Deputi Pemberdayaan Pemuda Mendampingi Komisi X DPR RI Kunker ke Sulawesi Utara

JPNN.com, MANADO - Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Faisal Abdullah mendampingi Komisi X DPR RI saat kunjungan kerja melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara. Kunjungan yang dilakukan dari tanggal 25-27 Juli 2019 tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah dan juga selaku ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI ke Sulawesi Utara bersama anggota Komisi lainnya.
« Kembali Baca berita lengkap »

WOWKEREN

Kompak Unggah Foto Ini, Roger Danuarta dan Cut Meyriska Resmi Menikah?

Roger Danuarta dan Cut Meyriska dikabarkan telah menikah hari ini, Minggu (28/7). Isu tersebut semakin berkembang lantaran keduanya saling mengunggah foto pasangan.

5 jam36 menit Wowkeren

Viva.co

Nicky Hayden Gagal Naik Podium Yamaha Sunday Race Seri ke-2

Nicky Hayden hanya mampu finis di urutan keempat.

5 jam37 menit Viva

Viva.co

Sejarah Manis Bikin Bandung Jadi Tempat Pembuka Audisi Bulutangkis

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis digelar di Bandung,

5 jam37 menit Viva

Viva.co

Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan Pengalihan Panggilan Operator

Tips agar Anda tidak terganggu.

5 jam37 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Seniman Ini Sempat Gunakan Ban Bekas untuk Melukis

Ternyata tak disangka menjadi sumber penghasilan baginya.

5 jam37 menit Viva

Viva.co

Bawa Buku Aidit, Dua Mahasiswa di Probolinggo Diamankan Polisi

Dua mahasiswa tersebut membawa buku biografi Aidit.

5 jam37 menit Viva

Viva.co

INDEF Prediksi Defisit Migas Tembus Angka 10 Miliar Dolar AS

Defisit migas Januari hingga Juni 2019 turun hingga 4,78 miliar dolar.

5 jam37 menit Viva

Viva.co

Mulai Tahun Ini, Paskibra Putri Kenakan Celana Panjang

Untuk memudahkan pergerakan dalam baris berbaris.

5 jam37 menit Viva

Detik

Masih Ada yang Mengucilkan Anak dengan HIV? Main-main ke Sini Yuk

Anak dengan HIV (ADHIV) seperti anak pada umumnya yang berhak bermain. Melakukan kontak sosial dengan mereka bukan suatu hal yang beresiko menularkan HIV.

5 jam37 menit Detik

Detik

Mantap! Ratusan Orang Adu Skill Mancing di Tebing Pantai Gunungkidul

Ratusan pemancing dari berbagai daerah unjuk kebolehan di kejuaraan Gunungkidul Rock Fishing Tournament (GRFT). Mereka memancing di pinggir tebing yang eksotis.

5 jam37 menit Detik

Detik

Foto: Pilihan Hotel Nyaman & Strategis di Kota Medan

Hotel Harper Wahid Hasyim adalah hotel terbaru Archipelago International di Medan. Mari lihat lebih dekat hotel nyaman dan strategis buat liburan ini:

5 jam37 menit Detik

Detik

Avanza 'Merah Putih', Cuma Ada 1 Nih!

Toyota memajang Avanza dengan tampilan berwarna merah putih pada ajang GIIAS 2019. Berikut tampilannya.

5 jam37 menit Detik

Detik

Hati-hati! Ini Komponen Honda Monkey yang Gampang Rusak

Honda Monkey telah dibekali fitur canggih Inertial Measurement Unit (IMU). Namun komponen fitur IMU disebut rentan rusak.

5 jam37 menit Detik

Detik

Kevin/Marcus Mulai 'Curi-Curi Pandang' ke Kejuaraan Dunia

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon baru saja membawa pulang gelar juara Japan Open 2019. Kini mereka mulai antusias menyambut kejuaraan dunia.

5 jam37 menit Detik

Detik

Gareth Bale Diminta Jangan Cuma Mengejar Uang ke China

Gareth Bale dirumorkan akan meninggalkan Real Madrid, lalu ke Liga Super China. Pemain Wales itu diminta tidak hanya mengejar uang ke Negeri Tirai Bambu.

5 jam37 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Raisa Bukan Ibu Posesif: Mau Main dengan Zalina Boleh Kok

Keputusan Raisa tak posting foto anaknya Zalina karena dirinya menghormati hak privasi sang anak. Tapi sebenarnya Raisa bukan ibu yang posesif.

5 jam37 menit Detik

Detik

Bukan Menikah, Roger Danuarta Dikabarkan Melamar Cut Meyriska

Roger Danuarta dikabarkan resmi melamar kekasihnya, Cut Meyriska. Hal tersebut disiarkan langsung oleh akun Instagram @luxury_wo.

5 jam37 menit Detik

Detik

Segera Nikahi Bunga Jelitha, Syamsir Salam Sudah Latihan Ijab Kabul

Rencana pernikahan Syamsir Alam dan kekasihnya Bunga Jelitha bakal berlangsung tahun depan. Namun, Syamsir sudah deg-degan dan latihan membaca ijab kabul.

5 jam37 menit Detik

Detik

Orang Kaya Jangan Daftar Rumah DP Rp 0, Itu Hak yang Lain!

"Ini program yang sasar masyarakat berpenghasilan rendah yang belum punya rumah, yang tidak masuk kategori itu ya kita imbau jangan ikut daftar"

5 jam37 menit Detik

Detik

Tutup Tambang Terbuka, Freeport Habiskan Rp 4,9 Triliun

"Biayanya sekitar US$ 350 juta," kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas di Tambang Grasberg, Papua, Minggu (28/7/2019).

5 jam37 menit Detik

Detik

Isu Gibran Jadi Cawalkot Solo 2020, Gerindra Prioritaskan Kader Sendiri

"Kami memprioritaskan kader untuk maju, tetapi tentu harus lihat perolehan kursi di DPRD," kata Habiburokhman, menanggapi isu Gibran maju jadi Cawalkot Solo.

5 jam38 menit Detik

Detik

ICW Usul Kasus Teror Novel Baswedan Ditanyakan ke Capim KPK

Koalisi masyarakat sipil, termasuk ICW mengusulkan, kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan juga dibahas dalam proses seleksi calon pimpinan KPK.

5 jam38 menit Detik

Detik

Bamsoet: Ketua MPR Jadi Rebutan karena Terkait Amandemen

Bamsoet menilai perebutan Ketua MPR terjadi karena kewenangan melakukan amandemen.

5 jam38 menit Detik

Detik

Ingin Jadi Ketum Golkar, Bamsoet Ingin Teruskan Cita-cita Akom

Bamsoet mendeklarasikan diri sebagai caketum Golkar. Dia mengaku ingin meneruskan cita-cita koleganya Ade Komarudin yang belum tercapai.

5 jam38 menit Detik

Detik

Akbar Tanjung Kenang Lafran Pane Dalam Perjuangan Keislaman-Keindonesiaan

Akbar Tanjung mengenang sosok pendiri HMI yang juga Pahlawan Nasional Lafran Pane yang dalam perjuangannya memadukan komitmen Keislaman dan Keindonesiaan.

5 jam38 menit Detik