Pusaran Corona di Kerajaan Inggris

Kabar Pangeran Charles terpapar virus Corona membuat publik internasional terkejut. Keluarga kerajaan pun tak kebal pada virus yang ditetapkan sebagai pandemi
« Kembali Baca berita lengkap »

Detik

Kirana Larasati Lakukan Rapid Test, Apa Hasilnya?

Kirana Larasari adalah salah satu artis yang suka melakukan pelesiran ke luar negeri. Hari ini, Kirana mendapat kesempatan melakukan rapid test untuk Corona.

19 jam42 menit Detik

Detik

Pedagang Pasar Pilih Suplai Pangan Dijamin Aman Ketimbang BLT

"Kalau kita masih lebih mengutamakan ada jaminan supply-nya lancar, itu dulu yang penting,"

19 jam43 menit Detik

Detik

Buruh Tolak Keras Usulan THR Dipotong 50%!

"KSPI meminta pemerintah tidak mengabulkan usulan pengusaha yang ingin memberikan THR hanya 50% dan tidak membayar upah buruh yang diliburkan secara penuh,"

19 jam43 menit Detik

Detik

Akhirnya Driver Ojol Dapat BLT dari Jokowi

Pemerintah memberi BLT kepada masyarakat miskin dan kelompok masyarakat yang bekerja di sektor informal seperti driver ojol.

19 jam43 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Permintaan dari China-Eropa Seret, Ekspor Produk Sawit Turun

Produksi kelapa sawit meningkat, namun tidak dibarengi dengan peningkatan ekspor produk turunannya.

19 jam43 menit Detik

Detik

Ilmuwan AS Sebut Corona Bisa Jadi Musiman, Riyadh-Mekah-Medinah Ditutup

Seorang ilmuwan senior di Amerika Serikat (AS) menyebut ada kemungkinan besar bahwa virus Corona bisa kembali dalam siklus musiman.

19 jam43 menit Detik

Detik

Pandemi Corona, PN Jaksel-Rutan Pondok Bambu Gelar Uji Coba Sidang Online

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melakukan uji coba dengan pihak Rutan Pondok Bambu untuk menggelar sidang secara online.

19 jam44 menit Detik

Detik

Kelompok Curanmor Bersenpi di Tangsel Diciduk Polisi, 2 Pelaku Ditembak Mati

"2 Tersangka berupaya melawan petugas dengan mencabut senpi rakitan miliknya dan menyerang petugas," ucap Yusri.

19 jam44 menit Detik

Detik

Viral Seruan Anies 'Tunda Hubungan Suami-Istri Cegah Corona', Pemprov: Hoax

Beredar seruan Gubernur DKI Anies Baswedan agar tak melakukan hubungan suami-istri demi mencegah Corona. Pemprov DKI memastikan seruan tersebut hoax.

19 jam44 menit Detik

Detik

Tunggu Keputusan Saudi, Pemerintah RI Belum Bayarkan Keperluan Haji

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, hingga saat ini pelaksanaan Haji 2020 masih berjalan sesuai rencana.

19 jam44 menit Detik

Detik

Cegah Corona, Kejagung Periksa 17 Saksi Jiwasraya dengan Jaga Jarak

Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap memeriksa saksi-saksi kasus skandal Jiwasraya di tengah wabah Corona.

19 jam44 menit Detik

Detik

Cegah Corona, Bikin Akta-Kartu Keluarga di Banda Aceh Bisa Via WhatsApp

"Selain via Line dan WhatsApp, kita juga melayani aplikasi akta kelahiran online dan akta kematian online," kata Kepala Disdukcapil Banda Aceh Emilia.

19 jam44 menit Detik

Detik

Diminta Sumbang Seluruh Gaji untuk Korban Corona, Ini Jawaban Pimpinan KPK

Menurut Nawawi, yang dibutuhkan untuk penanganan wabah Corona bukan hanya bantuan anggaran. Dia menilai pemerintah siap soal anggaran.

19 jam45 menit Detik

Detik

Viral Makan Telur Rebus Tengah Malam Bisa Cegah Corona, Ini Kata Gugus Tugas

Media sosial dibuat heboh dengan postingan menyebut ada bayi baru lahir bicara makan telur rebus di tengah malam bisa mencegah Corona.

19 jam45 menit Detik

Detik

5 Warga Sumbar Positif Corona, Dirawat di Padang dan Bukittinggi

Sebanyak 5 orang warga Sumatera Barat (Sumbar) dipastikan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19).

19 jam45 menit Detik

Sekilas Bursa Efek Indonesia Dalam Krisis Pandemi Global Ini

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak menyebarkan wabah pandemi Covid-19. Wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini menjadi salah satu wabah terbesar dan terbesar yang pernah dimiliki masyarakat modern. Namun, dampak yang dihadirkannya bukan hanya soal kesehatan, sosial, tetapi juga ekonomi, baik makro maupun mikro, baca lebih lanjut di sini tentang Bullish dan Bearish Di Dunia Saham, Komoditas, dan Valas. Tak ayal, pasar bursa Indonesia pun menjadi salah satu sektor yang terdampak dari wabah ini.

Kondisi bursa efek Indonesia di saat pandemi Covid-19

Setelah mengamati pergerakan atau dinamika pasar selama beberapa waktu terakhir, terlebih ketika wabah corona dipastikan telah masuk ke Indonesia, berbagai peneliti, termasuk pihak dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan analisis terkait dampak wabah ini terhadap sektor pasar bursa nasional. 

Di salah satu wawancara dengan pihak media nasional, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, bahkan mengakui bahwa berdasarkan pengamatannya wabah ini memberikan dampak terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Dampak ini bisa dilihat dari terjadinya penurunan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh para investor di bursa. Berdasarkan pengamatannya, jika dibandingkan dengan posisi pada penutup perdagangan di tahun 2019, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan penurunan rata-rata transaksi harian di kisaran 24%. 

Tercatat dalam waktu kurang lebih 4 bulan sejak penutupan perdagangan tahun lalu, IHSG telah mengalami penurunan sebanyak 26.43% hingga mencapai titik 4.635. Sementara itu, kapitalisasi pasar juga tercatat mengalami penurunan sekitar 26% dengan hanya berhasil mencatatkan peraihan Rp 5.368 triliun. 

Dari segi rata-rata transaksi yang dilakukan setiap hari, BEI juga mencatatkan penurunan sebanyak 1.49% dengan hanya membukukan 462.000 transaksi. Hal ini selaras dengan penurunan nilai rata-rata aktivitas transaksi harian yang hanya mencatat Rp 6,34 triliun. 

Penurunan ini bisa dikaitkan dengan wabah corona yang terjadi di Indonesia karena waktu kejadiannya tidak jauh dari pengumuman pemerintah tentang kepastian dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

Harapan akan kebangkitan pasar modal Indonesia

Meski wabah corona telah menghampiri Indonesia dan memberikan dampak negatif terhadap pasar modal Tanah Air, namun bukan berarti fenomena ini tercatat sebagai penurunan terparah yang pernah dihadapi oleh pasar modal Tanah Air. Ternyata, kita dahulu pernah mengalami penurunan yang lebih parah hingga mencapai angka 50.6%. Peristiwa ini terjadi sebagai dampak krisis keuangan yang melanda seluruh dunia pada tahun 2008 silam. Penyebabnya dipercaya tidak jauh dari fenomena Subprime Mortgage yang terjadi di daratan negeri Paman Sam. 

Terjadinya penurunan memang sangat disayangkan karena berdampak negatif bagi perekonomian negeri kita, namun setidaknya pasar modal masih mencatatkan adanya transaksi berjalan. Dengan nilai transaksi Rp 7.9 per hari di Maret 2020, setidaknya masih terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. 

Meski demikian, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengawasi dinamika pasar modal di tengah krisis pandemi global ini. Salah satunya adalah efek penurunan yang juga terjadi di sektor industri. PT Astra Internasional Tbk dengan kode emiten ASII, misalnya, mencatatkan penurunan harga saham kurang lebih 40% jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi. 

Di samping itu, sektor keuangan juga tidak terlepas dari wabah ini dengan mencatatkan penurunan nilai kapitalisasi pasar sebesar kurang lebih Rp 700 triliun. Aktivitas net sell juga tidak luput mewarnai dinamika pasar modal Indonesia ketika terjadi wabah ini dengan angka transaksi di kisaran Rp 14 triliun. Selama 2 bulan terakhir, Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat terjadinya penarikan dana asing yang cukup besar. Kondisi ini seharusnya mengisyaratkan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pasar modal Indonesia agar tidak mengalami penurunan lebih mendalam, seperti yang terjadi di berbagai negara. 

Dengan besarnya kecenderungan investor untuk melakukan aksi jual, kondisi ini bisa memancing penurunan yang lebih besar pada pasar modal nasional. Oleh karenanya, pemerintah perlu memastikan penanganan wabah ini dilakukan dengan tepat dan efektif guna memitigasi seluruh risiko. 

Detik

Dituduh Pelakor, Gadis di Bone Dianiaya dan Disiarkan di Medsos

Seorang gadis di Bone dianiaya karena dituduh sebagai pelakor. Peristiwa tersebut malah disiarkan langsung di medsos oleh rekan pelaku.

19 jam45 menit Detik

TRIBUNNEWS

Duh, Oknum Polisi di Medan Ketahuan Ngutil di Minimarket, Diringkus Saat Mencuri Baterai dan Cokelat

Aksi pencurian EAT akhirnya diketahui oleh sejumlah orang yang langsung meringkus pelaku.

20 jam40 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

UPDATE Kasus Corona : Angka Kematian Pasien Covid-19 Bertambah 20 Orang, Total 78 Meninggal Dunia

Achmad Yurianto mengungkap pasien positif virus corona yang meninggal dunia bertambah 20 orang.

20 jam40 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Cerita Haru dan Bahagia Saat Prosesi Ijab Kabul Dilakukan Lewat Video Call

akibat wabah virus corona yang kian merebak di sejumlah daerah, prosesi ijab kabul itu dilakukan dengan cara video call.

20 jam40 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Media Inggris Masukkan Pemain Muda Indonesia dalam Daftar Pewaris Lionel Messi

Media kenamaan Inggris, The Sun, memasukkan nama pemain muda Indonesia dalam daftar pemain yang layak dijuluki penerus Lionel Messi.

20 jam41 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Beli Banyak Barang di Tengah Pandemi Virus Corona, Cinta Laura: Enggak Ada Gunanya

Ada sebagian orang panik saat wabah virus corona (Covid-19) melanda. Mereka jadi belanja berlebihan karena harus mengurangi aktivitas di luar rumah.

20 jam41 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ma'ruf Amin Minta Pemda Jemput Bola Distribusikan Alat Rapid Test Corona

Wakil Presiden Maruf Amin berharap pemerintah daerah ikut proaktif atau menjemput bola dalam pendistribusikan alat rapid test corona.

20 jam41 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

PBSI Dukung Langkah BWF dan IOC Tunda Olimpiade 2020 kata Achmad Budiharto

Wabah Corona yang masih belum reda di ratusan negara di dunia membuat IOC (International Olympic Committee) akhirnya memutuskan Olimpiade Tokyo 2020

20 jam41 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Raffi Ahmad Coba Tenangkan sang Anak yang Takut Disuntik, Rafathar: Kenapa Senyumnya Kaya Gitu?

Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan saat virus Corona atau Covid-19 merebak.

20 jam41 menit Tribunnews

TRIBUNNEWS

Ini Cara Membuat Anak Mau dan Tidak Bosan Belajar di Rumah selama Penyebaran COVID-19

Ini Cara Membuat Anak Mau dan Tidak Bosan Belajar di Rumah selama Penyebaran COVID-19

20 jam42 menit Tribunnews