Seluruh Bandara di Uni Emirat Arab Kembali Dibuka

Uni Emirat Arab kembali membuka bandara-bandara di seluruh negara setelah tutup karena virus Corona. Tapi penerbangan yang tersedia masih terbatas.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Fat Mike Puji Unit Pop Punk Bandung, Tapi Dikira Girl Band dari Jepang

Punya sebuah band dan didengarkan oleh musisi top adalah impian. Hal itu baru saja terwujud bagi Saturday Night Karaoke (SNK).

21 jam53 menit Detik

Detik

MRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal Jumat 5 Juni

Mulai Jumat (5/6/2020) MRT Jakarta kembali beroperasi normal.

21 jam53 menit Detik

Detik

Pengusaha Makanan Rencana Ganti Karyawan dengan Mesin

Untuk mempertahankan produksi di tengah pandemi, pengusaha makanan berencana menambah mesin dan mengurangi jumlah tenaga manusia.

21 jam53 menit Detik

Detik

Face Shield Made in Difabel Laris Manis Jelang New Normal

Face shield buatan para difabel di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga laris manis dipesan oleh para pelaku UMKM dan instansi.

21 jam53 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Inflasi Sultra Terkendali di 0,26%

Inflasi yang dialami Sultra berada pada level rendah dan terkendali.

21 jam53 menit Detik

Detik

New Normal, BUMN Ini Wajibkan Karyawan Tes Corona Sebelum Ngantor

Pegawai yang masuk harus dalam kondisi sehat dan lolos screening kriteria kesehatan hasil rapid test atau pun swab.

21 jam53 menit Detik

Detik

Besok PNS New Normal, Mulai Ngantor Lagi?

Kapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jakarta masuk ke kantor lagi?

21 jam53 menit Detik

Detik

2 Eksekutor Pembunuhan Pupung-Dana Dituntut Hukuman Mati

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Kusumawanto alias Agus dan Muhammad Nursahid alias Sugeng dituntut hukuman mati.

21 jam54 menit Detik

Detik

Digital Diary yang Disebut Jokowi: Aplikasi Pelacak Gerak Kasus COVID-19

Digital Diary dari Selandia Baru disebut Jokowi sebagai contoh supaya bisa ditiru RI untuk melacak kasus COVID-19. Digital Diary itu bernama NZ COVID Tracer.

21 jam54 menit Detik

Detik

94 Pasien Corona di Kalbar Sembuh, Gubernur Tak Mau Ada Stigma Negatif

Gubernur Kalbar Sutarmidji kembali melepas kepulangan 24 pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh. Dia ingin mendorong mental para pasien yang telah sembuh.

21 jam54 menit Detik

Detik

Catat! Ini Aturan Rumah Makan-Masjid di Depok saat New Normal 5 Juni

New normal di Depok mulai diberlakukan pada Jumat 5 Juni 2020. Sederet aturan baru diterapkan bagi warga yang hendak beraktivitas dan beribadah.

21 jam54 menit Detik

Detik

Mobile GPS Korsel yang Jokowi Bilang Bisa Lacak Corona Lebih Agresif

Jokowi ingin agar pelacakan kasus COVID-19 lebih agresif memanfaatkan teknologi. Salah satu rujukan Jokowi adalah pelacakan menggunakan mobile GPS ala Korsel.

21 jam54 menit Detik

Detik

Ini Alasan Gadis Muda di Sulsel Mau Menikah dengan Duda 60 Tahun

Keduanya berharap agar warga menilai pernikahan mereka sebagai hal yang wajar-wajar saja dan tidak dilebih-lebihkan.

21 jam54 menit Detik

Detik

Istana Presiden Terapkan New Normal: Jemaah Masjid-Undangan Dibatasi

Lingkungan Istana Kepresidenan menerapkan 'new normal.' Ada beberapa pembatasan dilakukan, termasuk soal kuota jemaah di masjid lingkungan Istana Kepresidenan.

21 jam54 menit Detik

Detik

MUI Keluarkan Fatwa Penyelenggaraan Salat Jumat untuk Cegah COVID-19

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait penyelenggaraan salat Jumat untuk mencegah penularan Corona. Fatwa ini diumumkan usai dibahas panjang.

21 jam54 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

.VOA.

Australia akan Mulai Kembali Penerbangan ke Selandia Baru

Australia berencana memulai kembali penerbangan ke Selandia Baru pada tanggal 1 Juli, sebagai bagian dari rencana besar untuk menghidupkan kembali layanan penerbangan internasional. Bandara Canberra baru-baru ini membuka pendaftaran bagi mereka yang ingin terbang dari ibu kota Australia itu ke ibu kota Selandia Baru, Wellington. Proposal untuk memulai kembali penerbangan antara kedua ibu kota itu dibahas dalam pembicaraan antara kedua pemerintah, Qantas dan Air New Zealand, kata Direktur Pelaksana Bandara Canberra Stephen Byron, Kamis (4/6). Berdasarkan proposal tersebut, penerbangan antara kedua ibu kota itu tidak akan mengharuskan para penumpangnya menjalani karantina. Menurut Bandara Canberra, tidak lama setelah pendaftaran dibuka untuk penerbangan 1 Juli, 140 nama calon penumpang tercatat pada jam pertama. “Permintaan yang tinggi ini mendukung dimulainya kembali penerbangan komersial. Namun juga perlu ditegaskan bahwa penerbangan ini baru bisa dimulai setelah pihak berwenang medis berpendapat bahwa ini aman,” kata Byron kepada Associated Press. “Kita harus memastikan bahwa ini benar-benar aman. Tidak diragukan bahwa jumlah penularan COVID-19 di kedua belah pihak sangat rendah. Ini sekedar uji coba dan kami memulainya dengan dua kota yang paling aman di dunia dari COVID-19,” kata Byron. Selandia Baru hampir berhasil memberantas virus corona setelah 13 hari tidak memperoleh kasus baru. Hanya satu orang di negara berpenduduk 5 juta orang itu yang diketahui masih memiliki virus tersebut. Namun masih mungkin bahwa negara itu akan mengimpor kasus baru segera setelah perbatasannya dibuka kembali. [ab/uh]

22 jam59 menit VOAIndonesia

.VOA.

Parlemen Hong Kong Lakukan Debat Akhir tentang Lagu Kebangsaan China

Parlemen Hong Kong, Kamis (4/6) memulai debat akhir mengenai RUU kontroversial yang akan menghukum mereka yang menunjukkan sikap tidak hormat terhadap lagu kebangsaan China. Acara hari Kamis ini sempat terganggu ketika dua anggota yang prodemokrasi bergegas maju ke depan majelis dan mengangkat poster bertulisan “Rezim pembunuh bau selama puluhan ribu tahun” sebelum menumpahkan sepanci cairan berbau busuk ke lantai. Kedua orang itu kemudian dikeluarkan dari majelis. RUU itu menyatakan siapapun yang dengan sengaja menghina lagu kebangsaan dengan mengolok-olok atau dengan cara-cara lainnya, menghadapi ancaman hukuman hingga tiga tahun penjara dan denda lebih dari 6.000 dolar. Legislasi ini diajukan tahun lalu untuk menanggapi penonton yang kerap mengolok-olok lagu kebangsaan China “Mars bagi Para Sukarelawan” dalam pertandingan sepak bola. Legislasi itu diperkirakan akan disetujui pada Kamis (4/6). Pusat keuangan global ini dilanda protes antipemerintah besar-besaran yang kerap berubah menjadi kekerasan pada semester ke-dua 2019. Protes itu awalnya dipicu oleh RUU ekstradisi yang kontroversial namun akhirnya berubah menjadi tuntutan bagi demokrasi yang lebih luas. Banyak warga Hong Kong khawatir otonomi mereka lambat laun dikikis oleh pemerintah pusat di China daratan yang semakin mencampuri urusan Hong Kong. Pemungutan suara mengenai RUU lagu kebangsaan ini berlangsung tepat sepekan setelah parlemen China menyetujui undang-undang keamanan nasional baru bagi Hong Kong, yang akan mencegah dan menghukum tindakan “pemisahan, subversi atau aktivitas terorisme” yang mengancam keamanan nasional.“ [uh/ab]

22 jam59 menit VOAIndonesia

.VOA.

Chili Catat Kematian Terbesar Dalam Sehari Akibat COVID-19

Pihak berwenang menyatakan Chili, yang melaporkan kasus virus corona terbanyak di Amerika Selatan, mengukuhkan 87 kematian akibat virus itu dalam satu hari saja pada hari Rabu (3/6). Itu adalah lonjakan tertinggi dalam satu hari sejak wabah mulai merebak lebih dari dua bulan silam. Lonjakan kasus virus corona di Chili telah membuat kewalahan sistem layanan kesehatan negara itu. Peningkatan jumlah kasus dan kematian mendorong pihak berwenang untuk memperpanjang masa karantina di Santiago hingga memasuki minggu ke-empat. Sejauh ini Chili telah mengukuhkan lebih dari 113 ribu kasus COVID-19 dan lebih dari 1.200 kematian. Chili, Brazil, Kolombia, Peru, Meksiko, Haiti, Argentina dan Bolivia adalah negara-negara Amerika Latin dengan jumlah kasus terbanyak. Dr. Michael Ryan, Direktur Eksekutif WHO memberitahu para wartawan sebelumnya pekan ini, Amerika Tengah dan Selatan telah menjadi zona penularan virus corona yang intens. Dr. Ryan mengatakan ia tidak yakin kawasan itu telah mencapai puncak penularan dan bahwa ia tidak dapat memprediksi kapan masa puncak itu akan terjadi. Ia menyerukan dukungan dan solidaritas internasional bagi negara-negara di kawasan itu. [uh/ab]

22 jam59 menit VOAIndonesia

TRIBUNNEWS

Wamendes Sebut Kasus Corona di Desa Hanya 3 Persen

Dari 28 ribu masyarakat yang positif terkena Covid, hanya 2-3 persen yang ada di pedesaan.

22 jam59 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jawaban Soal TVRI SD Kelas 1-3 Jumat 5 Juni 2020, Belajar dari Rumah Materi Senam Irama

Kunci Jawaban Soal Belajar dari Rumah Materi Sahabat Pelangi Senam Irama TVRI untuk SD kelas 1, 2, dan 3 Jumat 5 Juni 2020

22 jam59 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Bukan Soal Uang, Ini Motivasi Juara Kelas Bulu UFC Tantang Conor McGregor

Juara kelas ringan UFC, Alexander Volkanovski, mempunyai alasan untuk bersedia bertanding melawan Conor McGregor.

22 jam59 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jawaban Soal TVRI SD Kelas 1-3 Materi Senam Irama, Belajar dari Rumah Jumat 5 Juni 2020

Simak jawaban soal TVRI SD kelas 1-3 pada Jumat, 5 Juni 2020 dalam program Belajar dari Rumah, yang membahas tentang Senam Irama.

22 jam59 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Jaga Ekonomi, Politikus PAN Sebut Pelonggaran PSBB Memang Diperlukan

Intan Fauzi mengatakan, dampak pandami Covid-19 di Indonesia bukan hanya persoalan kesehatan saja, tapi juga ekonomi dan sosial

22 jam59 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Chord Gitar Lagu Pergi Untuk Kembali - Ello, Lengkap dengan Video Klip, Download MP3 di Sini

Berikut chord gitar lagu Pergi Untuk Kembali dari Ello, lengkap dengan video klip dan link download MP3nya.

22 jam59 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Protokol Kesehatan dari 6 Maskapai Penerbangan di Dunia, Termasuk Emirates

Berikut protokol kesehatan dari sejumlah maskapai penerbangan di dunia yang dirangkum TribunTravel.

22 jam59 menit Tribunnews