BIN dan Polri Harus Tingkatkan Pengamanan Jelang Natal dan Tahun Baru

JPNN.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Sukamta ikut prihatin atas kejadian ledakan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi. Insiden tersebut menyebabkan 2 anggota TNI Serka Fajar dan Kopka Gunawan terluka.
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

Menantu Presiden Jokowi Akhirnya Resmi Daftar ke PDIP Demi Maju Pilkada Medan

Suami Kahiyang Ayu sekaligus menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama mempertimbangkan pencalonan diri di Pilkada Medan ini.

1 jam30 menit Wowkeren

WOWKEREN

Gagal Ke Amerika, Ussy Sulistiawaty Turuti Anak-anak Demam K-Pop Liburan Ke Korea Selatan

Ussy Sulistiawaty rupanya sudah menyiapkan rencana untuk liburan tahun baru. Sempat berencana ke Amerika, Ussy mengubah lokasi tujuannya karena menuruti buah hati.

1 jam30 menit Wowkeren

WOWKEREN

Ibu Hamil Wajib Waspada, 7 Makanan Ini Bisa Menghambat Perkembangan Janin Hingga Keguguran!

Saat hamil, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang merupakan cara sederhana yang dapat membantu pertumbuhan janin. Makanan yang direkomendasikan adalah makanan yang memiliki gizi lengkap dan

1 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

Megawati Tantang Pengusung Khilafah Untuk Datang ke DPR

Ketua Umum PDIP sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya di Presidential Lecture tentang Pancasila.

1 jam31 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

WOWKEREN

Dipuji Sandra Dewi Cantik Berkelas, Maia Estianty Malah 'Ngegas' Balas Begini

Meski usianya tak lagi muda menginjak 43 tahun, namun penampilan Maia Estianty masih memesona. Sandra Dewi adalah salah satu yang terpesona kecantikan Maia.

1 jam31 menit Wowkeren

WOWKEREN

Yoon Seobin Eks Peserta 'Produce X 101' Dan Trainee JYP Umumkan Gelar Fanmeeting Solo

Yoon Seobin dikenal sebagai mantan trainee JYP Entertainment yang juga berpartisipasi dalam 'Produce X 101'. Namun, pada pertengahan acara, Seobin mengumumkan mundur dari acara dan juga meninggalkan J

1 jam31 menit Wowkeren

Viva.co

Nasib Terburuk Pebulutangkis Garut Juara Thailand Masters di SEA Games

Tak pernah diduga dia akan mengalami hal ini di SEA Games.

1 jam31 menit Viva

Viva.co

Kisah Tegar Edgar, Rebut Emas SEA Games Saat Kehilangan Sang Ayah

"Papa berpesan agar saya tidak meninggalkan wushu," ungkap Edgar.

1 jam31 menit Viva

Viva.co

Pemakaman Cha In Ha Bakal Digelar Tertutup

Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya Cha In Ha.

1 jam31 menit Viva

Viva.co

Pelaku Bisnis juga Butuh SEO, Bukan Cuma Media Online

E-commerce dan marketplace butuh SEO untuk kelancaran bisnis.

1 jam32 menit Viva

Viva.co

Anggota Pasukan Khusus Terpapar Radikalisme

Seorang perwira anggota pasukan khusus terpapar radikalisme dipecat.

1 jam32 menit Viva

Viva.co

Megawati: Orang Bingung Kok Saya Sobatan Sama Prabowo

Persahabatan Mega dan Prabowo merupakan sikap Pancasilais apa adanya.

1 jam32 menit Viva

Viva.co

Alasan Polisi Tolak Laporan FPI soal Muwafiq yang Dinilai Hina Nabi

Dalam ceramahnya berbahasa Jawa itu ada kalimat ‘merembes'.

1 jam32 menit Viva

Viva.co

Jadikan Hari Ibu Momentum Perempuan Perkuat Kemampuan di Era Digital

Diharapkan bisa bersaing menjadi perempuan yang berdaya di era digital

1 jam32 menit Viva

Detik

Cara Menghilangkan Bintik Hitam Bekas Bisul di Pantat

Ada detikers penasaran bagaimana cara menghilangkan bintik-bintik hitam bekas bisul di kulit pantat. Ini penjelasan ahli kesehatan kulit.

1 jam32 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Ramai Challenge Bengkokkan Sendi Jari, Siapa Bisa?

Ramai di media sosial foto netizen yang bisa membengkokkan ibu jari dengan berbagai bentuk, ke arah belakang hingga menyentuh punggung tangan. detikers bisa?

1 jam33 menit Detik

Detik

5 Fakta Seputar Mr P yang Wajib Diketahui Pria

Setiap pria ingin Mr P atau penis punya performa maksimal saat bercinta. Demi kepuasan tersebut, pria harus tahu 5 fakta seputar penis berikut.

1 jam33 menit Detik

Detik

Melongok Dekorasi Natal 2019 di Gedung Putih Karya Melania Trump

Melania Trump menunjukkan kebolehannya mendekorasi Gedung Putih untuk menyambut Natal 2019. Yuk, intip dekorasi Natal a la FLOTUS yang bisa jadi inspirasi.

1 jam33 menit Detik

Detik

Review: Mencoba Perawatan Laser Rejuvenation untuk Kulit Cerah & Kenyal

Perawatan laser rejuvenation saat ini tengah menjadi tren. Wolipop mencoba perawatan tersebut klinik kecantikan di Kemang dengan keunikan tersendiri.

1 jam33 menit Detik

Detik

Viral Pengakuan Pilu Makeup Artist yang Dilecehkan Pacarnya Selama Setahun

Makeup artist asal Chongqing, China, He Yuhong membuat pengakuan mengejutkan kepada publik tentang menjadi korban kekerasan

1 jam33 menit Detik

Detik

Usai Labuan Bajo dan Mandalika, Wishnutama Mau ke Mana Lagi?

Menparekraf Wishnutama dan wakilnya, Angela Tanoesoedibjo, sudah melakukan kunjungan daerah ke Labuan Bajo dan Mandalika. Berikutnya mau ke mana?

1 jam33 menit Detik

Detik

Prasasti Peradaban Pertama Wilayah Terdepan RI Ada di Area Tambang

Peradaban di wilayah terdepan RI ini terbilang unik dan memiliki daya tarik sendiri. Prasastinya berada di dalam konsesi tambang granit terbaik se-Asia.

1 jam34 menit Detik

Detik

Terlalu Senyap, Maverick Vinales Belum Tertarik Balap MotoE

Dibanding balap motor lainnya yang masih menggunakan mesin konvensional, balap MotoE, belumlah menarik perhatian. Tak terkecuali buat Maverick Vinales.

1 jam34 menit Detik

Detik

Kendaraan Mewah di Jaksel Belum Bayar Pajak Senilai Rp 24 Miliar

Petugas semakin gencar mengadakan razia gabungan pengesahan STNK dengan mendatangi langsung pemilik mobil mewah.

1 jam34 menit Detik

Detik

Bandingkan Desain Nmax, ADV dan PCX, Suka yang Mana?

Yamaha Nmax akan menantang Honda PCX 150 sampai Honda ADV 150. Secara desain lebih keren mana?

1 jam34 menit Detik