Akademisi Hingga Praktisi Harus Proaktif Terhadap Perkembangan Model Bisnis

JPNN.com, JOGJA - Perkembangan tatatan kehidupan dalam berbagai aspek mengalami perubahan yang sangat siginifikan.
« Kembali Baca berita lengkap »

JPNN.

Anak Buah Prabowo Sebut Penusuk Wiranto Sangat Nekat

JPNN.com, JAKARTA - Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman, menilai pelaku penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Wiranto nekat karena beraksi pada siang hari. 

11 jam19 menit Jpnn

JPNN.

Bertopeng Joker, Massa Datangi DPR Minta Perppu Ditolak

JPNN.com, JAKARTA - Ratusan massa dari Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD) bersama puluhan Srikandi Milenial (SM) kembali menggeruduk gedung DPR/MPR RI di kawasan Senayan Jakarta, Rabu (9/10).

11 jam19 menit Jpnn

WOWKEREN

Tasya Farasya Sandingkan Foto Dengan Kendall Jenner, Diledek Kembar Tapi Beda Rahim

Tasya Farasya membagikan foto dirinya sendiri satu frame dengan model papan atas Kendall Jenner dalam postingan Instagram. Unggahan Tasya ini mengundang reaksi kocak dari netizen.

11 jam19 menit Wowkeren

Viva.co

Genggam 2 Sertifikat Standar Internasional, Modal Awal jadi Unicorn

Sertifikat bidang sistem manajemen mutu dan keamanan informasi.

11 jam20 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Aksi Jet F-16 TNI AU Iringi Perjalanan Dinas JK

TNI AU mempertontonkan aksi jet F-16 sebagai penghormatan kepada Wapres JK. Penghormatan diberikan sebagai ucapan terima kasih menjelang masa berakhir tugasnya.

11 jam20 menit Detik

Detik

Denny Indrayana Maju di Pilkada, Gubernur Kalsel: Semakin Ramai

"Alhamdulilah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, oke. Semakin rame," Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

11 jam20 menit Detik

TRIBUNNEWS

Ogah Kerja Bakti, Abu Rara Si Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto Pernah Ditegur Sekretaris RW

Abu Rara (31), pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto, dikenal warga RT004/RW 001 Kampung Sawah, Pandeglang, Banten, menutup diri.

12 jam26 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Penampakan Rumah Pelaku Penikaman Terhadap Menkopolhukam Wiranto

Kondisi rumah Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31), pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto, sudah tidak berpintu.

12 jam26 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Hasil Akhir UEA vs Indonesia Kualifikasi Piala Dunia 2022: Diwarnai Blunder, Garuda Dihajar 5-0

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara UEA vs Indonesia di Stadion Al-Maktoum, Kamis (10/10/2019).

12 jam26 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Rangers Merah di Serial Power Rangers Hadir di Shopee Indonesia Comic Con 2019

Austin St John, pemeran Jason Lee Scott atau Rangers Merah dalam serial Mighty Morohin Power Rangers, bernostalgia bersama para penggemar.

12 jam26 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Terkait Penusukan Menkopolhukam Wiranto, Partai Demokrat Nilai Pengamanan Pejabat Negara Dilematis

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan meminta aparat keamanan bekerja keras mengungkap pelaku serta motivasi penusukan Menkopolhukam Wiranto.

12 jam26 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

PWI Pusat Bakal Menggelar Safari Jurnalistik Bersama Direktorat Jenderal Imigrasi

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sepakat menggelar Safari Jurnalistik bersama Direktorat Jenderal Imigrasi.

12 jam27 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Hendri Paruhuman: Perempuan Punya Peran Vital Dalam Bentengi Keluarga dari Radikalisme dan Terorisme

Posisi perempuan sangat vital dalam keluarga. Dengan demikian, perempuan juga memiliki peran vital dalam membentengi keluarga dari radikalisme

12 jam27 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Timnas Sepakbola Pelajar U-18 Sikat PPOP DKI 5-0 Dilaga Ujicoba

Timnas Sepakbola Pelajar U-18 sukses mengenyam kemenangan dilaga ujicoba saat melawan kesebelasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar

12 jam27 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

LPSK datangi RSPAD terkait insiden penyerangan terhadap Wiranto

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendatangi RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10) malam untuk berkoordinasi pascainsiden penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. "Sebenarnya ...

12 jam27 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

MotoGP kembali gelar GP Brasil mulai 2022

Dorna Sports pada Kamis mengumumkan jika MotoGP telah menandatangani kontrak sepanjang lima tahun untuk kembali menggelar Grand Prix Brasil mulai 2022 di sirkuit baru yang akan bertempat di Rio de Janeiro. Rio terakhir kali ...

12 jam27 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Satu wakil ganda putra mulus ke perempat final WJC 2019

Pasangan ganda putra junior Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil mengamankan satu tiket babak delapan besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior (WJC) 2019 setelah mengalahkan Rasmus Espersen/Marcus Rindhso asal Denmark ...

12 jam27 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Timnas Indonesia dibenamkan UAE lima gol tanpa balas

Tim nasional Indonesia dibenamkan tuan rumah Uni Emirat Arab (UAE) dengan lima gol tanpa balas dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, yag dimulai Kamis malam WIB. Dipantau dari siaran langsung TVRI di ...

12 jam28 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Tribun stadion Iran kini diramaikan penonton perempuan lagi

Perempuan Iran untuk pertama kalinya setelah hampir empat dasawarsa diizinkan ke stadion untuk menonton pertandingan-pertandingan olahraga secara langsung menyusul ancaman sanksi dari FIFA kepada negara Asia itu terkait aturan ...

12 jam28 menit Antaranews

BISNIS

PROYEK BALI BARU : Perlu Integrasi Pembangunan

Pengembangan destinasi wisata unggulan nasional membutuhkan sinergi lintas sektoral guna memastikan pembangunan sarana dan prasarananya dapat direalisasikan secara efektif oleh kementerian/lembaga bersama dengan pemerintah daerah.

12 jam29 menit Bisnis

BISNIS

STRATEGI BISNIS : Perang Promo Demi Milenial

Bisnis, JAKARTA - Sejumlah bank mulai serius menggarap pasar milenial sebagai target potensial demi menambah jumlah nasabah.

12 jam29 menit Bisnis

BISNIS

RENCANA PEMINDAHAN IBU KOTA : Transportasi Dijamin Tuntas 5 Tahun

Bisnis, JAKARTA ? Kementerian Perhubungan optimistis sistem moda transportasi di ibu kota baru dapat selesai dalam 5 tahun.

12 jam29 menit Bisnis

BISNIS

PERLINDUNGAN INDUSTRI : Implementasi SNI Perlu Dibenahi

Praktik kebijakan standar nasional Indonesia (SNI) perlu dibenahi, mengingat implementasinya masih keliru dan tidak mendukung pengembangan pelaku usaha lokal.

12 jam29 menit Bisnis

BISNIS

TUMPAHAN MINYAK LAPANGAN YY : Sumur YYA-1 Segera Ditutup Permanen

Bisnis, JAKARTA?PT Pertamina (Persero) akan memastikan penyumbatan sumur secara permanen sumur YYA-1, Blok Offshore North West Java (ONWJ), di Laut Karawang, dalam dua pekan mendatang setelah injeksi semen dari atas sumur berhasil dilakukan.

12 jam29 menit Bisnis

BISNIS

IKM GOES DIGITAL : Material Center Ditarget Maksimal 2020

Pemerintah menargetkan program Material Center untuk memudahkan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk mendapatkan bahan baku dengan harga kompetitif dapat diterapkans secara menyeluruh pada 2020.

12 jam29 menit Bisnis