Siap-siap Dirazia Polisi Inggris, Langgar Karantina Didenda Rp 18 Juta

Warga Inggris yang baru pulang dari luar negeri, siap-siap didatangi polisi ke rumah. Mereka akan mengecek apakah kamu melanggar aturan karantina atau tidak.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Foto: Negara Cantik Pertama di Eropa yang Bebas Corona

Montenegro mendeklarasikan diri sebagai negara pertama di Eropa yang bebas Corona. Negara cantik ini bebas dikunjungi wisatawan dari 131 negara di dunia.

17 jam26 menit Detik

Detik

Penonton Bola di Stadion: Kardus, Boneka Seks, Teddy Bear

Laga sepakbola memang sudah dimainkan lagi, sekalipun ada beberapa penyesuaian terkait new normal. Dalam hal penonton di stadion, misalnya.

17 jam27 menit Detik

Detik

David Luiz Tolak Benfica, Lalu Akan Perpanjang Kontrak di Arsenal

Masa depan David Luiz dibocorkan oleh Presiden Benfica Luis Felipe Vieira. Bek Arsenal itu akan segera memperpanjang kontrak dengan Meriam London.

17 jam27 menit Detik

Detik

Foto: Stadion Barombong Nasibmu Kini

Stadion Barombong di Makassar, Sulawesi Selatan, terbengakalai. Seperti ini, potret terkini calon kandang PSM Makassar itu.

17 jam27 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Giroud Bertahan di Chelsea karena Kuasa Tuhan

Olivier Giroud nyaris pergi dari Chelsea Januari lalu. Ada kuasa Tuhan dan janji Frank Lampard yang membuat Giroud akhirnya bertahan.

17 jam27 menit Detik

Detik

Petrucci Tinggalkan Ducati di Akhir Musim MotoGP 2020

Musim ini menandai musim terakhir Danillo Petrucci di Ducati. Rider Italia itu memastikan bahwa kerjasamanya dengan Ducati tak akan berlanjut di MotoGP 2021.

17 jam27 menit Detik

Detik

Geliat Industri Pelindung Wajah Rumahan di Saat Pandemi

Pelindung wajah jadi salah satu apd yang diburu di masa pandemi COVID-19. Permintaan yang meningkat membuat industri rumahan yang memproduksi apd itu kian sibuk

17 jam27 menit Detik

Detik

Video: Lion Air Hentikan Penerbangan Mulai 5 Juni

Lion Air Group menghentikan sementara operasional penerbangan penumpang domestik dan internasional mulai 5 Juni 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

17 jam27 menit Detik

Detik

Tak Ada Perjalanan Haji Tahun Ini, Nasib Agen Travel Bagaimana?

Kerugian membayangi bisnis perjalan haji tahun ini.

17 jam27 menit Detik

Detik

Perbandingan Jumlah Pekerja China dan Lokal di RI

Minister Counselor Kedutaan Besar China di Indonesia Wang Liping bicara soal perbandingan jumlah tenaga kerja China dan lokal di RI.

17 jam27 menit Detik

Detik

Luhut Sebut Omnibus Law Rampung Juli

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, omnibus law bakal rampung pada bulan depan.

17 jam27 menit Detik

Detik

Resmikan Proyek Bendungan Kalukku, Ini Pesan Gubernur Sulbar

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar meninjau proyek Bendungan Kalukku, di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

17 jam27 menit Detik

Detik

Pria Illinois Didakwa Hasut-Bawa Bahan Peledak Saat Rusuh di Minneapolis

Seorang pria diduga membawa bahan peledak ke demonstrasi di Minneapolis dari Illinois, AS. Ia juga dituduh melakukan penghasutan dalam kerusuhan.

17 jam27 menit Detik

Detik

Pasien Positif Corona Klaster Pasar Cileungsi Bertambah Jadi 13 Orang

Ade Yasin mengatakan hari ini ada 12 kasus baru positif Corona. Enam di antaranya masuk klaster Pasar Cileungsi.

17 jam27 menit Detik

Detik

Fakta-fakta di Balik Penangkapan Nurhadi oleh KPK

Pelarian eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi berakhir setelah hampir 4 bulan jadi buron.

17 jam27 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Keji, Ayah di Jambi Cabuli Anak Sendiri Selama 2 Tahun

Pria berusia 37 tahun itu tega mencabuli anak perempuannya itu selama 2 tahun sejak masih duduk di bangku SD hingga sekarang SMP.

17 jam27 menit Detik

Detik

Simpan Sabu, Oknum ASN Basarnas Banjarmasin Ditangkap Polisi

Polres Kota Banjarbaru menangkap seorang oknum ASN di lingkungan Basarnas Banjarmasin karena memiliki dan menyimpan narkotika jenis sabu.

17 jam27 menit Detik

Detik

Nurhadi Tertangkap, Persembunyian Harun Masiku Belum Terungkap

Eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky, akhirnya tertangkap. Namun, tempat persembunyian buronan KPK lainnya, Harun Masiku belum terungkap.

17 jam27 menit Detik

Detik

Angka Kesembuhan Pasien COVID-19 di Sultra Tembus 50,81 Persen

"Alhamdulillah, angka kesembuhan pasien kita sudah mencapai di atas 50%, tanpa penambahan kasus baru," terang La Ode.

17 jam28 menit Detik

Detik

26 Santri di Luwu Utara Klaster Temboro Dinyatakan Sembuh dari Corona

26 santri Luwu Utara dari klaster Temboro Magetan, Jawa Timur, sempat positif COVID-19. Mereka kini dinyatakan sembuh dari COVID-19.

17 jam28 menit Detik

Detik

Antisipasi Penumpukan Antrean, SIM Keliling Dioperasikan di TMII Besok

Meski begitu, warga yang sudah jatuh tempo diberikan dispensasi hingga 29 Juni 2020.

17 jam28 menit Detik

Detik

Nadiem Tunjuk Chatarina Girsang Jadi Plt Irjen Kemendikbud

Mendikbud Nadiem Makarim mengganti Inspektur Jenderal (Irjen) di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

17 jam28 menit Detik

.VOA.

Jokowi: Pembukaan Kembali Bisnis, Tempat Ibadah, dan Sekolah Harus Lewati Tahapan Ketat

Pemerintah belum menentukan kapan seluruh aktivitas ekonomi, tempat ibadah dan sekolah akan dibuka lagi, mengingat jumlah kasus virus corona di Indonesia masih terus meningkat.

18 jam36 menit VOAIndonesia

.VOA.

Protes Antirasisme Berubah Jadi Kekerasan di Brazil

Para aktivis di Brazil yang sudah muak dengan kejahatan oleh polisi terhadap warga kulit hitam Senin malam berkumpul untuk unjuk solidaritas dengan demonstran di Amerika Serikat, yang berdemonstrasi menentang kematian seorang lelaki kulit hitam oleh polisi kulit putih yang menindih tengkuknya sewaktu ia ditangkap. Polisi di Brazil menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan protes antirasisme yang kemudian berakhir menjadi kekerasan di Curitiba, kota di bagian selatan Brazil. Warga kulit hitam dan warga berlatar belakang multietnis adalah sebagian kecil dari satu juta lebih penduduk Curitiba. Demonstrasi yang semula berlangsung damai itu perlahan-lahan berubah menjadi kekerasan sewaktu sejumlah pengunjuk rasa mulai meneriakkan slogan-slogan menentang rasisme dan Presiden Brazil Jair Bolsonaro serta merusak bangunan-bangunan di sekitar rumah gubernur. Belum ada laporan mengenai penangkapan oleh polisi. Pada hari Minggu, polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan protes "Black Lives Matter" di Rio de Janeiro. [uh/ab]

18 jam36 menit VOAIndonesia

.VOA.

Pemimpin Hong Kong Tuduh AS Gunakan ‘Standar Ganda’ Terkait Protes

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, mengatakan protes dengan kekerasan di Amerika Serikat merupakan contoh pemerintah negara asing yang menerapkan standar ganda bila berkenaan dengan pendekatan China dalam menumpas protes-protes anti-Beijing selama setahun ini. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pekan lalu mengumumkan AS tidak lagi menganggap Hong Kong otonom dari pemerintahan otokratis China, setelah parlemen Hong Kong menyetujui legislasi yang akan mencegah dan menghukum tindakan “pemisahan diri, subversi atau aktivitas terorisme” yang mengancam keamanan nasional, dan memungkinkan badan-badan keamanan China beroperasi secara terbuka di Hong Kong. Lam mengatakan kepada wartawan hari Selasa (2/6) bahwa AS dan pemerintah negara-negara lain yang telah mengkritik China “sangat khawatir akan keamanan nasional mereka sendiri, tetapi mengenai keamanan nasional Hong Kong, mereka melihat hal-hal buruknya saja.” Ia meminta perhatian wartawan terhadap reaksi di AS terkait demonstrasi prodemokrasi di Hong Kong tahun lalu, dan membandingkannya dengan bagaimana pemerintah setempat di AS menangani kerusuhan yang dipicu oleh kematian seorang lelaki kulit hitam dalam tahanan polisi di Minneapolis pekan lalu. Dengan 1.300 bisnis Amerika yang beroperasi di pusat keuangan ini, Lam memperingatkan AS akan “merusak kepentingan mereka sendiri” apabila pemerintahan Trump membekukan status istimewa Hong Kong yang membuat kota itu menjadi mitra dagang utama AS. Pemerintah Hong Kong Rabu mengumumkan bahwa Lam akan memimpin delegasi pejabat senior Hong Kong ke Beijing pada hari Rabu untuk menyampaikan pandangannya kepada para pejabat China mengenai undang-undang keamanan nasional yang direncanakan berlaku di Hong Kong. [uh/ab]

18 jam36 menit VOAIndonesia