Panglima TNI Silaturahmi dengan 500 Rektor dan Dosen Se-Indonesia

JPNN.com, PADANG - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kota Padang, menyempatkan diri melaksanakan silaturahmi dengan 500 Rektor dan Dosen se-Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Negeri Padang (UNP), Jalan Prof. Dr. Hamka Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (14/3/2019).
« Kembali Baca berita lengkap »

Viva.co

Soal Stadion Madya, Bhayangkara FC Mulai Nego Harga

Harga sewa Stadion Madya diperkirakan Rp170 juta untuk durasi 2-3 jam.

3 jam48 menit Viva

Detik

'Pebulutangkis Tunggal Putri Indonesia Kurang Bertenaga'

Rionny Mainaky punya segudang pekerjaan rumah sebagai pelatih tunggal putri Indonesia. Salah satunya memperbaiki stamina para pebulutangkisnya.

3 jam48 menit Detik

Detik

Masalah Minor di Mobil Hambat Laju Ricciardo di Latihan Bebas

Daniel Ricciardo mengalami sedikit masalah pada latihan bebas kedua GP Australia. Dia mengalami masalah minor pada mobil Renault tunggangannya.

3 jam48 menit Detik

Detik

Ada VAR di Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora

Kemenpora membuat gebrakan baru di Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019. Kompetisi itu akan menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

3 jam49 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Ada Pogba, MU Tak Perlu Takut Messi

Fans Manchester United tak takut harus menghadapi Barcelona dengan Lionel Messi di perempatfinal Liga Champions. Sebab Setan Merah punya Paul Pogba.

3 jam49 menit Detik

Detik

Sekjen Kemenag Sempat Datangi KPK Terkait OTT Romahurmuziy

Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) M Nur Kholis Setiawan disebut sempat mendatangi KPK terkait operasi tangkap tangan (OTT) Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy).

3 jam49 menit Detik

Detik

Gempa M 5 Terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya

Gempa bumi dengan magnitudo 5,0 terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Pusat gempa berada di laut.

3 jam49 menit Detik

Detik

KPK Jelaskan Alasan Segel Ruang Menag Terkait OTT Romahurmuziy

KPK menjelaskan alasan penyegelan ruangan Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan terkait OTT Ketum PPP Romahurmuziy.

3 jam49 menit Detik

Detik

Deklarasi Dukung Jokowi, Komunitas Milenial Aceh Ajak Warga Lawan Hoax

Sekelompok anak muda yang menamakan dirinya Komunitas Aceh Jokowi-Amin Kuat (Kajak) menggelar deklarasi dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin

3 jam49 menit Detik

TRIBUNNEWS

KPK Ungkap Uang yang Diamankan Terkait Penangkapan Romahurmuziy

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan jika penetapan status dari Ketua Umum PPP Romahurmuziy bakal diumumkan Sabtu (16/3/2019) siang.

5 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Dahlia Umar: Ada Pihak-pihak yang Gunakan Bawaslu untuk Tekan KPU

Dahlia menjelaskan, para pihak kontestan menekan KPU untuk mengubah kebijakan-kebijakan yang sudah ditetapkan.

5 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Anak di Bawah Usia 17 Tahun Pernah Retas Situs KPU RI

Awalnya, Siber Crime Mabes Polri melakukan pelacakan. Kemudian penelusuran itu sampai pada penemuan pelaku.

5 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jadwal Pertandingan Hari Ini, Dua Laga Terakhir Piala Presiden dan Pekan 31 Liga Inggris

Jadwal pertandingan hari ini, Dua laga terakhir Piala Presiden dan Pekan 31 Liga Inggris, Sabtu (16/3/2019).

5 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jadwal Pertandingan Hari Ini, Dua Laga Terakhir Fase Grup Piala Presiden dan Pekan 31 Liga Inggris

Jadwal pertandingan hari ini, Dua laga terakhir Piala Presiden dan Pekan 31 Liga Inggris, Sabtu (16/3/2019).

5 jam2 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Tips Mengatasi Sulit Tidur bagi Ibu Hamil

Olahraga ringan akan merilekskan otot-otot tubuh dan meningkatkan kualitas tidur saat hamil bagi orang yang menjalaninya.

5 jam2 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

Rinov/Pitha melangkah ke semifinal Swiss Terbuka 2019

Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari berhasil melangkah ke babak semifinal turnamen bulu tangkis level super 300 Yonex Swiss Terbuka 2019. Dalam pertandingan yang berlangsung di stadion St, ...

5 jam2 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Presiden Palestina kutuk penembakan massal di masjid Selandia Baru

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan puluhan orang dalam penembakan massal di dua masjid yang dipenuhi orang yang menunaikan Shalat Jumat di Kota Christchurch, Selandia Baru. "Kami mengutuk serangan ...

5 jam2 menit Antaranews

BISNIS

AKSI KORPORASI : WTON Bakal Lepas Saham Treasury 2019

Bisnis, JAKARTA? Entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya Beton Tbk., berencana melepas saham treasury milik perseroan sekitar 377,15 juta lembar pada 2019.

5 jam2 menit Bisnis

BISNIS

BANK PANIN MASUK STATUS BUKU IV : Bank Besar Berebut Pasar

Bisnis, JAKARTA ? Jumlah bank bermodal besar semakin bertambah dengan keberadaan PT Bank Pan Indonesia Tbk. yang masuk dalam kategori BUKU IV bersama lima bank lainnya. Kompetisi antarbank jumbo di Tanah Air diyakini akan lebih ketat dalam berebut segmen pasar.

5 jam2 menit Bisnis

BISNIS

STRATEGI PERUSAHAAN : Emiten Rumah Sakit Ekspansif

Bisnis, JAKARTA ? Sejumlah emiten pengelola rumah sakit gencar melakukan ekspansi usaha, baik melalui pembangunan baru maupun akuisisi guna meningkatkan kinerja pada tahun ini.

5 jam2 menit Bisnis

BISNIS

HARGA KOMODITAS : Minyak Kian Panas Dipicu Pemangkasan Pasokan

Bisnis, JAKARTA ? Harga minyak siap mengalami reli penguatan terbaiknya pada bulan ini seiring dengan dijadwalkannya pertemuan para produsen minyak mentah dunia terkait dengan rencana perpanjangan kebijakan pemangkasan pasokan.

5 jam2 menit Bisnis

BISNIS

PENYALURAN KREDIT : Pemerintah Genjot Pembiayaan Ultra Mikro

Bisnis, SERANG ? Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan kredit ultra mikro bagi pelaku usaha yang belum terjangkau akses kredit perbankan.

5 jam2 menit Bisnis

BISNIS

EKONOMI KREATIF : Bisnis Kuliner Tak Sekadar Enak, tapi Soal Pengetahuan

Tradisi masyarakat Indonesia yang suka makan dan senang mencoba jenis makanan baru membuat potensi bisnis kuliner begitu menggiurkan. Terlebih lagi, pada saat ini, kuliner menjadi penyumbang produk domestik bruto atau PDB terbesar pada ekonomi kreatif.

5 jam2 menit Bisnis

BISNIS

NERACA PERDAGANGAN MIGAS : Penjualan Minyak Kontraktor ke Pertamina Tekan Impor

JAKARTA ? Kebijakan pemerintah yang mendorong kontraktor kontrak kerja sama untuk menjual minyak mentah ke PT Pertamina (Persero) mampu mengurangi defisit neraca perdagangan migas.\n

5 jam2 menit Bisnis

BISNIS

RUAS TOL DI SUMATRA UTARA : Hutama Peroleh Dukungan Konstruksi 35 Km

Bisnis, JAKARTA ? PT Hutama Karya (Persero) melansir pembangunan jalan tol Kuala Tanjung?Tebing Tinggi?Parapat bakal mendapat dukungan konstruksi sepanjang 50 kilometer atau 35% dari total panjang ruas 143 kilometer. \n

5 jam2 menit Bisnis