Koalisi Masyarakat Sipil Surati Jokowi, Sebut Penanganan Karhutla Lamban

JPNN.com, JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil melalui Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyampaikan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

Sampul Jokowi 'Pinokio' di Tempo Jadi Polemik, Ini Kata LBH Pers

Majalah Tempo dilaporkan ke Dewan Pers lantaran menampilkan karikatur tidak etis sebagai sampul. Dalam karikatur itu terlihat siluet Jokowi yang menyerupai tokoh kartun Pinokio.

12 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Nikita Mirzani Tawarkan Bantuan untuk Tiga Setia Gara yang Alami KDRT, Begini Kondisinya Sekarang

Nikita Mirzani telah menghubungi Tiga Setia Gara secara langsung melalui pesan pribadi di Instagram. Sebagai wanita yang juga pernah mengalami KDRT, Niki tentu memahami perasaan Tiga.

12 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Rose BLACKPINK Kejutkan Fans dengan Pemotretan Solo, Gaya Seksi Bikin Speechless

Rose BLACKPINK hari ini mengejutkan para penggemar dengan sejumlah unggahan baru berupa foto-foto hasil pemotretan solo dengan majalah fashion Dazed Korea.

12 jam32 menit Wowkeren

WOWKEREN

Bukan Mundur, KPK Tegaskan Wakil Ketua Saut Situmorang Hanya Cuti

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dikabarkan mengundurkan diri usai Firli Bahuri terpilih sebagai ketua periode 2019-2023. Namun belakangan informasi ini dibantah KPK.

12 jam32 menit Wowkeren

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Pesan Nikita Mirzani ke Tiga Dara: Jangan Bikin Heboh Indonesia

Niki mengaku ingin membiayai kepulangan Tiga, namun ditolak.

12 jam32 menit Viva

Viva.co

Atasi Kekeringan, Ada Gerakan Jariyah Air di Malang

Diinisiasi oleh Universitas Raden Rahmat Malang

12 jam33 menit Viva

Viva.co

Kualitas Udara di kota Batam Mulai Tidak Sehat

Indeks standar pencemaran udara (ISPU) menunjukkan angka 60

12 jam33 menit Viva

Detik

Teka-teki Ini Dapat Melatih Otakmu, Yuk Dicoba

Teka-teki berikut bisa dipakai untuk melatih otak. Kamu harus memperhatikan dengan seksama dan berpikir baik untuk mendapatkan jawaban yang benar.

12 jam33 menit Detik

Detik

Seputar Masjid Cordoba di Spanyol yang Megah

Masjid Cordoba merupakan salah satu tempat wisata di Spanyol yang kaya akan sejarah Islam di Eropa. Ingin mengunjungi? Simak dulu serba-serbi berikut ini.

12 jam33 menit Detik

Detik

Ayu Ting-ting Ketagihan Liburan ke Labuan Bajo

Penyanyi dangdut Ayu Ting-ting baru saja liburan ke Labuan Bajo. Pertama kali ke sana, ia mengaku langsung ketagihan.

12 jam33 menit Detik

Detik

Naik Rp 2 Juta, Calya-Sigra Masih Kalah Mahal dari Honda Brio

Meski mengalami kenaikan harga hingga Rp 2 juta, duet Calya-Sigra bukanlah LCGC termahal. Takhta LCGC termahal masih dipegang Honda Brio.

12 jam33 menit Detik

Detik

Calya Dipermak Jadi 7 Penumpang, Harga Naik Rp 2 Juta

Toyota melakukan penyegaran pada mobil LCGC, Toyota Calya di tahun 2019. Penyegaran ini dilakukan pertama kalinya setelah tiga tahun mengaspal di Indonesia.

12 jam33 menit Detik

Detik

Gadis Cantik di Peluncuran Toyota New Calya

Peluncuran mobil selalu diramaikan oleh model cantik. Tak terkecuali dengan peluncuran Toyota Calya, para model cantik siap berpose dengan mobil LCGC tersebut.

12 jam33 menit Detik

Detik

Audisi Umum 2020 Tetap Berjalan, tapi Namanya Belum Diputuskan

PB Djarum secara resmi tetap menjalankan Audisi Umum Bulutangkis pada 2020. Namun, nama ajang ini masih digodok.

12 jam33 menit Detik

Detik

Baru Gabung Dua Pekan, Oki Wira Kagok Defensif 3x3

Pebasket Oki Wira Sanjaya dipanggil Timnas 3x3 SEA Games 2019. Dua pekan bergabung, dia masih kesulitan soal defensif.

12 jam33 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Hina Lukaku, Komentator TV di Italia Dipecat

Seorang komentator televisi di Italia dipecat. Hal itu terjadi setelah ia membahas pelecehan rasisme mengenai striker Inter Milan, Romelu Lukaku.

12 jam33 menit Detik

Detik

Kualifikasi Piala Asia U-16 2020: Indonesia Gebuk Filipina 4-0

Timnas Indonesia U-16 meraih kemenangan perdananya di Kualifikasi Piala Asia U-16 2020. Garuda Asia membungkam Timnas Filipina U-16 dengan skor 4-0.

12 jam33 menit Detik

Detik

Cristiano Ronaldo Malu Dituduh Jadi Pemerkosa

Cristiano Ronaldo berbicara mengenai kasus pemerkosaan yang dituduhkan kepadanya. Bintang Juventus itu mengaku malu.

12 jam33 menit Detik

Detik

Kritik Jadi Pecutan Kaesang untuk Jualan Lebih Baik

Camilan Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming, Kempripik, dikritik oleh seorang pembeli.

12 jam33 menit Detik

Detik

Dituding Sebagai Informan Polisi, Nikita Mirzani Laporkan Elza Syarief

Nikita Mirzani akhirnya resmi melaporkan Elza Syarief ke Polda Metro Jaya. Ia tidak terima telah dituding sebagai informan polisi oleh pengacara Sajad Ukra.

12 jam34 menit Detik

Detik

Cerita Miss Sloane Ubah Pajak Impor Sawit Sebagai Nutella

Film Miss Sloane mengisahkan tentang sosok pelobi dari Washington DC, Amerika Serikat. Film yang dirilis 2016 tersebut, begitu dekat dengan Indonesia dan sawit.

12 jam34 menit Detik

Detik

Tiga Setia Gara Minta Tolong karena Disiksa Bule, KJRI Chicago Beri Update

Tiga Setia Gara minta tolong karena mengaku disiksa suami bulenya, James Aaron Tolley. KJRI Chicago memberikan kabar terbaru soal masalah tersebut.

12 jam34 menit Detik

Detik

Kocak! Maia Estianty dan Anang Hermansyah Saling Ledek Mantan Pasangan

Awalnya Anang menyinggung Maia Estianty tentang mantan suaminya, Ahmad Dhani, yang pernah menjadi juri ajang pencarian bakat tersebut.

12 jam34 menit Detik

Detik

Tiga Setia Gara Disiksa Suami, Nikita Mirzani Kenang Masa Lalu

Nikita Mirzani mengaku paham betul apa yang saat ini dirasakan Tiga Setia Gara.

12 jam34 menit Detik

Detik

Bisnis Bunga Anggrek Menjanjikan dan Berpeluang Ekspor

Menurut Manajer PT Merlimba Sentra Agrotama, Hadi Hidayat, jenis tanaman hias ini memiliki pangsa pasar yang menjanjikan.

12 jam34 menit Detik