Ini Maklumat Gubernur Jateng hingga Sulsel Imbau Tidak Mudik Lebaran saat Darurat Corona

"Jika mudik itu bisa dikendalikan, saya bisa yakinkan Bapak di daerah bisa aman terkendali secara terukur," ujar Ridwan Kamil.
« Kembali Baca berita lengkap »

TRIBUNNEWS

Mayat di Halaman Masjid Tak Ada yang Berani Mendekat, 'Telantar' Sejam Sebelum Ada Petugas Pakai APD

Sesosok mayat pria sempat 'telantar' di masjid di Ciamis selama satu jam, warga takut mengevakuasi karena

6 jam33 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Seorang Pria Tega Bakar Rumah Ayahnya Gara-gara Tak Dibelikan Sepeda Motor, Berikut Faktanya

Pembakaran rumah tersebut dilakukan oleh M (27) yang merupakan anak kandung dari A (72).

6 jam33 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Serikat Media Siber Indonesia Siapkan Pusdiklat Untuk Penginapan Paramedis Untuk Perangi Covid 19

Dalam rangka memerangi Covid-19, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, siap mendukung program Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid-19.

6 jam33 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Arsenal Bakal Jadi Klub Pilihan Kedua Jika Gary Neville Gagal Gabung ke Manchester United

Gary Neville, mengungkapkan Arsenal adalah salah satu dari tiga klub impiannya jika dia tidak memperkuat Setan Merah.

6 jam33 menit Tribunnews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

TRIBUNNEWS

UPDATE Corona di Dunia 4 April 2020: 800 Ribu Kasus Aktif, Tertinggi AS dan Kematian Terbanyak Italia

hingga Sabtu (4/4/2020) pukul 05.00 WIB, terdapat 204 negara terinfeksi corona. 800 Ribu Kasus Aktif, Tertinggi AS & Kematian Terbanyak di Italia

6 jam33 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Warga Sukabumi Meninggal Setelah Dari Jakarta, Petugas Menanganinya Gunakan Seragam APD

Seorang warga di Palabuhan Ratu, Sukabumi meninggal dunia di RSUD Sekarwangi dan jenazahnya

6 jam33 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Mayat di Halaman Masjid Dibiarkan Selama 1 Jam karena Takut Corona, Warga Tunggu Petugas Pakai APD

Sesosok mayat pria sempat 'telantar' di masjid di Ciamis selama satu jam, warga takut mengevakuasi karena

6 jam33 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ahli Asal China Sebut Pandemi Corona Dapat Terkendali pada Akhir April 2020

Muncul di China pada Desember 2019 lalu, pandemi corona bisa terkendali pada akhir April, kata seorang ahli.

6 jam33 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Acara Pernikahan Masih Digelar di Kebumen, Polisi Pun Sibuk Membubarkan

Kapolsek Petanahan AKP Masngudin turun langsung dalam pembubaran yang dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB.

6 jam33 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Pegawai Kantor Staf Presiden Terdeteksi Positif Covid-19, Masih Berusia Muda dan Akan Diisolasi

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin menyebut seorang pegawai Kantor Staf Presiden (KSP) terdeteksi terjangkit virus Corona.

6 jam33 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Mayat Terbungkus Karung Itu Ternyata Rusnah, Dia Dibunuh Suami Sirinya Hanya karena Cemburu

Rusnah dibunuh suami sirinya dengan cara dipukul dengan kayu hingga pingsan, kemudian dimasukkan ke dalam karung dan ditenggelamkan ke dalam sungai.

6 jam33 menit Tribunnews

ANTARA NEWS

Liga Italia perpanjang masa penangguhan kompetisi

Liga Italia dipastikan akan memperpanjang masa penangguhan kompetisi musim 2019/2020 tanpa tenggat waktu akibat pandemi COVID-19. "Sehubungan dengan kemungkinan penyelesaian sisa-sisa pertandingan Liga Italia dan Piala ...

6 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Bursa saham Spanyol menguat, Indeks IBEX 35 ditutup naik 0,11 persen

Saham-saham Spanyol menguat pada perdagangan Jumat (3/4/2020) berbalik dari kerugian dua hari berturut-turut, dengan Indeks IBEX 35 di Bursa Efek Madrid naik 0,11 persen atau 7,50 poin, menjadi berakhir di 6.581,60 poin. Indeks ...

6 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Kabar baik penanganan COVID-19 di seluruh dunia

Wabah virus corona jenis baru penyebab COVID-19 tengah melanda berbagai negara di seluruh dunia. Sejumlah upaya pun dilakukan oleh berbagai pihak untuk menekan penyebaran virus corona atau pun meminimalisir dampak negatif ...

6 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

Dolar menguat dalam 3 hari beruntun, abaikan data suram pekerja di AS

Dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor berlindung dalam mata uang AS di tengah memburuknya kejatuhan ekonomi akibat wabah ...

6 jam33 menit Antaranews

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

ANTARA NEWS

LPSK perpanjang penerimaan permohonan tanpa interaksi

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memperpanjang penerimaan permohonan perlindungan hanya melalui platform tanpa interaksi langsung hingga 21 April 2020 untuk mencegah penyebaran COVID-19. "Kebijakan LPSK ...

6 jam33 menit Antaranews

ANTARA NEWS

FIFPro ingatkan banyak pesepak bola yang tak patut gajinya dipotong

Serikat pesepak bola dunia, FIFPro, mengingatkan kembali bahwa banyak pesepak bola profesional di dunia yang tak bisa memenuhi kebutuhan hidup jika gajinya dipotong karena krisis ekonomi dampak pandemi virus corona. Liga ...

6 jam34 menit Antaranews

ANTARA NEWS

KBVB bela keputusan rampungkan prematur Liga Pro Belgia

Federasi sepak bola Belgia, KBVB, membela keputusan operator Liga Pro Belgia merampungkan secara prematur kompetisi musim 2019/20 dengan menyebutnya sebagai langkah yang didasarkan pada kepentingan kesehatan masyarakat dan ...

6 jam34 menit Antaranews

KONTAN

IHSG rebound 2,02%, ini 10 saham net buy terbesar investor asing kemarin, Jumat (3/4)

Investor asing catat net buy terbesar terhadap 10 saham ini saat IHSG rebound 2,02% pada perdagangan Jumat (3/4).

6 jam34 menit Kontan

KONTAN

Wall Street rontok lebih 1,5%, masih dihantui dampak virus corona

Wall Street turun lebih dari 1,5% pada hari Jumat, corona tiba-tiba mengakhiri rekor pertumbuhan pekerjaan AS.

6 jam34 menit Kontan

BISNIS

Mahasiswa AS Remehkan Corona, Pulang Liburan 44 Orang Positif Covid-19

Para siswa, semuanya berusia 20-an tahun, terbang dengan pesawat sewaan ke Cabo San Lucas pada 14 Maret lalu. Beberapa mahasiswa lalu kembali dengan penerbangan komersial terpisah ke Texas pada 19 Maret lalu.

6 jam34 menit Bisnis

BISNIS

Catat! Jadwal KRL Commuter Line Mulai 7 April 2020

Untuk rute Cikarang Bekasi-Jakarta Kota pp, keberangkatan paling pagi dari Stasiun Cikarang adalah pukul 4.40 WIB, sementara dari Bekasi, keberangkatan paling pagi adalah pukul 4.38 WIB.

6 jam34 menit Bisnis

BISNIS

WHO Peringatkan Bahaya Relaksasi Kebijakan Lockdown

Selama virus corona masih ada dan ada banyak orang yang belum terinfeksi, maka tetap ada risiko pandemi kembali terjadi.

6 jam34 menit Bisnis

Viva.co

Bukti Liga Champions Jadi Bom Penyebaran Virus Corona COVID-19

Jumlah penderita virus corona di Prancis meningkat drastis.

6 jam35 menit Viva

Detik

Tips Merangsang 'G-Spot' Saat Bercinta

Salah satu titik paling sensitif adalah G-spot. Memberikan rangsang yang tepat di area ini bisa memaksimalkan orgasme saat bercinta.

6 jam35 menit Detik