Tinggal Sehari, Segera Beli Tiket Konser Tegar 2.0 Rossa Sebelum Ludes

"Kurasakan pudar dalam hatiku, rasa cinta yang ada untuk dirimu," Ya, lagu yang populer pada awal tahun 2000'an tersebut dinyanyikan oleh Rossa.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

BI Ikut Tanggung Bunga Utang Penanganan Corona Rp 397 T

BI akan menanggung beban bunga pembiayaan yang nilainya hampir Rp 400 triliun atau sebesar Rp 397,6 triliun.

8 jam1 menit Detik

Detik

Gaji 13 PNS Tahun 2020 Kapan Cair? Begini Tanda-tandanya

Gaji 13 pegawai negeri sipil (PNS) biasanya cair setiap bulan Juli. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda uang itu akan cair. Bagaimana tanda-tandanya?

8 jam2 menit Detik

Detik

Perjalanan Perkara Grab hingga Didenda KPPU Rp 30 Miliar

Bagaimana kronologi perkara yang menyeret Grab ke KPPU hingga akhirnya dijatuhi denda Rp 30 miliar? Baca selengkapnya di sini.

8 jam2 menit Detik

Detik

Pemerintah Mau Luncurkan Penjaminan Kredit Modal Kerja

Kepala BKF Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan aturan penjaminan itu masih dalam tahap finalisasi dan akan dirampungkan pada akhir pekan ini.

8 jam2 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Jokowi akan Kembalikan Pengawasan Bank ke BI?

Sebelum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lahir pada 2013 lalu, pengawasan perbankan dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

8 jam2 menit Detik

Detik

Erick Thohir Bicara soal Maskapai hingga Harga Tiket

Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal maskapai hingga harga tiket pesawat.

8 jam2 menit Detik

Detik

Buruan Dijajal! Tol Desari Seksi Brigif-Sawangan Bisa Dilewati

Tol Depok-Antasari (Desari) Seksi II Brigif-Sawangan resmi dibuka sore ini, dan masih gratis.

8 jam2 menit Detik

Detik

Kasus Corona Melonjak di Korsel, Social Distancing Diperketat Lagi

Korsel melaporkan 63 kasus baru virus Corona pada Kamis (2/7), sebagian besar dari penularan domestik di luar Seoul. Pembatasan sosial pun diperketat lagi.

8 jam3 menit Detik

Detik

Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Digelar In-Absentia di Turki

Sidang kasus pembunuhan wartawan senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi, mulai digelar di Istanbul, Turki.

8 jam3 menit Detik

Detik

China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan, Viral Video Seks Staf PBB

Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon prihatin dengan aktivitas latihan militer China di sekitar kepulauan Laut China Selatan yang disengketakan.

8 jam3 menit Detik

Detik

Gugus Tugas: Risiko Kenaikan Kasus Corona Sekitar 50% Daerah di RI Rendah

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut risiko kenaikan kasus Corona di sekitar 50 persen daerah di RI relatif rendah.

8 jam3 menit Detik

Detik

Pupuk Indonesia Pasok 483 Ton Beras ke ATM Pertanian Sikomandan

Bantuan disalurkan melalui program ATM Pertanian Sikomandan yang diprakarsai oleh Kementerian Pertanian dan didukung TNI Angkatan Darat.

8 jam4 menit Detik

Detik

Pernyataan Lengkap Pemerintah soal 60.695 Kasus Positif Corona Per 3 Juli

Per hari ini, sebanyak 1.301 orang dinyatakan positif Corona sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 60.695 orang.

8 jam4 menit Detik

Detik

dr Reisa: Data Kemenkes, Banyak Kasus DBD di Wilayah Kasus COVID yang Tinggi

"Puncak kasus DBD biasa terjadi menjelang pertengahan tahun seperti sekarang ini," ujar dr Reisa.

8 jam4 menit Detik

Detik

Luncurkan Program Pembibitan Calon Kepsek, Nadiem: Ini 'Kopassus' Guru-guru

"Kita sedang membangun elite force, bisa dibilang koppasusnya guru-guru kita di seluruh Indonesia," kata Mendikbud Nadiem Makarim soal Program Guru Penggerak.

8 jam4 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Buntut Penusukan Serda Saputra, 9 Warga Sipil Ditangkap Polres Jakbar

Sembilan orang warga sipil itu ditangkap atas perusakan di Hotel Mercure, Jakarta Barat.

8 jam4 menit Detik

Detik

Ortu yang Demo PPDB DKI di Taman Pandang Emosi, Ingin ke Balai Kota

Salah seorang peserta tampak tersulut emosinya karena dihalangi saat hendak bergerak ke Balai Kota DKI.

8 jam5 menit Detik

Detik

Bansos Beras Tidak Sesuai Standar, Bupati Bogor: Ini Mengecewakan

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku malu dan kecewa karena bansos beras yang diterima masyarakat tak sesuai standar.

8 jam5 menit Detik

Detik

Ketua KY Tukar Data dengan KPK untuk Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor-PHI

Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus menyambangi KPK untuk bertukar data mengenai hakim untuk keperluan seleksi hakim ad hoc.

8 jam5 menit Detik

.VOA.

Otoritas Kesehatan Berusaha Perangi Nasionalisme Covid-19

Persaingan memperebutkan sumber-sumber daya guna memerangi pandemi Covid-19 menyebabkan para aktivis kesehatan prihatin. Negara-negara kaya berusaha merebut pasokan dan tidak menyisakan untuk negara-negara miskin. Hal ini terjadi pada suplai perlengkapan pelindung pribadi misalnya. Pada April pemerintahan Trump memerintahkan perusahaan 3M untuk menghentikan ekspor masker N95 ke Kanada dan Amerika Latin. Senin (29/6), Departemen Kesehatan AS mengumumkan pihaknya sudah mengamankan seluruh suplai Remdesivir, obat anti Covid-19 pertama, yang dihasilkan Gillead Sciences. “Ini merupakan petunjuk dari perkembangan ke depan, kecuali kalau kita bahas secara terbuka dan gagasan lain kita kembangkan,” kata profesor ilmu hukum di Northeastern University, Brook Baker, yang juga analis kebijakan senior di Health Global Access Project. Di seluruh dunia, berbagai pemerintahan berlomba untuk mengunci akses ke vaksin Covid-19 meskipun masih dalam percobaan dan belum terbukti aman serta efektif. Di Inggris, Menteri Bisnis Alok Sharma mengatakan, negaranya akan memperoleh 30 juta dosis pertama dari kandidat vaksin yang dikembangkan oleh University of Oxford dan farmasi AstraZeneca, serta telah menyumbangkan dana senilai $80 juta. Empat hari kemudian, pemerintah AS mengumumkan sebuah transaksi senilai $1,2 miliar untuk mengamankan 300 juta dosis dari vaksin yang sama. Pada akhir April, WHO meluncurkan apa yang disebut Access to Covid-19 Tools Accelerator yang akan mempercepat pengembangan dan juga distribusi yang adil dari obat, vaksin, dan pengujian. [jm/ft]  

8 jam49 menit VOAIndonesia

.VOA.

Otoritas Kesehatan Berusaha Perangi Nasionalisme Covid-19

Persaingan memperebutkan sumber-sumber daya guna memerangi pandemi Covid-19 menyebabkan para aktivis kesehatan prihatin. Negara-negara kaya berusaha merebut pasokan dan tidak menyisakan untuk negara-negara miskin. Hal ini terjadi pada suplai perlengkapan pelindung pribadi misalnya. Pada April pemerintahan Trump memerintahkan perusahaan 3M untuk menghentikan ekspor masker N95 ke Kanada dan Amerika Latin. Senin (29/6), Departemen Kesehatan AS mengumumkan pihaknya sudah mengamankan seluruh suplai Remdesivir, obat anti Covid-19 pertama, yang dihasilkan Gillead Sciences. “Ini merupakan petunjuk dari perkembangan ke depan, kecuali kalau kita bahas secara terbuka dan gagasan lain kita kembangkan,” kata profesor ilmu hukum di Northeastern University, Brook Baker, yang juga analis kebijakan senior di Health Global Access Project. Di seluruh dunia, berbagai pemerintahan berlomba untuk mengunci akses ke vaksin Covid-19 meskipun masih dalam percobaan dan belum terbukti aman serta efektif. Di Inggris, Menteri Bisnis Alok Sharma mengatakan, negaranya akan memperoleh 30 juta dosis pertama dari kandidat vaksin yang dikembangkan oleh University of Oxford dan farmasi AstraZeneca, serta telah menyumbangkan dana senilai $80 juta. Empat hari kemudian, pemerintah AS mengumumkan sebuah transaksi senilai $1,2 miliar untuk mengamankan 300 juta dosis dari vaksin yang sama. Pada akhir April, WHO meluncurkan apa yang disebut Access to Covid-19 Tools Accelerator yang akan mempercepat pengembangan dan juga distribusi yang adil dari obat, vaksin, dan pengujian. [jm/ft]  

8 jam49 menit VOAIndonesia

TRIBUNNEWS

Lagunya Dicover Penyanyi Luar Negeri, Melly Goeslaw Anggap Kado 25 Tahun Berkarier di Musik

Melly Goeslaw tak menyangka lagu "Bagaikan Langit" yang diciptakannya pada tahun 1998 dicover oleh penyanyi dan musisi luar negeri.

8 jam49 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Lagunya Dicover Penyanyi Luar Negeri, Melly Goeslaw Anggap Kado 25 Tahun Berkarier di Musik

Melly Goeslaw tak menyangka lagu "Bagaikan Langit" yang diciptakannya pada tahun 1998 dicover oleh penyanyi dan musisi luar negeri.

8 jam49 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Aktivis Hong Kong Joshua Wong Minta Jerman Dukung Gerakan Pro-Demokrasi

Joshua Wong minta Jerman ”mengamati perkembangan di Hong Kong dan bersuara dengan tegas“ setelah pemberlakuan undang-undang keamanan…

8 jam49 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Aktivis Hong Kong Joshua Wong Minta Jerman Dukung Gerakan Pro-Demokrasi

Joshua Wong minta Jerman ”mengamati perkembangan di Hong Kong dan bersuara dengan tegas“ setelah pemberlakuan undang-undang keamanan…

8 jam49 menit Tribunnews