Willian dan Chelsea Sudah Berakhir

Willian menegaskan bakal meninggalkan Chelsea. Tak kunjung menemui kesepakatan kontrak baru menjadi penyebabnya.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Zico: Neymar Harus Tiru Profesionalitas Messi dan Ronaldo

Legenda Brasil, Zico, menyarankan Neymar meniru porfesionalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Level permainan Neymar dinilai masih di bawah dua sosok itu.

8 jam36 menit Detik

Detik

Pesepakbola 'Bandel' di Tengah Corona: Ronaldo Hingga Trio Persib

Ada banyak pesepakbola yang tetap nekat keluar rumah di tengah pandemi virus corona. Dari Cristiano Ronaldo hingga trio Persib, berikut daftarnya.

8 jam36 menit Detik

Detik

Ratu Elizabeth: Jika Bersatu, Kita Akan Atasi Wabah Corona

"Bersama-sama kita menangani penyakit ini, dan saya ingin meyakinkan Anda bahwa jika kita tetap bersatu dan teguh, maka kita akan mengatasinya," kata Elizabeth.

8 jam37 menit Detik

Detik

BMKG: Waspada Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Pada Siang-Sore Hari Ini

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jaksel dan Jaktim pada siang dan sore hari," tulis BMKG.

8 jam37 menit Detik

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

.VOA.

Paus Rayakan Misa Minggu Palem secara Tertutup dan Tanpa Dihadiri Umat

Paus Fransiskus Minggu (5/4) mendesak orang-orang muda agar menghargai pahlawan yang sejati, ketika dunia sedang menanggapi pandemi virus corona. Dalam Misa Minggu Palem di Basilika Santo Petrus yang kosong, Paus mengatakan, pahlawan sejati adalah mereka yang mengorbankan diri demi menyelamatkan orang lain.  Paus Fransiskus merayakan Misa Minggu Palem di balik pintu tertutup dan tanpa dihadiri oleh umat, dari Tahta Santo Petrus. Ini merupakan permulaan dari Minggu Suci dan belum pernah berlangsung dalam suasana seperti ini baik di Vatikan maupun di tempat-tempat lain di dunia. Berbicara kepada umat Katolik di seluruh dunia, yang menonton di televisi atau lewat Internet, Paus Fransiskus memberitahu mereka agar tetap tabah dalam menghadapi tragedi pandemi ini, meskipun sedemikian banyaknya harapan yang musnah, dan juga perasaan ditinggalkan di sanubari banyak orang. Paus mengatakan, “tragedi yang kita hadapi memanggil kita untuk lebih serius, dan jangan terperangkap dalam hal-hal yang kurang bermakna; menyadari kembali bahwa kehidupan ini tidak ada artinya tanpa pelayanan kepada sesama manusia .” Paus mendesak umatnya untuk membantu orang yang sedang menderita dan paling membutuhkan bantuan. Dia memberitahu mereka agar jangan memprihatinkan kekurangan mereka sendiri, tetapi memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk orang lain. “Mencintai, berdoa, mengampuni, dan memperhatikan yang lain, di dalam keluarga, dan di dalam masyarakat: semua ini pasti sulit. Ini seperti via crucis atau jalan salib,” kata Paus, mengacu kepada penderitaan Yesus menjelang penyalibannya. Paus memberitahu generasi muda agar mencontoh para pahlawan sejati yang banyak kita saksikan pada hari-hari ini. Mereka tidak terkenal, kaya, atau sukses, katanya, tetapi mereka memberikan pengorbanan demi menyelamatkan orang lain. “Anda juga harus terpanggil untuk mempertaruhkan nyawa Anda,” katanya. [jm/ii]

9 jam54 menit VOAIndonesia

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

Ketika KSAD Beri Dukungan Lewat Video Call Kepada Tenaga Medis yang Tangani Pasien Covid-19

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa berbincang langsung dengan tenaga medis yang menangani pasien corona lewat sambungan video call.

9 jam55 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Istana Bagi-bagi Paket Nasi Boks Kepada Pengendara yang Melintas di Jalan Veteran Jakarta Pusat

Sekretariat Presiden (Setpres) membagikan paket nasi boks bagi para pengendara yang melewati Jalan Veteran, Jakarta Pusat.

9 jam55 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Update 5 April, Pasien Positif Terjangkit Covid-19 di Papua Ada 26 Orang

Jumlah itu bertambah 8 pasien dibandingkan hari sebelumnya. Tiga kasus di Kota Jayapura dan lima kasus di Mimika.

9 jam55 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

38 Pasien Terjangkit Virus Corona di Jawa Timur Sembuh, Gubernur Khofifah Apresiasi Tenaga Medis

Jumlah itu, kata Khofifah, lebih tinggi dibanding pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 yang mencapai 14 orang.

9 jam55 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Tanah Longsor Landa Tana Toraja, Tiga Orang Tewas

Bencana tersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Tana Toraja sejak Sabtu (4/4/2020) sore hingga malam hari.

9 jam55 menit Tribunnews

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

TRIBUNNEWS

Terdengar Benda Jatuh di Atap Rumah: Saat Dicek, Warga Mojokerto Kaget Temukan Sosok Bayi Menangis

Diduga pelaku pembuangan bayi yang baru lahir itu adalah si ibu kandung. Itu berdasarkan kronologi yang dihimpun jajaran Polres Mojokerto.

9 jam55 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Istana Sambut Positif Upaya Warga Cek Suhu Tubuh Cegah Penyebaran Virus Corona

Pengukuran suhu tubuh seseorang menjadi salah satu antisipasi guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

9 jam55 menit Tribunnews

BISNIS

Gempa Tektonik Magnitudo 6,1 Guncang Jailolo

Gempa tektonik dengan magnitudo 6,1 mengguncang kira-kira 122 kilometer barat laut Jailolo, Provinsi Maluku Utara (Malut) pukul 01:37:10 WIB pada kedalaman 10 kilometer, Senin dini hari (6/4/2020).

9 jam55 menit Bisnis

BISNIS

Klarifikasi SK Cawagub DKI, Ombudsman Surati Panitia Pemilih

SK ketetapan dua cawagub DKI Jakarta, yakni Nurmansjah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra, yang dikeluarkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi pada Selasa (24/3/2020) dianggap melangkahi salah satu dari dua prosedur yang menjadi dasarnya.

9 jam55 menit Bisnis

BISNIS

Harga Jual CPO Sampoerna Agro (SGRO) Terkerek

Harga jual CPO saat ini tercatat Rp8.000 per kg, naik dibandingkan dengan kisaran pada tahun lalu di angka Rp6.000 s.d Rp7.000 per kg.

9 jam55 menit Bisnis

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

JPNN.

Huawei Bakal Luncurkan Tiga Smartphone Terbaru

JPNN.com, JAKARTA - Setelah meluncurkan Nova 7i pada Februari 2020 lalu, Huawei berencana akan meluncurkan smartphone terbaru yaitu Nova 7 series. Ada tiga model Nova 7 yang akan diluncurkan mulai dari Nova 7, Nova 7 SE, dan Nova 7 Pro. Peluncuran sendiri sudah dijadwalkan 23 April 2020 mendatang. Setelah diperkenalkan, produsen smartphone asal Tiongkok itu berencana akan memasarkan smartphone itu pada 28 April. Dilansir GSM Arena, Minggu (5/4), ketiga ponsel itu juga dikabarkan bakal ditenagai prosesor HiSilicon yang menggunakan Kirin 820, Kirin 985 dan Kirin 990 5G. Artinya seri Nova 7 itu kemungkinan ditenagai prosesor Kirin 985 dan model Pro akan diotaki prosesor 990 5G. Prosesor Kirin 985 itu diketahui akan berkinerja lebih rendah, dibandingkan dengan Kirin 990. Namun, chipset tersebut masih akan berkinerja lebih baik dibandingkan Kirin 980. Ketiga smartphone juga akan mendukung konektivitas 5G. Untuk seri Nova 7 Pro diperkirakan akan dibanderol seharga CNY3500 atau setara Rp8,1 juta. Diperkirakan seri Nova 7 dan Nova 7 SE akan dibanderol lebih murah dibandingkan model Pro.(mg9/jpnn)

9 jam55 menit Jpnn

JPNN.

Corona Diprediksi Membawa Berkah ke Bisnis Streaming Musik

JPNN.com - Counterpoint mencatat bisnis streaming musik tumbuh sekitar 32 persen (yoy) pada 2019, dengan Spotify dan Apple Music masih memimpin pasar.

9 jam56 menit Jpnn

JPNN.

Virus Corona Menggila, Polisi Gencar Berpatroli Imbau Warga Hindari Kerumunan

JPNN.com, JAKARTA - Petugas kepolisian pada Minggu (5/4) malam melakukan patroli di beberapa kawasan di Jakarta guna mengimbau kepada warga yang masih berkumpul guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19. Akun Twitter Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya yang dipantau di Jakarta, Minggu malam menginformasikan anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Jakarta Barat memberikan imbauan kepada warga yang sedang berkumpul di Halte Ujung Slipi Jaya, di Jalan Letjend S Parman untuk membubarkan diri. Selanjutnya, petugas Polda Metro Jaya bersama anggota TNI juga melakukan sosialisasi kepada warga mengenai "physical distancing" (jarak fisik) dan "stay at home" (tetap di rumah) di depan Mall Taman Anggrek dan di depan Season City, Jakarta Barat. Imbauan serupa juga dilakukan anggota Satlantas Polres Jakarta Selatan kepada warga dan pengemudi ojek daring di sekitar Blok M Plaza. Kepada pengojek daring, petugas mengimbau saat mereka beristirahat, sebaiknya tidak bergerombol dan tetap menjaga jarak minimal. Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia hingga Minggu (5/4) 2020 hingga  pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 2.273 kasus, dengan rincian pasien sembuh sebanyak 164 orang, sementara 198 meninggal dunia. Untuk diketahui, pada Sabtu (4/4) tercatat kasus positif sebanyak 2.092 kasus, dengan pasien sembuh sebanyak 150 orang, dan meninggal dunia 191 orang. Sejauh ini, berdasarkan catatan pemerintah menunjukkan DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif COVID-19 terbanyak, yaitu 1.124 jiwa per 5 April.(Antara/jpnn)

9 jam56 menit Jpnn

Viva.co

Khabib Semprot Balik Ferguson, Ledek McGregor Pula

Ferguson dan McGregor dianggap petarung kacangan oleh Khabib.

9 jam56 menit Viva

Detik

Nekat! Pesepakbola yang Tetap Keluyuran di Tengah Corona

Ada banyak pesepakbola yang tetap nekat keluar rumah di tengah pandemi virus corona. Dari Cristiano Ronaldo hingga trio Persib Bandung, berikut daftarnya.

9 jam57 menit Detik

Belajar secara GRATIS di GOinggris

GO! Inggris adalah salah satu kursus bahasa Inggris online terbesar di Eropa, yang berencana untuk memasuki pasar Indonesia dalam beberapa minggu mendatang. Karena situasi saat ini di dunia, sangat penting bagi perusahaan kami untuk membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam pendidikan bahasa Inggris digital.

Jadi kami memutuskan untuk memberikan AKSES GRATIS - selama situasi virus berlangsung * - ke PAKET PREMIUM kami yang paling kompleks, yang mencakup seluruh tata bahasa Inggris dari tingkat pemula hingga mahir. Jadi, kamu dapat menghabiskan hari-hari kamu dengan waktu belajar secara gratis selama Covid - 19.

Siapa pun dapat mendaftar secara GRATIS.

Ini sekarang merupakan peluang besar bagi PERUSAHAAN dan SEKOLAH untuk membantu karyawan atau siswa mereka belajar bahasa Inggris secara gratis.

Detik

Ethiopia Laporkan Dua Pasien Meninggal Pertama Gegara Corona

Otoritas Ethiopia mengumumkan dua pasien meninggal pertama gegara virus Corona. Kedua pasien terdiri dari seorang pria dan wanita yang sempat dirawat intensif.

9 jam57 menit Detik

Detik

Ada Jenazah Kasus Corona Terlantar di Jalanan, Wapres Ekuador Minta Maaf

"Kami telah melihat gambar yang seharusnya tidak pernah terjadi dan sebagai pelayan publik, saya minta maaf," kata Sonnenholzer.

9 jam57 menit Detik

TRIBUNNEWS

Pemudik Mencak-mencak saat Didata, Petugas Disuruhnya Panggil Wali Kota Solo

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku kecewa. Menurut dia, seharusnya pendatang dari zona merah bersedia mengikuti aturan.

11 jam14 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Kesal Diteror Tetangga, Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Lampung Ancam Bakar Rumahnya Sendiri

Sebagian masyarakat masih menganggap pasien positif terjangkit virus corona (Covid19) sebagai aib.

11 jam14 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

WN Bulgaria Berstatus PDP Kabur dari RS, Jajaran Polres Lombok Barat Menangkapnya di Vila

Warga negara Bulgaria itu dibawa ke RS Kota Mataram oleh petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.

11 jam14 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko.