Upaya Polisi Tekan Penularan Virus Corona di Pelayanan SIM

Pemerintah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk tetap berada di rumah dan melakukan Social Distancing. Polisi juga lakukan lho.
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Koleksi Mobil Terbaru Cristiano Ronaldo: Bugatti Centodieci Senilai Rp 145 M

Bintang Juventus ini disebut memesan 1 unit Bugatti Centodieci senilai USD 9 juta atau sekitar Rp 145,8 miliar.

10 jam4 menit Detik

Detik

Jualan Anjlok, Pedagang Motor Bekas Mulai Waswas

Pasar motor bekas mulai terkena efek pandemi corona. Jumlah transkasi mengalami penurunan, penjual sudah mulai waswas.

10 jam4 menit Detik

Detik

Pasar Motor Bekas Sepi karena Corona, Siap-siap Ada Banting Harga

Penjualan motor bekas ikut melorot akibat pandemi virus corona, bahkan diprediksi penurunan bisa mencapai 25-30 persen.

10 jam4 menit Detik

Detik

Presiden Atletico: Pemain Tak Akan Keberatan Gajinya Dipotong

Pandemi virus corona mengganggu keuangan klub-klub sepakbola. Presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo, yakin timnya akan paham jika gajinya dipotong.

10 jam4 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Mantul! Ariana Grande Bagi-bagi Uang Jutaan pada Fans di Tengah Corona

Ariana Grande menyadari nasib tak beruntung terhadap para penggemarnya yang terkena dampak ekonomi akibat pandemi Corona.

10 jam4 menit Detik

Detik

Buat Lagu Parodi 'Gara-gara Corona', Project Pop Hanya Ingin Menghibur

Baru-baru ini, Project Pop memparodikan lagu 'Gara-gara Kahitna' menjadi 'Gara-gara Corona'.

10 jam5 menit Detik

Detik

Terkuak! Alasan Kiwil Ogah Digugat Cerai Meggy

Meggy Wulandari menggugat cerai Kiwil. Keputusan ini akhirnya diambil Meggy setelah sejak lama ia ingin bercerai.

10 jam5 menit Detik

Detik

Ungkapan Rindu Andrea Dian untuk Ganindra Bimo

Andrea Dian hingga saat ini masih menjalankan isolasi di salah satu rumah sakit lantaran positif Corona.

10 jam5 menit Detik

Detik

Bintang Netflix Ini Meninggal Dunia karena Virus Corona

Bintang serial Netflix 'You', Mark Blum, meninggal dunia usai terinfeksi virus Corona.

10 jam5 menit Detik

Detik

Kiwil Benarkan Tak Ikhlas Meggy dengan Pria Lain

Kiwil sepakat berpisah dari Meggy Wulandari. Namun ada hal yang disebut Meggy sulit diterima oleh Kiwil.

10 jam5 menit Detik

Detik

Romantisnya Ganindra Bimo ke Andrea Dian: My Heart is Wherever You Are

Ganindra Bimo dan Andrea Dian saat ini harus berjauhan sementara lantaran Corona.

10 jam5 menit Detik

Detik

Driver Online Curhat, Leasing Tolak 'Libur' Cicilan Kredit

Pemerintah memberikan keringanan bayar cicilan kredit kepada driver ojek online (ojol) dan taksi online untuk mengurangi dampak dari virus corona.

10 jam6 menit Detik

Detik

Perhatian! Pasar Tanah Abang Tutup Sebagian Mulai Hari Ini

Perumda Pasar Jaya memutuskan menutup Pasar Tanah Abang di Blok A, Blok B dan Blok F.

10 jam6 menit Detik

Detik

Bisnis Bus Diterjang Corona, Omzet Terjun Bebas

Merebaknya Corona (Covid-19) membuat omzet pengusaha bus anjlok signifikan.

10 jam6 menit Detik

Detik

Beda Kondisi Terpuruknya Rupiah Sekarang dan Krismon 98

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat mengalami pelemahan hingga ke level Rp 16.000an. Posisinya sama seperti saat krismon 98.

10 jam6 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Daftar Usaha yang Boleh 'Libur' Nyicil ke Bank

Untuk menyelamatkan sektor usaha terutama UMKM, pemerintah memberikan kebijakan relaksasi terkait keuangan.

10 jam6 menit Detik

Detik

Beda Kebijakan Kemendag & Kementan Soal Impor Bawang

Pembebasan impor bawang putih dan bombai masih diperdebatkan.

10 jam6 menit Detik

Detik

8 Ribu Orang Lebih Meninggal Akibat Corona di Italia, Kamar Mayat Kewalahan

Kamar-kamar mayat di Italia mulai kewalahan menerima jenazah para korban meninggal akibat virus Corona yang akan dikremasi.

10 jam7 menit Detik

Detik

Pesan Pemerintah Jangan Dempet-dempet Agar Tak Terpapar Droplet

Pemerintah terus mengingatkan pentingnya menjaga jarak di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

10 jam7 menit Detik

Detik

Konfirmasi Kasus Pertama Corona, Pemkot Padang Umumkan KLB

"Berdasarkan temuan dan laporan adanya warga yang positif terinfeksi, maka kita harus menyatakan status KLB," kata Wali Kota Padang, Mahyeldi.

10 jam7 menit Detik

Detik

Yang Perlu Diketahui soal Virus Hanta di Tengah Pandemi Corona

Virus Hanta mendadak menjadi viral di tengah pandemi virus Corona. Namun, sebenarnya Hantavirus bukan virus jenis baru seperti Corona.

10 jam7 menit Detik

Detik

Jepang Batasi Pendatang Masuk, WNI Resident yang Baru Kembali Wajib Karantina

Otoritas Jepang membatasi akses pendatang masuk ke negaranya mulai 28 Maret 2020 imbas virus Corona. WNI yang akan berkunjung diminta memperhatikan aturan.

10 jam7 menit Detik

Detik

Istana Masih Kaji 'Larangan' Mudik saat Wabah Corona: Diputuskan Presiden

"Ini sedang masih dikaji, tapi nanti dalam waktu dekat pasti akan ada keputusan," kata Donny.

10 jam7 menit Detik

Detik

Heboh Profesor Unsyiah 'Tawarkan' Ekstrak Ganja untuk Obat Corona

"Jadi ganja itu harus diekstrak dulu. Nah penelitian itu bukan satu, tapi ada banyak yang melakukan ada pada penyakit asma, herpes dan lain-lain," kata Musri.

10 jam8 menit Detik

Detik

Catat! Jadwal Belajar di Rumah Diperpanjang Gegara Corona dari Tangerang hingga Palembang

Sejumlah pemerintah daerah memperpanjang kebijakan siswa belajar di rumah saat status tanggap darurat bencana virus Corona (COVID-19).

10 jam8 menit Detik