Purnawirawan Polri Ini Bantah Bakal Ikut Aksi 22 Mei

JPNN.com, JAKARTA - Pensiunan perwira tinggi (Pati) Polri, Irjen (purnawirawan) Amir Hasan Sidik membantah akan ikut dalam Aksi 22 Mei di depan Gedung KPU. Mantan widyaiswara utama Sespim Polri ini mengaku hanya mendapat undangan buka puasa bersama sejumlah purnawirawan.
« Kembali Baca berita lengkap »

JPNN.

Prabowo Hanya Pengin Temui Eggi dan Lieus, Tidak Ratna Sarumpaet

JPNN.com, JAKARTA - Prabowo Subianto berniat untuk membesuk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Rutan Polda Metro Jaya, Senin (20/5) malam.

22 jam38 menit Jpnn

Viva.co

Kroos Peringatkan Pogba Jika Bergabung ke Real Madrid

Persaingan ketat akan terjadi di lini tengah. Tapi Kroos tak mau kalah

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Alasan Persib Nekat Mainkan Jupe saat Lawan Persipura

Padahal, pemain yang akrab disapa Jupe itu baru kembali dari cedera.

22 jam38 menit Viva

Viva.co

2 Atlet Atletik Indonesia Bawa Pulang Medali dari Thailand Open

Diraih dua atlet senior Indonesia, Maria Nathalia Londa dan Andrian.

22 jam38 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Kata Hilda Vitria Ditanya Hakim Soal Hubungan Seks dengan Kriss Hatta

Kriss sebelumnya mengaku sering melakukannya dengan Hilda.

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Hit & Run Jadi Ajang Reuni Joe Taslim dan Yayan Ruhiyan

"Setelah delapan tahun, ya ini reunian kita yang pertama."

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Hilda Vitria Akui Nikah karena Kriss Hatta Ancam Bunuh Diri

Menurut Hilda, Kriss sudah mencoba bunuh diri sebanyak tiga kali.

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Enggak Puasa, Olga Lydia Semangat Berburu Takjil dan Ikut Bukber

"Padahal enggak puasa, tapi ribet pas buka."

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Tahun Ini, Antam Target Produksi Emas 2.036 Kg

Tingkat penjualan emas tumbuh 14 persen.

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Bongkahan Emas Senilai Rp1 Miliar Ditemukan dengan Detektor Logam

Seorang pria Australia menemukan bongkahan emas 1,4 kilogram itu.

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Polisi Tegaskan Penangkapan Terduga Teroris Bukan Skenario

Bahan peledak ditemukan saat geledah kediaman pelaku.

22 jam38 menit Viva

Viva.co

BPN akan Ajukan Penangguhan Penahanan untuk Lieus dan Eggi Sudjana

"Beberapa orang yang kita anggap diperlakukan tidak adil."

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Dinkes DKI Jakarta Sudah Ikut Partisipasi Sejak Masa Pencoblosan

Dinkes siap dalam aksi pada 22 Mei 2019.

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Komisi III DPR Uji Empat Calon Hakim Agung

Empat calon hakim agung ini dikirim Komisi Yudisial.

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Densus 88 Tangkap Enam Terduga Teroris di NTB

Enam terduga teroris ditangkap di dua tempat berbeda.

22 jam38 menit Viva

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Viva.co

Kementan Beri Insentif Lahan Pertanian yang Tidak Dialihfungsikan

"Nanti dikasih saprodi, bibit, pupuk subsidi."

22 jam38 menit Viva

Viva.co

Bawa Benda Mirip Molotov, Rombongan Aksi 22 Mei Diperiksa Polda Jatim

Anggota rombongan sebut akan menjemput seorang kiai ke Bandara Juanda.

22 jam38 menit Viva

Detik

Foto: Inilah Danau Terdalam di Dunia

Danau terdalam di dunia ada di Siberia, Rusia. Walau 'terdalam' terkesan sedikit menakutkan, namun danau ini sangatlah indah.

22 jam38 menit Detik

Detik

Comeback Liverpool Lawan Barcelona Jadi Dongeng untuk Anak-Cucu Alisson

Liverpool berhasil melakukan comeback sensasional dengan saat melawan Barcelona. Alisson Becker menjadikan itu dongeng untuk anak cucunya.

22 jam38 menit Detik

Detik

Man City Pertimbangkan Maguire untuk Gantikan Kompany

Manchester City kabarnya mempertimbangkan bek Leicester City Harry Maguire untuk musim panas nanti. City butuh pengganti untuk Vincent Kompany.

22 jam38 menit Detik

Detik

Laga Tunda Persib Vs Tira Persikabo Digelar 18 Juni

PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengumumkan jadwal laga tunda Persib Bandung versus Tira Persikabo di Liga 1 2019. Pertandingan dijadwalkan digelar 18 Juni.

22 jam39 menit Detik

Detik

Deretan Bonus untuk Pemain dan Pelatih CLS Knights Usai Juara ABL

Setelah menjuarai ASEAN Basketball League (ABL) 2018/2019 para pemain dan pelatih CLS Knights kebanjiran bonus.

22 jam39 menit Detik

Detik

Tak Bisa Besuk, Prabowo Titip Salam Perjuangan ke Eggi Via Note

"Bung Eggy, semangat terus! Pantang menyerah! Kami bersamamu!" kata Prabowo dalam pesannya kepada Eggi. Baca selengkapnya di sini:

22 jam39 menit Detik

Detik

Jadi Driver Go-Jek, Kak Imei Bisa Biayai 3 Anak Seorang Diri

Sehari-hari, Kak Imei bekerja sebagai cleaning service di sebuah mal dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

22 jam39 menit Detik

Detik

Ormas FBR-Pemuda Pancasila di Bekasi Sepakat Tolak People Power

Peserta deklarasi juga menolak segala tindakan inkonstitusional yang dapat mengancam kesatuan NKRI.

22 jam39 menit Detik