yang bernada kritis terhadap Beijing

11 jam53 menit Viva

Viva.co

Ormas Sayap PDIP Temui Rizal Ramli, Ada Apa?

Mereka menemui Rizal Ramli di kediamannya.

11 jam53 menit Viva

Viva.co

Penanganan COVID-19, Ma'ruf Minta Ibu-Ibu PKK Bergerak Door to Door

Wapres Ma'ruf Amin menyebut ibu-ibu PKK bisa dilibatkan.

11 jam53 menit Viva

Detik

5 Alasan Minum Air Hangat Sebelum Tidur, Termasuk Menurunkan Berat Badan

Banyak orang menghindari minum air saat ingin tidur karena malas untuk buang air kecil di malam hari. Padahal ada banyak manfaat sehatnya lho.

11 jam53 menit Detik

Detik

Menpora: Inpres Piala Dunia U-20 2021 Terbit 2 Hari Lagi

Instruksi Presiden (Inpres) untuk Piala Dunia U-20 2021 segera terbit. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyebut Inpres akan keluar dalam dua hari.

11 jam54 menit Detik

Detik

Dortmund Beri Tenggat Waktu kepada MU untuk Gaet Sancho

Jadon Sancho semakin dekat dengan pintu keluar dari Borussia Dortmund. Manchester United pun diberi tenggat waktu untuk memboyongnya.

11 jam54 menit Detik

Detik

Perajin Kok Rumahan di Demak Masih Bertahan di Masa Pandemi Corona

Pengusaha shuttlecock rumahan di Demak masih bertahan meski hadapi pandemi COVID-19. Usaha rumahan itu juga berdayakan warga sekitar untuk bantu penuhi pesanan.

11 jam55 menit Detik

Detik

Masa Pandemi, Petani Senyum Berkat Harga Gabah Naik 1,44%

Dari 1.629 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Juli 2020, sebanyak 60,28 persen di antaranya merupakan gabah kering panen (GKP).

11 jam55 menit Detik

Detik

Mau Bikin Emas Cetakan Khusus Kayak Dewi Persik, Berapa Ongkosnya?

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk bikin emas cetakan khusus seperti Dewi Persik?

11 jam55 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Ancam Ledakan Bom di Pusat Bisnis Ukraina, Pria Uzbekistan Ditangkap

Polisi khusus Ukraina menangkap seorang pria asal Uzbekistan yang mengancam akan meledakan bom di pusat bisnis di ibu kota Ukraina, Kiev.

11 jam55 menit Detik

Detik

Human Initiative Sebar Kurban ke 236.760 Orang dari RI Hingga Kenya

Di luar negeri tersebar di delapan negara yakni Myanmar, Suriah, Palestina, Uganda, Somalia, Tanzania, Kenya, Ethiopia.

11 jam56 menit Detik

Detik

Bentrok Antar Kelompok di Pademangan Jakut, Seorang Pemuda Tewas

Bentrok antar kelompok terjadi di Pademangan, Jakarta Utara. Akibatnya, seorang pemuda tewas.

11 jam56 menit Detik

Detik

20 Warga Nagan Raya Reaktif Corona Usai Mandikan Jenazah Positif COVID

Hasil swab baru terbit dari Balitbangkes Aceh di Banda Aceh setelah sehari pasien Corona meninggal dimakamkan oleh warga di desa.

11 jam56 menit Detik

.VOA.

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jokowi Galakkan Kampanye Protokol Kesehatan

Presiden Joko Widodo ingin kampanye protokol kesehatan lebih ditingkatkan agar kedislipinan masyarakat dalam menerapkannya meningkat.

13 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

Menlu Lebanon Mengundurkan Diri

Menteri Luar Negeri Lebanon telah mengundurkan diri. Nassif Hitti menyerahkan surat pengunduran dirinya hari Senin (3/8). Ia memperingatkan bahwa krisis finansial negara itu dan kurangnya kemauan politik untuk berubah dapat menjadi ancaman terbesar bagi negara itu sejak perang saudara di sana. “Saya ambil bagian dalam pemerintah ini untuk bekerja bagi satu bos yang disebut Lebanon,” kata Hitti dalam suatu pernyataan. “Lalu saya dapati di negara saya ini banyak bos dan kepentingan yang saling bertentangan. Jika mereka tidak bersatu dalam kepentingan menyelamatkan rakyat Lebanon, mudah-mudahan tidak terjadi, negara ini akan tenggelam bersama dengan semua orang di dalamnya,” lanjut Hitti. Hitti mengatakan Lebanon menghadapi risiko menjadi “negara yang gagal.” Diplomat karier ini menjadi menteri luar negeri pada Januari lalu sebagai bagian dari pemerintah PM Hassan Diab. Hitti dikabarkan frustrasi dengan kritik Diab terhadap Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian, menyusul kunjungan diplomat Perancis itu ke Beirut baru-baru ini. [uh/ab]

13 jam5 menit VOAIndonesia

.VOA.

John Hume, Politisi Irlandia Utara dan Peraih Nobel, Meninggal Dunia

Politisi Irlandia dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian John Hume meninggal dunia hari Senin (3/8) dalam usia 83 tahun. Hume, pemimpin Katolik di Partai Sosial Demokrat dan Buruh (SDLP) yang berhaluan moderat di Irlandia Utara, bersama-sama meraih Nobel 1998 dengan David Trimble, Menteri I Irlandia Utara ketika itu, atas peran mereka dalam memastikan tercapainya perjanjian perdamaian pada Jumat Agung 1998.  Hume menghadapi kemunduran gerakan nasionalis di Irlandia Utara dan dorongan bagi pemerintahan otonom di provinsi yang diperintah Inggris itu, dengan masukan dari semua pihak. Ia berharap pada akhirnya akan mencapai persatuan dengan Republik Irlandia. Hume pernah mengatakan, “Irlandia bukan sebuah mimpi romantis, bukan sekadar bendera. Irlandia adalah 4,5 juta orang yang terbagi menjadi dua tradisi yang kuat. Solusinya akan ditemukan bukan berbasis pada kemenangan bagi salah satunya, tetapi berdasarkan kesepakatan dan kemitraan antara keduanya. Pembagian nyata Irlandia bukanlah garis yang ditarik pada peta, tetapi pada pikiran dan hati rakyatnya.” Hume mengumumkan pensiun sepenuhnya dari politik pada 4 Februari 2004. [uh/ab]

13 jam5 menit VOAIndonesia

TRIBUNNEWS

Zainudin Amali tak Komentari Batalnya TC Timnas Indonesia

Zainudin Amali turut berkomentar terkait batalnya kembali TC Timnas Indonesia senior dan U-19 yang dijadwalkan pada 1 Agustus

13 jam5 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Universitas di Sydney Dikritik Setelah Menghapus Unggahan Twitter Soal China

University of New South Wales menerima kritik setelah menghapus unggahan di Twitter yang bernada kritis terhadap Beijing, yang sempat…

13 jam5 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

'Status Bencana COVID-19' : Ribuan Toko dan Perusahaan di Melbourne Ditutup

Ribuan toko, pabrik, dan perusahaan telah dipaksa tutup di seluruh Melbourne dengan perkiraan 250 ribu orang pekerja akan diam di…

13 jam5 menit Tribunnews