Ketua KY Tukar Data dengan KPK untuk Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor-PHI

Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus menyambangi KPK untuk bertukar data mengenai hakim untuk keperluan seleksi hakim ad hoc.
« Kembali Baca berita lengkap »

.VOA.

Otoritas Kesehatan Berusaha Perangi Nasionalisme Covid-19

Persaingan memperebutkan sumber-sumber daya guna memerangi pandemi Covid-19 menyebabkan para aktivis kesehatan prihatin. Negara-negara kaya berusaha merebut pasokan dan tidak menyisakan untuk negara-negara miskin. Hal ini terjadi pada suplai perlengkapan pelindung pribadi misalnya. Pada April pemerintahan Trump memerintahkan perusahaan 3M untuk menghentikan ekspor masker N95 ke Kanada dan Amerika Latin. Senin (29/6), Departemen Kesehatan AS mengumumkan pihaknya sudah mengamankan seluruh suplai Remdesivir, obat anti Covid-19 pertama, yang dihasilkan Gillead Sciences. “Ini merupakan petunjuk dari perkembangan ke depan, kecuali kalau kita bahas secara terbuka dan gagasan lain kita kembangkan,” kata profesor ilmu hukum di Northeastern University, Brook Baker, yang juga analis kebijakan senior di Health Global Access Project. Di seluruh dunia, berbagai pemerintahan berlomba untuk mengunci akses ke vaksin Covid-19 meskipun masih dalam percobaan dan belum terbukti aman serta efektif. Di Inggris, Menteri Bisnis Alok Sharma mengatakan, negaranya akan memperoleh 30 juta dosis pertama dari kandidat vaksin yang dikembangkan oleh University of Oxford dan farmasi AstraZeneca, serta telah menyumbangkan dana senilai $80 juta. Empat hari kemudian, pemerintah AS mengumumkan sebuah transaksi senilai $1,2 miliar untuk mengamankan 300 juta dosis dari vaksin yang sama. Pada akhir April, WHO meluncurkan apa yang disebut Access to Covid-19 Tools Accelerator yang akan mempercepat pengembangan dan juga distribusi yang adil dari obat, vaksin, dan pengujian. [jm/ft]  

3 jam35 menit VOAIndonesia

.VOA.

Otoritas Kesehatan Berusaha Perangi Nasionalisme Covid-19

Persaingan memperebutkan sumber-sumber daya guna memerangi pandemi Covid-19 menyebabkan para aktivis kesehatan prihatin. Negara-negara kaya berusaha merebut pasokan dan tidak menyisakan untuk negara-negara miskin. Hal ini terjadi pada suplai perlengkapan pelindung pribadi misalnya. Pada April pemerintahan Trump memerintahkan perusahaan 3M untuk menghentikan ekspor masker N95 ke Kanada dan Amerika Latin. Senin (29/6), Departemen Kesehatan AS mengumumkan pihaknya sudah mengamankan seluruh suplai Remdesivir, obat anti Covid-19 pertama, yang dihasilkan Gillead Sciences. “Ini merupakan petunjuk dari perkembangan ke depan, kecuali kalau kita bahas secara terbuka dan gagasan lain kita kembangkan,” kata profesor ilmu hukum di Northeastern University, Brook Baker, yang juga analis kebijakan senior di Health Global Access Project. Di seluruh dunia, berbagai pemerintahan berlomba untuk mengunci akses ke vaksin Covid-19 meskipun masih dalam percobaan dan belum terbukti aman serta efektif. Di Inggris, Menteri Bisnis Alok Sharma mengatakan, negaranya akan memperoleh 30 juta dosis pertama dari kandidat vaksin yang dikembangkan oleh University of Oxford dan farmasi AstraZeneca, serta telah menyumbangkan dana senilai $80 juta. Empat hari kemudian, pemerintah AS mengumumkan sebuah transaksi senilai $1,2 miliar untuk mengamankan 300 juta dosis dari vaksin yang sama. Pada akhir April, WHO meluncurkan apa yang disebut Access to Covid-19 Tools Accelerator yang akan mempercepat pengembangan dan juga distribusi yang adil dari obat, vaksin, dan pengujian. [jm/ft]  

3 jam35 menit VOAIndonesia

TRIBUNNEWS

Lagunya Dicover Penyanyi Luar Negeri, Melly Goeslaw Anggap Kado 25 Tahun Berkarier di Musik

Melly Goeslaw tak menyangka lagu "Bagaikan Langit" yang diciptakannya pada tahun 1998 dicover oleh penyanyi dan musisi luar negeri.

3 jam35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Lagunya Dicover Penyanyi Luar Negeri, Melly Goeslaw Anggap Kado 25 Tahun Berkarier di Musik

Melly Goeslaw tak menyangka lagu "Bagaikan Langit" yang diciptakannya pada tahun 1998 dicover oleh penyanyi dan musisi luar negeri.

3 jam35 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Aktivis Hong Kong Joshua Wong Minta Jerman Dukung Gerakan Pro-Demokrasi

Joshua Wong minta Jerman ”mengamati perkembangan di Hong Kong dan bersuara dengan tegas“ setelah pemberlakuan undang-undang keamanan…

3 jam35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Aktivis Hong Kong Joshua Wong Minta Jerman Dukung Gerakan Pro-Demokrasi

Joshua Wong minta Jerman ”mengamati perkembangan di Hong Kong dan bersuara dengan tegas“ setelah pemberlakuan undang-undang keamanan…

3 jam35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Konflik Dengan Cina Meningkat, India Belanja Persenjataan Tempur Rusia Senilai Rp 73 T

Di tengah ketegangan dan konflik di perbatasan India-Cina di Himalaya, India sepakat beli sistem persenjataan militer dari Rusia seharga…

3 jam35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Konflik Dengan Cina Meningkat, India Belanja Persenjataan Tempur Rusia Senilai Rp 73 T

Di tengah ketegangan dan konflik di perbatasan India-Cina di Himalaya, India sepakat beli sistem persenjataan militer dari Rusia seharga…

3 jam35 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Fakta Unik Utqiagvik, Kota Paling Utara di Bumi yang Jarang Melihat Matahari

Matahari tengah malam bukan satu-satunya kejadian yang membuat Utqiagvik menarik di mata wisatawan.

3 jam36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Fakta Unik Utqiagvik, Kota Paling Utara di Bumi yang Jarang Melihat Matahari

Matahari tengah malam bukan satu-satunya kejadian yang membuat Utqiagvik menarik di mata wisatawan.

3 jam36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

TERBARU Promo Indomaret Super Hemat Berlaku hingga 7 Juli 2020, Harga Spesial Popok hingga Susu

Promo Indomaret Super Hemat berlaku hingga 7 Juli 2020, ada produk apa saja? Simak di sini

3 jam36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

TERBARU Promo Indomaret Super Hemat Berlaku hingga 7 Juli 2020, Harga Spesial Popok hingga Susu

Promo Indomaret Super Hemat berlaku hingga 7 Juli 2020, ada produk apa saja? Simak di sini

3 jam36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Melihat Perjalanan Sejarah Mangga Besar hingga Jadi Pusat Kuliner Malam

Mangga Besar yang terletak di Jakarta Barat, berpuluh-puluh bahkan beratus tahun telah dikenal sebagai tempat wisata malam warga Jakarta

3 jam36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Melihat Perjalanan Sejarah Mangga Besar hingga Jadi Pusat Kuliner Malam

Mangga Besar yang terletak di Jakarta Barat, berpuluh-puluh bahkan beratus tahun telah dikenal sebagai tempat wisata malam warga Jakarta

3 jam36 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Sariawan Bikin Tak Nyaman Sampai Kehilangan Nafsu Makan, Sembuhkan dengan Bahan Alami Ini di Rumah

Tak perlu biaya mahal, berikut cara mengobati sariawan dengan bahan alami yang ada di rumah.

3 jam37 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Sariawan Bikin Tak Nyaman Sampai Kehilangan Nafsu Makan, Sembuhkan dengan Bahan Alami Ini di Rumah

Tak perlu biaya mahal, berikut cara mengobati sariawan dengan bahan alami yang ada di rumah.

3 jam37 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pemerintah Pantau 38.767 ODP dan Awasi  13.609 PDP per 3 Juli

Seperti diketahui, jumlah ODP pada hari ini menurun ketimbang pada hari Kamis kemarin, sementara PDP jumlahnya naik.

3 jam37 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pemerintah Pantau 38.767 ODP dan Awasi  13.609 PDP per 3 Juli

Seperti diketahui, jumlah ODP pada hari ini menurun ketimbang pada hari Kamis kemarin, sementara PDP jumlahnya naik.

3 jam37 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Kemenperin Gelar Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Bagi IKM Terdampak Covid-19

Kementerian Perindustrian menggelar program restrukturisasi mesin dan peralatan untuk penumbuhan

3 jam37 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Kemenperin Gelar Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Bagi IKM Terdampak Covid-19

Kementerian Perindustrian menggelar program restrukturisasi mesin dan peralatan untuk penumbuhan

3 jam37 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Meski Bukan Tim Idolanya, Gelandang Persebaya Sebut Liverpool Pantas Juara

Gelandang Persebaya, Aryn Williams sebut Liverpool pantas juara dan berharap Arsenal bisa naik keempat besar

3 jam37 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Meski Bukan Tim Idolanya, Gelandang Persebaya Sebut Liverpool Pantas Juara

Gelandang Persebaya, Aryn Williams sebut Liverpool pantas juara dan berharap Arsenal bisa naik keempat besar

3 jam37 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

7 Etika saat Liburan ke Inggris, Termasuk Cara Sopan Menjawab Pertanyaan "How do you do?"

Saat traveling ke Inggris, ada beberapa etika dan peraturan yang harus dipatuhi wisatawan.

3 jam38 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

7 Etika saat Liburan ke Inggris, Termasuk Cara Sopan Menjawab Pertanyaan "How do you do?"

Saat traveling ke Inggris, ada beberapa etika dan peraturan yang harus dipatuhi wisatawan.

3 jam38 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

5 Alasan Mengapa Harus Nonton Film Terbaru Netflix Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga

Eurovision Song Conntest: The Story of Fire Saga dibintangi oleh Will Ferrell dan Rachel McAdams.

3 jam38 menit Tribunnews